Manyala.co – Jumlah korban jiwa akibat banjir yang melanda Bali kembali bertambah. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat hingga Kamis (11/9/2025) pukul 17.00 Wita, sebanyak 16 orang meninggal dunia, sementara satu orang lainnya masih dalam pencarian.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyebutkan satu korban tambahan ditemukan pada sore hari. “Merujuk laporan sampai pukul 17.00 Wita, telah berhasil ditemukan satu korban meninggal dunia. Sehingga total korban meninggal berjumlah 16 orang,” ujarnya dalam keterangan resmi.
Rincian korban meninggal dunia:
- Kota Denpasar: 10 orang
- Kabupaten Gianyar: 3 orang
- Kabupaten Jembrana: 2 orang
- Kabupaten Badung: 1 orang
Total: 16 orang meninggal dunia, 1 orang masih hilang
Sementara itu, BPBD Bali melaporkan terdapat 120 titik banjir yang tersebar di tujuh kabupaten/kota.
Sebaran titik banjir:
- Kota Denpasar: 81 titik
- Kabupaten Gianyar: 14 titik
- Kabupaten Badung: 12 titik
- Kabupaten Tabanan: 8 titik
- Kabupaten Karangasem: 4 titik
- Kabupaten Jembrana: 4 titik
- Kabupaten Klungkung: 1 titik
Kepala BNPB Suharyanto, yang meninjau langsung pengungsian di Denpasar, menyatakan kondisi banjir mulai surut. Fokus utama kini adalah pencarian korban hilang, pembersihan material, serta penyedotan air di Basement Pasar Badung dan sejumlah titik genangan.
Ratusan warga masih bertahan di pengungsian. Pemerintah bersama relawan menyalurkan bantuan logistik, layanan kesehatan, hingga dukungan pemulihan darurat bagi masyarakat terdampak.
































