El Teniente Runtuh Akibat Gempa: Nasib 5 Penambang Masih Misteri, Keluarga Krisis Informasi

El Teniente Runtuh Akibat Gempa: Nasib 5 Penambang Masih Misteri, Keluarga Krisis Informasi - Teniente - Gambar 408
El Teniente Runtuh Akibat Gempa (dok. AI)

Manyala.co – Sebuah tragedi besar mengguncang industri pertambangan global ketika tambang bawah tanah El Teniente di Chile mengalami keruntuhan parsial, Kamis sore, 31 Juli 2025, waktu setempat. Keruntuhan ini dipicu oleh gempa bumi yang mengguncang wilayah sekitar 100 kilometer di selatan Santiago, ibu kota Chile, tempat tambang tersebut berada. Tambang El Teniente sendiri dioperasikan oleh Codelco, perusahaan tambang tembaga milik negara yang dikenal sebagai salah satu pemain utama dalam industri global, dan merupakan tambang tembaga bawah tanah terbesar di dunia.

Dalam peristiwa memilukan itu, satu pekerja dilaporkan meninggal dunia, sementara lima lainnya masih terjebak di kedalaman lebih dari 900 meter di bawah permukaan tanah. Hingga Jumat malam waktu setempat, operasi pencarian dan penyelamatan terus dilakukan, meski medannya sangat sulit dan kondisi bawah tanah masih berbahaya.

Manajer Umum Tambang El Teniente, Andres Music, menjelaskan bahwa pihaknya belum berhasil menjalin komunikasi dengan para pekerja yang terperangkap. “Semuanya tertutup, seluruh akses terowongan runtuh,” ujarnya dalam keterangan kepada awak media. Ia menegaskan bahwa seluruh kekuatan teknis dan operasional perusahaan sedang difokuskan untuk membuka kembali akses terowongan serta mencari cara terbaik menjangkau lokasi para korban.

Misi penyelamatan ini melibatkan sedikitnya 100 personel yang tersebar di sejumlah titik strategis di dalam dan sekitar area tambang. Tim penyelamat menggunakan peralatan khusus untuk mengidentifikasi posisi pasti para penambang. Meski lokasi mereka telah diketahui secara teknis, upaya evakuasi tetap memerlukan waktu dan ketelitian karena struktur tambang yang tidak stabil akibat keruntuhan tersebut.

Presiden Codelco, Maximo Pacheco, dalam konferensi pers yang digelar pada Jumat sore, menegaskan komitmen perusahaannya untuk melakukan segala kemungkinan demi menyelamatkan kelima pekerja yang masih terperangkap. “Segala pengalaman, energi, dan pengetahuan kami akan dicurahkan untuk menyelamatkan mereka. Kami tidak akan menyerah,” kata Pacheco dengan nada tegas.

Alumni Teknik Unhas Angkatan 2006 Sukses Gelar 2 Dekade

Namun di balik hiruk-pikuk operasi penyelamatan, keluarga para penambang justru mengaku frustrasi karena belum mendapatkan kejelasan langsung dari perusahaan. Michael Miranda, saudara dari Jean Miranda salah satu pekerja yang hilang menyampaikan kekecewaannya kepada media. Menurutnya, sejak kejadian, tidak ada komunikasi resmi yang diberikan kepada keluarga korban. Bahkan, istri Jean yang sedang hamil pun belum mendapatkan dukungan apa pun, baik informasi, bantuan logistik, maupun layanan psikologis. “Tidak ada satu pun yang berbicara dengan kami. Kami hanya menunggu tanpa tahu apa-apa,” keluh Michael dari depan kantor Codelco di Rancagua.

Kritik dari keluarga korban ini menyoroti lemahnya sistem komunikasi darurat dan respons perusahaan terhadap krisis kemanusiaan yang tengah berlangsung. Situasi makin rumit karena tekanan publik terhadap Codelco terus meningkat, seiring kabar keruntuhan tambang yang menyebar cepat dan memicu keprihatinan luas, baik di dalam negeri maupun di komunitas internasional.

