Djojohadikusumonomics: Perpaduan Warisan Pemikiran dan Kepemimpinan sebagai Arah Baru Ekonomi Nasional

Djojohadikusumonomics: Perpaduan Warisan Pemikiran dan Kepemimpinan sebagai Arah Baru Ekonomi Nasional - Djojohadikusumonomics - Gambar 1144
Dalam rangka Dies Natalis FEB UI ke-67, FEB UI bekerjasama dengan Yayasan Arsari Djojohadikusumo (YAD) mengadakan acara bedah buku dan pameran foto. (dok. yad.or.id).

Manyala.co – Di tengah ketidakpastian global dan ancaman krisis ekonomi yang melanda berbagai negara, Indonesia dinilai perlu merumuskan pendekatan ekonomi yang tidak semata-mata bergantung pada mekanisme pasar global. Dalam konteks ini, wacana tentang pentingnya memperkuat peran negara dan menjamin distribusi sumber daya vital kembali mengemuka.

Direktur Pusat Studi Islam dan Demokrasi (PSID), Nazar El Mahfudzi, mengusulkan satu konsep yang ia sebut sebagai Djojohadikusumonomics, sebuah pendekatan ekonomi-politik yang menggabungkan pemikiran ekonom nasional Soemitro Djojohadikusumo dengan gaya kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto serta peran aktif Hasyim Djojohadikusumo dalam pemerintahan. Menurutnya, ini adalah momentum untuk mengembangkan politik ekonomi berbasis kekuatan domestik, bukan hanya mengejar pertumbuhan lewat investasi asing.

“Jika kita memahami Djojohadikusumonomics bukan semata strategi teknokratis, tetapi sebagai visi untuk membangun kedaulatan ekonomi nasional yang berbasis sumber daya dan peran negara, maka secara prinsip, hal ini tidak bertentangan dengan Islam,” ujar Nazar dalam keterangannya pada Sabtu, 7 Juni 2025.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pendekatan ini memiliki potensi untuk selaras dengan nilai-nilai keadilan sosial dalam Islam yang dalam sejarahnya selalu menekankan pentingnya distribusi kekayaan, perlindungan terhadap kelompok marginal, serta keberpihakan terhadap rakyat kecil.

“Islam tidak menolak kepemilikan pribadi (sebagaimana dalam borjuisme nasionalis), namun menolak akumulasi kapital tanpa distribusi. Dalam konteks ini, Islam berdekatan dengan kerakyatan revolusioner dalam hal keberpihakan kepada mustadh’afin (yang dilemahkan),” ujarnya.

Ribuan Warga Padati Lapangan Karebosi, Munafri Arifuddin Ajak Perkuat Persatuan di Hari Raya

Nazar menyebut situasi global yang kini diliputi krisis sebagai peluang bagi negara-negara berkembang seperti Indonesia untuk menegaskan kembali peran negara dalam ekonomi, khususnya dalam menjamin akses terhadap kebutuhan pokok seperti air, pangan, dan energi sektor-sektor yang kini rentan dikendalikan oleh oligarki internasional.

Dalam pandangan Islam, jelas Nazar, kehadiran negara dalam urusan ekonomi bukanlah sesuatu yang bertentangan dengan prinsip keadilan, selama negara tidak membiarkan mekanisme pasar menjadi alat eksploitasi.

“Islam menerima negara sebagai aktor ekonomi selama tidak membiarkan pasar menjadi alat penindasan, menjamin akses rakyat terhadap sumber daya pokok, dan mendorong keadilan sosial sebagai prinsip tata kelola,” jelasnya.

Namun, ia juga mengingatkan bahwa Djojohadikusumonomics perlu mengandung dimensi etik agar tidak terjebak menjadi agenda segelintir elit atau alat politik semata. Konsep ini harus mampu menjawab aspirasi dan kebutuhan mayoritas rakyat.

“Islam menolak kapitalisme predator maupun sosialisme totalitarian. Islam menawarkan etika distribusi dan partisipasi, di mana kekuasaan, kekayaan, dan pengetahuan harus dikelola dalam bingkai kebajikan kolektif (maslahah ‘ammah),” tambah Nazar.

Pemerintah Tetapkan Idul Fitri 2026 Jatuh 21 Maret

Dengan demikian, apabila Djojohadikusumonomics berhasil mengintegrasikan nilai-nilai nasionalisme ekonomi dengan semangat kerakyatan dalam kerangka keadilan sosial, maka menurut Nazar, pendekatan ini bisa mendapatkan legitimasi dalam perspektif Islam. Ia bukan sekadar ideologi ekonomi baru, tetapi bisa menjadi sebuah ikhtiar kebangsaan yang berpijak pada etika publik.

“Jika Djojohadikusumonomics mampu menjembatani kepentingan nasionalis borjuis dan kerakyatan revolusioner dalam kerangka keadilan sosial, maka ia punya ruang legitimasi dalam Islam bukan sebagai ideologi sempurna, tetapi sebagai ikhtiar politik kebangsaan yang beretika,” pungkasnya.

Berita Terbaru

Berita Terpopuler

01

Khamenei Gugur dalam Serangan Militer AS–Israel di Teheran

02

Pererat Silaturahmi Alumni, IKA Teknik Sipil Unhas Gelar Halal Bi Halal 2026

03

Buka Puasa Penuh Inovasi! RT 08 Permata Hijau Lestari Resmi Luncurkan Gerakan Wanita Tani 08

04

Bareng Daeng Guard, Story Gym Makassar Bagikan 1.000 Paket Takjil Ramadhan ke Masyarakat

05

KKG PJOK Tallo Jajaki Kolaborasi Program dengan Pemerintah Kecamatan

HUT Kabupaten Enrekang Ke-66
PEMKOT MAKASSAR - MANYALA.CO
Manyala.co

Olahraga

KKG PJOK KEC.TALLO Kolaborasi Dengan Fobi Makassar dan KKG UJUNG TANAH SANGKARANG

KKG PJOK Tallo, Tamalate, Panakkukang Gelar Pelatihan Deep Learning

Erick Thohir Bantah Laporkan FAM ke FIFA

PSSI: Tak Ada Naturalisasi Baru di FIFA Series

Olahraga Saat Puasa Aman dengan Penyesuaian Intensitas

KNPI Makassar Bersama KKG PJOK Tallo Gelar Kompetisi Futsal dan Voli Pelajar

Indonesia Ajukan Diri Tuan Rumah Piala Asia 2031

Indonesia ke Final Piala Asia Futsal Usai Kalahkan Jepang

Indonesia Lolos Perempat Final Piala Asia Futsal 2026

Indonesia Juara Grup A Usai Imbang Lawan Irak

Alwi Farhan Lolos Final Indonesia Masters 2026

Timnas Indonesia Hadapi Bulgaria, Solomon dan Saint Kitts di FIFA Series

Leo/Bagas Lolos Babak Kedua Indonesia Masters 2026

PSM Makassar Tambah Dua Pemain Asing Hadapi Putaran Kedua

Jonatan Christie Runner-up India Open 2026

PSM Makassar Hadirkan Bus Tim dan Rilis Jersey Khusus Suporter

Prabowo Realisasikan Bonus Atlet SEA Games 2025

Mental Juang PSM Makassar Diuji Jelang Laga Kontra Bali United

Malaysia Open 2026: Lima Wakil Indonesia Tampil di Babak 16 Besar

PSM Makassar Uji Pertahanan Hadapi Trisula Borneo FC

Kolom