Manyala.co – Agatha Chelsea kembali menunjukkan kematangannya sebagai musisi sekaligus figur publik yang penuh kesadaran sosial. Lewat lagu terbarunya yang berjudul Nyaman, Chelsea menghadirkan nuansa cinta yang lebih dewasa bukan lagi tentang gejolak asmara remaja, tetapi tentang kepercayaan, rasa cukup, dan ketenangan dalam menjalin hubungan. Lagu ini resmi dirilis pada Jumat, 18 Juli 2025, dan tersedia di berbagai platform musik digital seperti Spotify, Apple Music, hingga YouTube Music.
Perilisan Nyaman turut dirayakan lewat sebuah acara spesial bertajuk Nyaman Release Showcase yang berlangsung di HW Ambyar Superclub, kawasan Senayan, Jakarta. Acara ini menjadi panggung penting bagi Chelsea, karena tak hanya menjadi ajang peluncuran lagu, tetapi juga sebagai kaleidoskop musikal perjalanan kariernya dari masa kecil hingga kini. Dalam acara tersebut, ia membawakan berbagai lagu yang pernah ia rilis sebelumnya seperti Sekali, Lebih Baik Darinya, Love Letters EP, hingga lagu klasik When You Wish Upon A Star, yang mencerminkan pengaruh musik Disney dalam warna musikalnya.
Sebelum Chelsea tampil, panggung dipanaskan oleh grup vokal 2nd Chance yang membawakan lagu energik seperti Menari dan Delapan Huruf. Kehadiran grup ini menjadi pembuka yang menggugah antusiasme penonton, menciptakan suasana hangat dan penuh semangat menjelang peluncuran lagu utama malam itu.
Lagu Nyaman sendiri digarap bersama dua musisi kenamaan, Dimas Wibisana dan Bianca Nelwan, yang ikut serta dalam proses penulisan lirik dan aransemen. Aransemen lagu ini mengusung nuansa balada pop-orchestra dengan sentuhan sinematik, yang menurut Chelsea, terinspirasi dari lagu-lagu Disney yang telah lama menjadi bagian dari hidupnya. Musiknya lembut dan intim, namun tetap memiliki kekuatan emosional yang menyentuh.
Dalam pernyataannya kepada media, Chelsea menyebut bahwa Nyaman adalah lagu yang sangat personal, namun memiliki pesan yang universal. Ia berharap lagu ini bisa menjadi teman bagi siapa saja yang tengah berada dalam fase mencintai secara dewasa, atau yang sedang belajar menerima dan merasa cukup dalam sebuah hubungan. “Aku ingin orang yang mendengarnya merasa dipeluk oleh lagu ini, seperti halnya aku saat menuliskannya,” tutur Chelsea dengan penuh kehangatan.
Menariknya, proyek musik ini juga selaras dengan identitas Chelsea di luar dunia hiburan. Dikenal sebagai lulusan Neurosains dari University of Melbourne, ia juga aktif sebagai pendiri Newron Edu, sebuah platform edukasi berbasis psikologi dan ilmu saraf. Melalui platform tersebut, Chelsea berfokus pada isu-isu kesehatan mental, kesadaran digital, dan pengembangan diri, baik melalui media sosial, podcast Safe Space, maupun berbagai kampanye edukatif.
Keterlibatannya dalam dunia edukasi dan kesehatan mental inilah yang membuat Nyaman terasa bukan sekadar lagu cinta biasa. Ia adalah bentuk lanjutan dari misi pribadi Chelsea untuk menciptakan ruang aman, tidak hanya lewat gagasan dan diskusi, tetapi juga melalui karya musik yang bisa menggugah rasa. Lagu ini membawa pesan bahwa cinta tidak melulu soal gairah, tetapi juga tentang rasa tenang yang tumbuh dalam kepercayaan dan saling pengertian.
Chelsea pun mengajak pendengarnya untuk tidak hanya mendengarkan lagu ini sebagai hiburan, tetapi juga sebagai ruang refleksi atas dinamika relasi yang sehat. Bagi sebagian orang, Nyaman mungkin akan terasa seperti narasi hidup mereka sendiri sebuah lagu yang mampu mewakili perasaan yang sulit diungkapkan dengan kata-kata.
Dengan semakin berkembangnya kiprah Chelsea, baik di ranah musik maupun advokasi sosial, tampaknya ia tengah membentuk narasi baru sebagai figur muda yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga berkontribusi. Nyaman bukan hanya penanda kematangan musikalnya, tetapi juga simbol keberlanjutan perjalanan seorang Agatha Chelsea dalam merawat makna cinta, edukasi, dan empati.
































