Manyala.co – Dunia musik Tanah Air kembali kehilangan salah satu sosok legendarisnya. Pedangdut senior Hamdan ATT meninggal dunia pada Selasa, 1 Juli 2025, tepat pukul 12.00 WIB. Kabar duka tersebut telah dikonfirmasi langsung oleh putri almarhum, Aisyah, kepada awak media.
“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un, betul, bapak meninggal dunia pukul 12 siang,” ucap Aisyah dengan suara bergetar, menyampaikan kabar kepergian ayahandanya yang dikenal luas di jagat dangdut Indonesia.
Meski pihak keluarga belum memberikan penjelasan detail mengenai penyebab kematian Hamdan ATT, diketahui bahwa almarhum sempat menjalani perawatan intensif beberapa waktu lalu. Pada Oktober 2024, Hamdan ATT menjalani operasi besar setelah mengalami pecah pembuluh darah di bagian kepala. Saat itu, dokter menemukan adanya cairan di otak yang membutuhkan penanganan segera, dan tindakan operasi pun dilakukan sebagai upaya penyelamatan.
Sayangnya, meski sempat membaik, kondisi kesehatan penyanyi yang dikenal dengan suara khas dan lagu-lagu melankolis ini terus menurun. Almarhum menghembuskan napas terakhir dalam usia yang belum disebutkan secara resmi oleh keluarga.
Jenazah Hamdan ATT rencananya akan disemayamkan di kawasan Kramat Jati, Jakarta Timur. Sejumlah pelayat dari kalangan keluarga, kerabat dekat, serta rekan-rekan musisi disebut telah berdatangan untuk memberikan penghormatan terakhir kepada pelantun lagu “Termiskin Di Dunia” tersebut.
Sosok Legenda Dangdut
Hamdan ATT dikenal luas sebagai sosok yang bersahaja dan memiliki kontribusi besar dalam perkembangan musik dangdut Indonesia. Ia lahir dari keluarga berdarah Arab-Ambon, dan bakat seninya telah terlihat sejak muda. Popularitasnya melejit pada era 1980-an, terutama setelah merilis lagu “Termiskin Di Dunia” yang hingga kini masih kerap diputar dan dinyanyikan ulang oleh berbagai generasi penyanyi dangdut.
Karya-karya Hamdan ATT dikenal membawa nuansa kesederhanaan dan penderitaan hidup, yang mampu menggugah emosi pendengarnya. Karakter vokalnya yang kuat namun penuh penghayatan membuatnya mendapat tempat istimewa di hati pecinta musik dangdut.
Hingga akhir hayatnya, Hamdan ATT telah merilis puluhan album dan single yang tidak hanya populer di Indonesia, tetapi juga dinikmati oleh pendengar musik dangdut di negara tetangga. Ia juga kerap tampil di berbagai acara musik dan festival budaya, baik sebagai penyanyi maupun sebagai mentor bagi generasi muda.
Ucapan Duka dan Penghormatan
Seiring beredarnya kabar duka ini, ucapan belasungkawa mulai membanjiri media sosial. Sejumlah tokoh dan publik figur, termasuk rekan-rekan penyanyi dari lintas generasi, menyampaikan rasa kehilangan mendalam atas wafatnya sosok yang mereka anggap sebagai panutan dalam dunia dangdut.
Tak sedikit pula masyarakat yang mengenang kebaikan dan kesederhanaan Hamdan ATT selama berkarier. Bagi para penggemar musik dangdut, kepergian Hamdan ATT merupakan kehilangan besar, sebab almarhum tidak hanya dikenal karena karya musiknya, tetapi juga karena pribadi yang rendah hati dan penuh dedikasi.
Warisan Musik yang Tak Tergantikan
Meski kini telah tiada, nama Hamdan ATT akan terus dikenang melalui lagu-lagu yang ia tinggalkan. Karyanya menjadi bagian penting dalam sejarah musik Indonesia, khususnya dalam perkembangan musik dangdut klasik.
Keluarga besar Hamdan ATT mengucapkan terima kasih atas segala bentuk doa dan simpati yang datang dari masyarakat. Mereka juga berharap agar almarhum diberikan tempat terbaik di sisi Tuhan dan segala amal baiknya diterima.
Kepergian Hamdan ATT menambah daftar panjang musisi senior yang telah berpulang. Namun, seperti pepatah yang mengatakan bahwa seniman sejati tak pernah benar-benar mati, karya-karya Hamdan ATT akan tetap hidup dan menginspirasi generasi ke generasi.
Selamat jalan, Hamdan ATT. Suara dan musikmu akan tetap abadi di hati kami.

































