Curhat Kemenlu Soal Kasus “Online Scam” di Myanmar Bikin Pusing Indonesia

Curhat Kemenlu Soal Kasus “Online Scam” di Myanmar Bikin Pusing Indonesia - Online,Online Scam Myanmar - Gambar 1816
Curhat Kemenlu Soal Kasus "Online Scam" di Myanmar Bikin Pusing Indonesia

Manyala.co – Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI mengaku jika pusing dalam mengatasi masalah penipuan online yang melibatkan pekerja migran Warga Negara Indonesia (WNI) di Myanmar. 

Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia (PWNI) Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, Judha Nugraha, mengatakan dalam upaya penyelamatan yang dilakukan cukup sulit karena kawasan itu masih berada dalam konflik.

“Kalau kasus yang paling bikin pusing kepala itu ada di Myanmar. Kenapa? Karena di Myanmar kita berhadapan dengan wilayah konflik bersenjata yang tidak dikuasai oleh otoritas resmi,” kata Judha dikutip pada Jumat (25/4/2025). 

“Kalau di Kamboja, (kasusnya) banyak, tapi kan ada otoritas resmi. Kalau Myanmar itu dikuasai oleh kelompok luar yang membuat kompleksitas kasusnya begitu rumit,” tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama, Divisi Bantuan Hukum Migrant Care, Nur Harsono, mengungkapkan evakuasi WNI dari Kamboja masih memungkinkan lantaran kerja sama dengan otoritas resmi, sedangkan situasi di Myanmar jauh lebih kompleks. 

Bukan Menggusur, Wali Kota Munafri Arifuddin Tata Kota dengan Solusi Relokasi PKL

“Kami sudah coba semua jalur, baik diplomasi maupun koordinasi dengan pihak dalam, tapi sulit,” ujar Nur.

“Myanmar ini wilayahnya dikuasai kelompok oposisi terhadap junta militer, dan pemerintah Indonesia juga dianggap tidak netral oleh mereka,” ujar dia. Nur menyebut kondisi ini mirip dengan penyanderaan, meskipun secara formal para WNI itu dipekerjakan. “Kalau mereka mau kabur, nyawanya yang jadi taruhan. Itu sudah bukan pekerjaan, itu penyanderaan,” sambungnya.

Menurut Judha, tak semua WNI di luar negeri menjadi korban semata, tetapi sebagian juga secara sadar memilih menjadi pelaku lantaran tergiur keuntungan finansial. 

“Waktu kita evakuasi 569 WNI dari Myanmar, ternyata masih ada yang tidak mau ikut. Kita tanya, kenapa? Ada yang bilang dia bisa dapat bonus Rp 150 juta sebulan karena berhasil menipu sampai Rp 3 miliar,” pungkasnya. (Istimewa)

Komisi V DPR RI, BBWS, dan Pemkot Makassar Tata Kota Sesuai Arahan Presiden Prabowo

Berita Terbaru

Berita Terpopuler

01

Deretan Calon Ketua IKA Teknik Sipil Unhas, 2 Dosen Siap Lanjutkan Tongkat Kepemimpinan

02

Prabowo Luncurkan Program Gentengnisasi Lewat Gerakan Indonesia ASRI

03

Indonesia Dukung Palestina lewat Board of Peace, Israel Tetap Menolak

04

Serangan Bersenjata di Balochistan Tewaskan 48 Orang

05

Tujuh Pangkalan Udara Terbesar Amerika Berdasarkan Populasi

PEMKOT MAKASSAR - MANYALA.CO
manyala-ads
Manyala.co

Olahraga

Indonesia Ajukan Diri Tuan Rumah Piala Asia 2031

Indonesia ke Final Piala Asia Futsal Usai Kalahkan Jepang

Indonesia Lolos Perempat Final Piala Asia Futsal 2026

Indonesia Juara Grup A Usai Imbang Lawan Irak

Alwi Farhan Lolos Final Indonesia Masters 2026

Timnas Indonesia Hadapi Bulgaria, Solomon dan Saint Kitts di FIFA Series

Leo/Bagas Lolos Babak Kedua Indonesia Masters 2026

PSM Makassar Tambah Dua Pemain Asing Hadapi Putaran Kedua

Jonatan Christie Runner-up India Open 2026

PSM Makassar Hadirkan Bus Tim dan Rilis Jersey Khusus Suporter

Prabowo Realisasikan Bonus Atlet SEA Games 2025

Mental Juang PSM Makassar Diuji Jelang Laga Kontra Bali United

Malaysia Open 2026: Lima Wakil Indonesia Tampil di Babak 16 Besar

PSM Makassar Uji Pertahanan Hadapi Trisula Borneo FC

Indonesia Usulkan Australia dan Selandia Baru Ikut SEA Games

Indonesia Juara Piala AFF Futsal U-16

Trucha Optimistis PSM Kejar Lima Besar Meski Tanpa Kemenangan

Indonesia U-16 Melaju ke Final AFF Futsal 2025

Ranking FIFA Terbaru: Indonesia Bertahan di Posisi 122

Futsal Competition 2025, KKG PJOK Tallo Tekankan Kolaborasi

Kolom