Manyala.co – Banjir bandang melanda kawasan wisata Guci, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, pada Jumat sore setelah hujan deras berjam-jam, merusak fasilitas pemandian air panas Pancuran 13 dan Pancuran 5, tanpa menimbulkan korban jiwa.
Peristiwa tersebut terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur kawasan Guci sejak sekitar pukul 11.30 WIB dan semakin deras pada pukul 14.30 WIB. Aliran air yang meningkat secara tiba-tiba membawa material pasir dan bebatuan ke area pemandian, menyebabkan kerusakan signifikan pada sejumlah fasilitas wisata.
Petugas menyatakan seluruh pengunjung telah dievakuasi dan area terdampak kini ditutup sementara untuk alasan keselamatan. “Area Pancuran 13 ditutup sementara, pengunjung sudah dievakuasi dan lokasi sudah disteril dari pengunjung,” kata Bergas, petugas di lokasi kejadian.
Menurut Bergas, kondisi air telah berangsur surut beberapa saat setelah kejadian. Ia memastikan tidak ada korban, baik dari kalangan pengunjung maupun warga sekitar. “Kondisi terkini Obyek Wisata Guci, air sudah surut. Tidak ada korban baik pengunjung maupun warga,” ujarnya.
Pengelola Pancuran 13 Guci, Zami, menjelaskan bahwa banjir bandang terjadi sekitar pukul 15.00 WIB. Arus air sungai yang meluap menghantam kawasan pemandian, mengakibatkan kerusakan parah pada kolam air panas dan infrastruktur pendukung.
“Kejadian sekitar jam 15.00. Memang tidak ada korban jiwa, tapi kerusakannya cukup parah,” kata Zami kepada wartawan. Ia menambahkan, area Pancuran 13 dipenuhi pasir dan bebatuan yang terbawa arus deras.
Zami mengatakan kolam pemandian air panas di Pancuran 13 hilang akibat tergerus aliran air. Selain itu, jembatan kecil yang biasa digunakan pengunjung sebagai akses penyeberangan juga rusak dan terseret arus banjir.
“Saya menangis melihat kondisi kerusakan yang sangat parah. Baru kali ini mengalami peristiwa sampai kondisi kolam pemandian hilang,” ujar Zami.
Sebagai langkah antisipasi, pengelola menutup total kawasan Pancuran 13 Guci dan mengevakuasi seluruh pengunjung serta petugas dari area tersebut. Pintu masuk utama kawasan juga ditutup dan digembok untuk mencegah aktivitas selama masa penanganan.
“Ditutup, baik pengunjung ataupun petugas Pancuran 13 Guci semuanya dievakuasi dari area Pancuran,” kata Zami.
Hingga Jumat malam, belum ada keterangan resmi dari pemerintah daerah mengenai estimasi kerugian akibat banjir maupun rencana pemulihan fasilitas wisata tersebut. Otoritas setempat masih melakukan pendataan kerusakan dan evaluasi kondisi lingkungan.
Kawasan wisata Guci merupakan salah satu destinasi unggulan Kabupaten Tegal yang dikenal dengan pemandian air panas alami dan menjadi tujuan wisata utama, terutama pada akhir pekan dan musim liburan. Penutupan sementara ini diperkirakan berdampak pada aktivitas pariwisata lokal.
Pihak berwenang mengimbau masyarakat dan wisatawan untuk mengikuti informasi resmi sebelum kembali berkunjung. Hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi resmi terkait waktu pembukaan kembali kawasan wisata Pancuran 13 Guci.
































