Manyala.co – Kabar kurang menggembirakan menghampiri persiapan Timnas Indonesia jelang FIFA Matchday September 2025. Penjaga gawang utama Garuda, Maarten Paes, dipastikan mengalami cedera dan tidak bisa memperkuat klubnya, FC Dallas, sekaligus menutup peluang tampil di laga internasional dalam waktu dekat.
Pengumuman resmi datang langsung dari FC Dallas melalui akun media sosial X. Klub Amerika Serikat tersebut menyebutkan bahwa kiper berusia 27 tahun itu mengalami masalah pada bagian atas kakinya. Akibat cedera tersebut, Paes harus absen saat Dallas menghadapi Austin FC pada Minggu, 17 Agustus 2025. Hingga saat ini, belum ada keterangan pasti berapa lama waktu yang dibutuhkan mantan kiper FC Utrecht itu untuk kembali pulih. Namun, pihak klub menegaskan ia akan menepi selama beberapa pekan ke depan.
Situasi ini tentu menjadi kerugian ganda. Bagi Dallas, mereka harus kehilangan salah satu pilar penting di sektor pertahanan. Sementara bagi Timnas Indonesia, absennya Paes menjadi pukulan berat mengingat peran vitalnya sejak resmi dinaturalisasi.
Tidak hanya Paes, badai cedera juga menimpa pemain lain yang menjadi bagian dari tim nasional. Kevin Diks, bek kanan milik Borussia Monchengladbach, juga harus keluar lapangan lebih cepat saat klubnya menghadapi Atlas Delmenhorst di babak pertama DFB Pokal pada Minggu, 17 Agustus. Diks ditarik keluar di babak pertama karena mengalami masalah fisik yang belum dirinci secara detail. Sama seperti kasus Paes, pihak Gladbach masih menunggu pemeriksaan medis lanjutan dan bahkan mempertimbangkan untuk mendatangkan pemain belakang baru guna mengantisipasi absennya bek berdarah Maluku itu.
Sebelumnya, Timnas Indonesia juga sudah ditinggal Ole Romeny. Pemain yang kini memperkuat Oxford United di Inggris itu harus menjalani operasi setelah cedera parah yang dialaminya ketika tampil di ajang Piala Presiden 2025. Dengan demikian, dalam hitungan minggu, Patrick Kluivert selaku pelatih kepala Garuda sudah kehilangan tiga pemain inti di tiga lini berbeda: kiper, bek, dan penyerang.
Kondisi ini tentu menjadi tantangan besar bagi Kluivert. Sebab, Timnas Indonesia tengah memasuki periode krusial. Setelah FIFA Matchday September, Indonesia dijadwalkan menghadapi laga berat pada putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Dua lawan yang sudah menunggu adalah Irak dan Arab Saudi, tim kuat yang punya pengalaman dan kualitas jauh di atas rata-rata.
Meski begitu, sebelum masuk ke babak kualifikasi tersebut, Indonesia akan lebih dulu menjalani dua partai uji coba pada agenda FIFA Matchday September. Sesuai jadwal, skuad Garuda akan melawan Kuwait pada 5 September 2025, lalu berhadapan dengan Lebanon pada 8 September. Kedua laga itu diyakini akan menjadi momen penting bagi Kluivert untuk menilai kesiapan tim sekaligus meracik strategi di tengah kondisi skuad yang pincang akibat badai cedera.
Situasi ini menempatkan manajemen timnas dalam posisi sulit. Di satu sisi, mereka harus menambal kekosongan yang ditinggalkan para pemain kunci. Di sisi lain, Kluivert dituntut untuk menemukan komposisi terbaik agar tim tidak kehilangan arah. Apalagi, antusiasme publik sepak bola nasional tengah tinggi menyusul keberhasilan Indonesia melaju ke putaran keempat kualifikasi Piala Dunia sebuah pencapaian historis yang sebelumnya belum pernah terjadi.
Kini, fokus utama Garuda bukan hanya sekadar mencari pengganti sementara, tetapi juga menjaga semangat dan konsistensi di ruang ganti. Cedera beruntun yang menimpa Paes, Diks, dan Romeny bisa saja menjadi ujian mental bagi skuad muda Indonesia. Bagaimanapun, laga melawan Kuwait dan Lebanon akan menjadi panggung awal untuk menguji ketahanan sekaligus kesiapan menghadapi tantangan lebih besar pada Oktober mendatang.































