Gelombang Besar “No Kings” Guncang AS, Jutaan Warga Turun ke Jalan Protes Kebijakan Trump

Ribuan hingga jutaan demonstran memadati berbagai kota di Amerika Serikat dalam aksi “No Kings” pada 30 Maret 2026 sebagai bentuk penolakan terhadap kebijakan Presiden Donald Trump.
Ribuan hingga jutaan demonstran memadati berbagai kota di Amerika Serikat dalam aksi “No Kings” pada 30 Maret 2026 sebagai bentuk penolakan terhadap kebijakan Presiden Donald Trump.

Manyala.co — Gelombang demonstrasi bertajuk “No Kings” mengguncang berbagai wilayah Amerika Serikat pada Minggu (29/3/2026) waktu setempat. Aksi yang berlangsung serentak di seluruh 50 negara bagian ini menjadi salah satu mobilisasi massa terbesar dalam sejarah modern AS, dengan partisipasi jutaan warga.

Penyelenggara menyebut demonstrasi digelar di lebih dari 3.100 hingga 3.300 titik dengan jumlah peserta diperkirakan mencapai 8 hingga 9 juta orang. Aksi berlangsung di kota-kota besar seperti New York, Los Angeles, dan Washington DC, serta meluas hingga kota-kota kecil.

Gerakan “No Kings” merupakan aksi protes politik yang digagas kelompok masyarakat sipil sebagai bentuk penolakan terhadap kepemimpinan Presiden Donald Trump yang dinilai cenderung otoriter. Gerakan ini menegaskan bahwa Amerika Serikat adalah negara demokrasi yang menolak kekuasaan absolut dan menjunjung tinggi konstitusi.

Selain isu kepemimpinan, demonstrasi juga dipicu sejumlah kebijakan pemerintah, terutama terkait imigrasi, dugaan pelanggaran hak sipil, hingga meningkatnya ketegangan global. Banyak demonstran turut menyerukan penolakan terhadap konflik Iran serta keterlibatan militer Amerika Serikat.

Aksi terbesar tercatat berlangsung di Minnesota, khususnya di Saint Paul, dengan kehadiran sekitar 100.000 peserta. Wilayah ini menjadi simbol perlawanan setelah insiden penembakan oleh aparat federal yang memicu kemarahan publik.

Prajurit TNI Gugur di Lebanon, RI Kutuk Keras Serangan Israel

Di sejumlah kota lain, seperti New York, aparat mencatat puluhan ribu peserta mengikuti aksi secara damai tanpa penangkapan. Namun, di beberapa wilayah seperti Los Angeles, demonstrasi sempat memanas hingga aparat menggunakan gas air mata untuk membubarkan massa.

Gelombang protes ini juga meluas ke luar negeri. Ratusan orang, termasuk warga Amerika yang tinggal di Prancis, menggelar aksi di Paris sebagai bentuk solidaritas. Para demonstran membawa berbagai poster kritik, termasuk pesan anti-perang dan tuntutan keadilan.

Gerakan “No Kings” sendiri telah berkembang sejak 2025 dan menunjukkan tren peningkatan signifikan. Pada Juni 2025, aksi diikuti sekitar 4 hingga 6 juta orang di lebih dari 2.100 lokasi. Jumlah tersebut meningkat menjadi sekitar 7 juta peserta pada Oktober 2025, dan mencapai puncaknya pada aksi terbaru Maret 2026.

Meski demikian, Gedung Putih mengecilkan skala demonstrasi dan menilai aksi tersebut tidak mencerminkan dukungan publik yang luas. Pemerintah juga menyebut mobilisasi massa didukung jaringan kelompok tertentu.

Pengamat menilai, meningkatnya intensitas demonstrasi menunjukkan meluasnya ketidakpuasan publik terhadap kebijakan pemerintah.

China Perkuat Ketahanan Energi Hadapi Krisis Minyak Global

Aksi ini dinilai berpotensi memengaruhi dinamika politik nasional, termasuk arah kebijakan dan peta kekuatan menjelang pemilu di Amerika Serikat.

Berita Terbaru

Berita Terpopuler

01

Khamenei Gugur dalam Serangan Militer AS–Israel di Teheran

02

Pererat Silaturahmi Alumni, IKA Teknik Sipil Unhas Gelar Halal Bi Halal 2026

03

Buka Puasa Penuh Inovasi! RT 08 Permata Hijau Lestari Resmi Luncurkan Gerakan Wanita Tani 08

04

Bareng Daeng Guard, Story Gym Makassar Bagikan 1.000 Paket Takjil Ramadhan ke Masyarakat

05

Lantik Pengurus IKATSI Periode 2025-2029, DPP IKATEK Unhas: Regenerasi Kunci Keberlanjutan Organisasi

HUT Kabupaten Enrekang Ke-66
PEMKOT MAKASSAR - MANYALA.CO
Manyala.co

Olahraga

KKG PJOK KEC.TALLO Kolaborasi Dengan Fobi Makassar dan KKG UJUNG TANAH SANGKARANG

KKG PJOK Tallo, Tamalate, Panakkukang Gelar Pelatihan Deep Learning

Erick Thohir Bantah Laporkan FAM ke FIFA

PSSI: Tak Ada Naturalisasi Baru di FIFA Series

Olahraga Saat Puasa Aman dengan Penyesuaian Intensitas

KNPI Makassar Bersama KKG PJOK Tallo Gelar Kompetisi Futsal dan Voli Pelajar

Indonesia Ajukan Diri Tuan Rumah Piala Asia 2031

Indonesia ke Final Piala Asia Futsal Usai Kalahkan Jepang

Indonesia Lolos Perempat Final Piala Asia Futsal 2026

Indonesia Juara Grup A Usai Imbang Lawan Irak

Alwi Farhan Lolos Final Indonesia Masters 2026

Timnas Indonesia Hadapi Bulgaria, Solomon dan Saint Kitts di FIFA Series

Leo/Bagas Lolos Babak Kedua Indonesia Masters 2026

PSM Makassar Tambah Dua Pemain Asing Hadapi Putaran Kedua

Jonatan Christie Runner-up India Open 2026

PSM Makassar Hadirkan Bus Tim dan Rilis Jersey Khusus Suporter

Prabowo Realisasikan Bonus Atlet SEA Games 2025

Mental Juang PSM Makassar Diuji Jelang Laga Kontra Bali United

Malaysia Open 2026: Lima Wakil Indonesia Tampil di Babak 16 Besar

PSM Makassar Uji Pertahanan Hadapi Trisula Borneo FC

Kolom