Manyala.co – Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menanggapi secara bijak keputusan Federasi Sepak Bola Asia Tenggara (AFF) yang menolak keikutsertaan Persebaya Surabaya dan Malut United sebagai wakil Indonesia dalam ajang ASEAN Club Championship (ACC) 2025/2026. Meski ada perbedaan pandangan antara AFF dan PT Liga Indonesia Baru (LIB), Erick menegaskan bahwa pihaknya tidak mempersoalkan penolakan tersebut.
Penolakan itu sendiri bermula dari keputusan PT LIB yang mengusulkan Persebaya (peringkat 3 Liga 1) dan Malut United (peringkat 4) sebagai wakil Indonesia ke kompetisi ACC. Sementara AFF lebih menginginkan agar tim peringkat satu dan dua Liga 1, yakni Persib Bandung dan Dewa United yang tampil di kejuaraan regional tersebut.
Namun, PT LIB mengacu pada regulasi internal bahwa dua tim teratas klasemen akhir Liga 1 akan difokuskan untuk mengikuti kompetisi yang berada di bawah naungan Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC). Persib dan Dewa United direncanakan masing-masing akan berlaga di AFC Champions League Two dan Asian Challenge Cup Two musim depan.
“Yang saya dengar hari ini AFF sudah memutuskan tidak menerima. Ya tidak apa-apa, karena itu hak mereka,” ujar Erick di Jakarta, Jumat. “Lagipula turnamen Shopee Cup (ASEAN Club Championship) itu kan bukan kompetisi resmi AFC, tapi turnamen yang dikelola pihak ketiga, kalau tidak salah Sporting 5.”
Erick menambahkan bahwa keputusan PT LIB telah melalui pertimbangan matang, termasuk beban kompetisi yang harus dijalani klub-klub Indonesia. Ia menekankan bahwa penempatan tim di level Asia lebih diprioritaskan karena dinilai memiliki tingkat kompetisi yang lebih tinggi dan dampak yang lebih besar terhadap peringkat serta pengalaman internasional klub.
Menurut Erick, PSSI mendukung penuh keputusan PT LIB karena klub-klub lebih memahami kondisi fisik dan jadwal kompetisi pemain mereka. “Kami dari PSSI menerima karena memang yang tahu kompleksitas musim kompetisi dan tingkat kelelahan pemain itu ya klub-klubnya sendiri,” jelasnya.
Meski akhirnya Indonesia dipastikan tidak memiliki wakil dalam ASEAN Club Championship musim 2025/2026, Erick tetap optimistis dengan arah yang diambil PSSI. Ia percaya bahwa dengan fokus pada level Asia, klub-klub Indonesia dapat bersaing lebih baik dan membawa nama baik Indonesia ke panggung internasional yang lebih luas.
Pada musim sebelumnya (2024/2025), Indonesia mengirimkan dua klub, yakni PSM Makassar dan Borneo FC, ke ACC. PSM sempat menunjukkan performa impresif dengan menembus babak semifinal, namun harus tersingkir oleh Cong An Hanoi dari Vietnam. Sementara Borneo FC gagal melaju dari fase grup setelah hanya finis di posisi keempat klasemen Grup B.
Melalui pengalaman musim lalu, PSSI dan PT LIB mengambil pelajaran penting mengenai efektivitas penjadwalan dan beban kompetisi. Dengan menempatkan prioritas pada level Asia, diharapkan klub-klub nasional bisa membangun reputasi yang lebih kuat di kancah internasional, sekaligus mendongkrak koefisien liga Indonesia di tingkat AFC.
“Dengan kekuatan Liga kita saat ini, dan hubungan baik dengan AFC, saya rasa kita tetap punya jalur dan nilai tersendiri. Jadi kita terus melangkah ke depan,” tutup Erick.
Keputusan ini menjadi sinyal kuat bahwa PSSI tengah mengarahkan langkah pembinaan dan kompetisi klub-klub Indonesia ke level yang lebih tinggi, dengan harapan agar sepak bola nasional semakin kompetitif dan berkembang secara berkelanjutan di masa mendatang.































