Elon Musk Nilai Kuliah Kian Kurang Relevan di Era AI

Elon Musk
Elon Musk in Lex Fridman's interview.

Manyala.co – CEO Tesla Inc. Elon Musk menyatakan pendidikan perguruan tinggi semakin kehilangan relevansi seiring pesatnya perkembangan kecerdasan buatan dan robotika yang diperkirakan akan menggantikan jutaan pekerjaan manusia di masa depan.

Pernyataan tersebut disampaikan Musk dalam podcast People By WTF bersama pengusaha Nikhil Kamath, Jumat (6/2/2026). Dalam diskusi itu, Musk menilai banyak keterampilan yang diajarkan di bangku kuliah berpotensi tidak lagi dibutuhkan dalam masyarakat yang semakin didominasi teknologi otomatisasi.

Musk menyebut kuliah masih memiliki nilai, terutama untuk pengembangan keterampilan sosial dan interaksi dengan sesama. Namun, ia mempertanyakan efektivitas pendidikan tinggi jika tujuan utamanya hanya untuk memperoleh keterampilan teknis tertentu.

“Apakah keterampilan ini akan dibutuhkan di masa depan? Mungkin tidak, karena kita akan berada di masyarakat pasca-kerja,” kata Musk, sebagaimana dikutip dari Benzinga.

Ia menambahkan bahwa kuliah tetap layak ditempuh apabila seseorang memiliki minat kuat pada bidang tertentu, seperti ilmu pengetahuan, seni, atau sains. Menurut Musk, pendekatan pendidikan yang lebih luas dan lintas disiplin akan lebih relevan dibandingkan spesialisasi sempit yang berisiko tergantikan oleh teknologi.

Bukan Menggusur, Wali Kota Munafri Arifuddin Tata Kota dengan Solusi Relokasi PKL

“Menurut saya, Anda tidak harus kuliah, tetapi jika melakukannya, belajarlah sebanyak mungkin di berbagai bidang,” ujar Musk. Ia juga menyebut bahwa anak-anaknya yang lebih tua memiliki pandangan serupa, yakni kecerdasan buatan akan membuat banyak keterampilan manusia menjadi tidak lagi diperlukan.

Musk menggambarkan perkembangan AI dan robotika sebagai “gelombang supersonik” yang akan memicu perubahan paling radikal dalam sejarah dunia kerja. Pernyataan tersebut sejalan dengan tren global di mana otomatisasi semakin meluas, baik di sektor industri, jasa, maupun pekerjaan berbasis pengetahuan.

Peringatan serupa juga disampaikan oleh sejumlah pemimpin industri teknologi lainnya. CEO Anthropic, Dario Amodei, memperkirakan bahwa AI berpotensi menggantikan hingga 50 persen pekerjaan entry-level di sektor white-collar dalam lima tahun ke depan. Sementara itu, pendiri Microsoft Bill Gates menyatakan bahwa AI pada akhirnya akan mengambil alih sebagian besar tugas yang saat ini dikerjakan manusia.

Dampak teknologi ini mulai tercermin dalam data ketenagakerjaan. Firma konsultan tenaga kerja Challenger, Gray & Christmas mencatat sekitar 55.000 pekerja di berbagai sektor kehilangan pekerjaan sepanjang tahun lalu akibat adopsi teknologi berbasis AI. Angka tersebut mencerminkan meningkatnya tekanan terhadap pasar tenaga kerja global, khususnya pada pekerjaan administratif dan analitis.

Musk menegaskan bahwa respons terhadap perkembangan AI seharusnya tidak didominasi rasa takut. Ia mendorong investasi dan pemanfaatan teknologi secara bertanggung jawab. Namun, ia juga mengingatkan bahwa AI bersifat “potensial destruktif” apabila disalahgunakan.

Komisi V DPR RI, BBWS, dan Pemkot Makassar Tata Kota Sesuai Arahan Presiden Prabowo

“Bukan berarti kita dijamin punya masa depan positif dengan AI,” kata Musk. Ia menilai AI dapat menghasilkan kesimpulan berbahaya jika dipaksa menerima informasi yang tidak benar atau propaganda. Menurutnya, pengembangan AI yang aman harus diarahkan pada pencarian kebenaran, rasa ingin tahu, dan penghargaan terhadap nilai-nilai kemanusiaan.

Hingga Jumat sore, belum ada pernyataan resmi dari otoritas pendidikan atau ketenagakerjaan global terkait implikasi kebijakan dari pandangan Musk tersebut.

Berita Terbaru

Berita Terpopuler

01

Deretan Calon Ketua IKA Teknik Sipil Unhas, 2 Dosen Siap Lanjutkan Tongkat Kepemimpinan

02

Prabowo Luncurkan Program Gentengnisasi Lewat Gerakan Indonesia ASRI

03

Indonesia Dukung Palestina lewat Board of Peace, Israel Tetap Menolak

04

Serangan Bersenjata di Balochistan Tewaskan 48 Orang

05

Tujuh Pangkalan Udara Terbesar Amerika Berdasarkan Populasi

PEMKOT MAKASSAR - MANYALA.CO
manyala-ads
Manyala.co

Olahraga

Indonesia Ajukan Diri Tuan Rumah Piala Asia 2031

Indonesia ke Final Piala Asia Futsal Usai Kalahkan Jepang

Indonesia Lolos Perempat Final Piala Asia Futsal 2026

Indonesia Juara Grup A Usai Imbang Lawan Irak

Alwi Farhan Lolos Final Indonesia Masters 2026

Timnas Indonesia Hadapi Bulgaria, Solomon dan Saint Kitts di FIFA Series

Leo/Bagas Lolos Babak Kedua Indonesia Masters 2026

PSM Makassar Tambah Dua Pemain Asing Hadapi Putaran Kedua

Jonatan Christie Runner-up India Open 2026

PSM Makassar Hadirkan Bus Tim dan Rilis Jersey Khusus Suporter

Prabowo Realisasikan Bonus Atlet SEA Games 2025

Mental Juang PSM Makassar Diuji Jelang Laga Kontra Bali United

Malaysia Open 2026: Lima Wakil Indonesia Tampil di Babak 16 Besar

PSM Makassar Uji Pertahanan Hadapi Trisula Borneo FC

Indonesia Usulkan Australia dan Selandia Baru Ikut SEA Games

Indonesia Juara Piala AFF Futsal U-16

Trucha Optimistis PSM Kejar Lima Besar Meski Tanpa Kemenangan

Indonesia U-16 Melaju ke Final AFF Futsal 2025

Ranking FIFA Terbaru: Indonesia Bertahan di Posisi 122

Futsal Competition 2025, KKG PJOK Tallo Tekankan Kolaborasi

Kolom