Manyala.co – Anggota DPRD Kota Makassar, Idris, mengakhiri masa reses ketiga tahun anggaran 2024/2025 dengan menyambangi warga Kelurahan Tamalanrea, Kecamatan Tamalanrea. Kegiatan yang digelar Sabtu (21/6/2025) di Jalan Perintis Kemerdekaan 14, RW 04 itu berlangsung akrab, dan menjadi ruang terbuka bagi warga menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi.
Dalam dialog tersebut, sejumlah isu penting mencuat, mulai dari kebutuhan listrik rumah tangga, akses pendidikan tinggi bagi keluarga kurang mampu, hingga persoalan lingkungan seperti tumpukan sampah.
Idris menyoroti kondisi sebagian besar warga RW 04 yang dinilainya sudah tidak lagi relevan menggunakan daya listrik 450 watt. Dengan banyaknya peralatan elektronik yang dimiliki warga, seperti kulkas, sepeda motor, hingga ponsel pintar. Idris menilai perlu ada evaluasi terhadap kebijakan subsidi listrik. Ia mendorong Pemerintah Kota Makassar agar meninjau ulang skema bantuan daya listrik, khususnya melalui Program SAFA, agar penyaluran benar-benar sesuai kebutuhan masyarakat.
“Kalau masyarakat sudah punya kebutuhan listrik besar, jangan dipaksakan lagi dengan daya 450 watt. Pemerintah harus turun tangan menyesuaikan dengan kondisi riil,” ujar Idris di hadapan warga.
Tak hanya soal energi, isu pendidikan pun menjadi perhatian serius dalam pertemuan ini. Idris mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengupayakan bantuan beasiswa melalui jalur aspirasi Partai Gerindra. Sejumlah mahasiswa dari RW 04 bahkan sudah menikmati program tersebut, dan beberapa di antaranya kini mendekati kelulusan.
“Salah satunya, Satria Hanafan, sudah di ambang wisuda tahun ini. Ini bukti bahwa kerja aspiratif bisa berdampak nyata,” jelasnya. Ia menambahkan, saat ini sekitar 30 calon penerima beasiswa lain masih dalam proses pendataan dan diharapkan bisa segera difasilitasi pada tahun berjalan.
Warga juga menyampaikan keresahan mereka terhadap persoalan sampah. Tumpukan limbah rumah tangga yang masih ditemukan di beberapa sudut permukiman dianggap mengganggu kenyamanan. Menanggapi hal ini, Idris berjanji akan mendorong optimalisasi layanan kebersihan dari pemerintah, terutama dalam bentuk pengelolaan sampah gratis.
“Persoalan sampah itu tidak bisa hanya dibebankan ke warga. Pemerintah mesti hadir dengan layanan kebersihan yang benar-benar bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Idris kembali menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan suara masyarakat di parlemen kota. Ia mengajak warga agar tak sungkan menyampaikan aspirasi atau keluhan secara terbuka, demi perbaikan kebijakan dan pelayanan publik.
“Insyaallah, saya akan terus kawal dan sampaikan suara masyarakat agar bisa masuk ke meja pemerintah dan ditindaklanjuti,” pungkasnya.
