Untuk sementara waktu, seluruh aktivitas operasional di tambang El Teniente telah dihentikan oleh pemerintah Chile. Menteri Pertambangan Aurora Williams secara resmi mengumumkan penghentian total kegiatan di lokasi tersebut, sebagai langkah untuk menjamin keselamatan semua pekerja dan memprioritaskan operasi evakuasi.

El Teniente sendiri memiliki sejarah panjang dalam industri pertambangan dan selama bertahun-tahun menjadi sumber pendapatan utama bagi negara. Namun, insiden ini memunculkan kembali pertanyaan mengenai tingkat keselamatan tambang bawah tanah, terutama dalam menghadapi risiko gempa bumi yang sering terjadi di wilayah tersebut.

Sementara itu, perhatian kini tertuju pada detik-detik krusial penyelamatan. Publik menantikan kabar baik mengenai kelima penambang yang masih terjebak di kedalaman bumi. Proses penyelamatan yang berpacu dengan waktu ini menjadi ujian nyata bagi Codelco bukan hanya dalam hal teknis, tetapi juga dalam hal tanggung jawab moral dan kemanusiaan.

Pererat Silaturahmi Alumni, IKA Teknik Sipil Unhas Gelar Halal Bi Halal 2026

Tragedi ini menjadi pengingat bahwa kemajuan industri tak boleh mengorbankan aspek keselamatan. Ketika teknologi modern mampu membawa manusia jauh ke dalam perut bumi, seharusnya pula ada sistem mitigasi risiko dan komunikasi yang lebih tangguh untuk menghadapi keadaan darurat seperti yang kini tengah terjadi di El Teniente.

Berita Terbaru

Berita Terpopuler

01

Khamenei Gugur dalam Serangan Militer AS–Israel di Teheran

02

Pererat Silaturahmi Alumni, IKA Teknik Sipil Unhas Gelar Halal Bi Halal 2026

03

Buka Puasa Penuh Inovasi! RT 08 Permata Hijau Lestari Resmi Luncurkan Gerakan Wanita Tani 08

04

Bareng Daeng Guard, Story Gym Makassar Bagikan 1.000 Paket Takjil Ramadhan ke Masyarakat

05

KKG PJOK Tallo Jajaki Kolaborasi Program dengan Pemerintah Kecamatan

HUT Kabupaten Enrekang Ke-66
PEMKOT MAKASSAR - MANYALA.CO
Manyala.co

Olahraga

KKG PJOK KEC.TALLO Kolaborasi Dengan Fobi Makassar dan KKG UJUNG TANAH SANGKARANG

KKG PJOK Tallo, Tamalate, Panakkukang Gelar Pelatihan Deep Learning

Erick Thohir Bantah Laporkan FAM ke FIFA

PSSI: Tak Ada Naturalisasi Baru di FIFA Series

Olahraga Saat Puasa Aman dengan Penyesuaian Intensitas

KNPI Makassar Bersama KKG PJOK Tallo Gelar Kompetisi Futsal dan Voli Pelajar

Indonesia Ajukan Diri Tuan Rumah Piala Asia 2031

Indonesia ke Final Piala Asia Futsal Usai Kalahkan Jepang

Indonesia Lolos Perempat Final Piala Asia Futsal 2026

Indonesia Juara Grup A Usai Imbang Lawan Irak

Alwi Farhan Lolos Final Indonesia Masters 2026

Timnas Indonesia Hadapi Bulgaria, Solomon dan Saint Kitts di FIFA Series

Leo/Bagas Lolos Babak Kedua Indonesia Masters 2026

PSM Makassar Tambah Dua Pemain Asing Hadapi Putaran Kedua

Jonatan Christie Runner-up India Open 2026

PSM Makassar Hadirkan Bus Tim dan Rilis Jersey Khusus Suporter

Prabowo Realisasikan Bonus Atlet SEA Games 2025

Mental Juang PSM Makassar Diuji Jelang Laga Kontra Bali United

Malaysia Open 2026: Lima Wakil Indonesia Tampil di Babak 16 Besar

PSM Makassar Uji Pertahanan Hadapi Trisula Borneo FC

Kolom