Jonatan Christie dan Chico Resmi Tinggalkan Pelatnas PBSI, Ini Alasan di Baliknya

Jonatan Christie dan Chico Resmi Tinggalkan Pelatnas PBSI, Ini Alasan di Baliknya - Pelatnas - Gambar 1418
Jonatan Christie dan Chico Dwi Wardoyo meninggalkan pelatnas PBSI. Foto: PBSI

Manyala.co – Dua pebulutangkis tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie dan Chico Aura Dwi Wardoyo, secara resmi menyatakan mundur dari Pelatnas Cipayung. Kabar tersebut disampaikan langsung oleh Wakil Ketua Umum I PBSI, Taufik Hidayat, pada Kamis (15/5/2025), di Jakarta.

Mundurnya Jonatan dan Chico bukanlah bentuk perpisahan yang menyakitkan. Keduanya tetap berada dalam naungan Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) dan akan tetap memperkuat tim nasional Indonesia dalam turnamen internasional resmi.

“Jonatan dan Chico masih merupakan bagian dari keluarga besar PBSI. Kami menghargai keputusan mereka dan tetap akan mendukung karier profesional mereka,” ujar Taufik.

Refleksi Pasca Olimpiade Jadi Titik Balik

Dalam pernyataannya, Jonatan Christie mengungkap bahwa keputusannya meninggalkan pelatnas muncul setelah melalui proses refleksi mendalam usai hasil yang kurang memuaskan di Olimpiade Paris 2024. Ia mengaku sempat terpikir untuk benar-benar berhenti dari dunia bulu tangkis.

“Pasca Olimpiade itu jadi titik evaluasi besar. Kami sudah berjuang maksimal, tapi hasilnya tak sesuai ekspektasi. Saya sangat kecewa saat itu,” ungkapnya.

Indonesia Ajukan Diri Tuan Rumah Piala Asia 2031

Namun, setelah berdiskusi dengan keluarga, istri, pelatih, dan tokoh-tokoh penting di PBSI seperti Taufik Hidayat dan M. Fadil Imran, Jonatan memilih tetap melanjutkan karier bulu tangkisnya, tapi dengan pendekatan berbeda: menjadi atlet profesional di luar pelatnas.

Bukan Perpisahan, Tapi Transisi Menuju Profesionalisme

Sejak akhir 2024, Jonatan sudah mengajukan permohonan kepada PBSI untuk berlatih secara mandiri melalui klub profesional. Salah satu alasannya adalah faktor jarak antara rumah dan pelatnas yang cukup jauh dan menyulitkan ritme latihan.

“Ini bukan keputusan yang mudah. Tapi saya yakin bahwa menjadi pemain profesional bisa memberi fleksibilitas dan fokus lebih. Di mana pun saya berlatih, saya tetap membawa nama Indonesia,” ujar Jonatan.

Tidak Ada Konflik, Keputusan Berdasarkan Kedewasaan

Baik Jonatan maupun Chico menegaskan bahwa tidak ada masalah pribadi maupun profesional dengan PBSI. Keduanya menilai keputusan ini murni sebagai bagian dari perjalanan karier dan pertimbangan kehidupan pribadi.

“Semua ini sudah saya pikirkan matang-matang bersama keluarga. Tidak ada masalah sama sekali dengan PBSI. Justru saya sangat bersyukur atas dukungan yang mereka berikan,” ucap Jonatan.

Indonesia ke Final Piala Asia Futsal Usai Kalahkan Jepang

Senada dengan itu, Chico menyampaikan bahwa keputusannya juga diambil dengan banyak pertimbangan, termasuk kesiapan untuk kembali ke sistem latihan klub.

“Kami akan tetap bersparring jika dibutuhkan. Tidak ada permasalahan apa pun dengan pengurus,” kata Chico.

PBSI Fokus Regenerasi, Minta Waktu Bentuk Bakat Baru

Di sisi lain, Taufik Hidayat menyampaikan bahwa PBSI saat ini tengah fokus pada proses regenerasi atlet, dengan target jangka panjang untuk Olimpiade 2028. Ia menyadari publik sering menilai PBSI hanya dari hasil di level atas, padahal pembinaan di level bawah membutuhkan waktu dan proses panjang.

“Kami tak menutup mata terhadap kritik. Tapi orang sering lupa, pembentukan atlet seperti Jonatan dulu juga butuh waktu bertahun-tahun. Sekarang kami sedang menyiapkan nama-nama baru seperti Alwi Farhan, Ubed (Moh Zaki Ubaidillah) dan lainnya,” ujar Taufik.

Ia menjelaskan bahwa pemain-pemain muda saat ini harus melewati berbagai tahapan turnamen berlevel rendah terlebih dahulu untuk menaikkan peringkat, sebelum bisa bersaing di turnamen kelas dunia seperti Super 500 atau Super 1000.

Indonesia Lolos Perempat Final Piala Asia Futsal 2026

“Tidak bisa instan. Kami butuh waktu. Kami mohon publik bersabar. Kami sedang menyusun ulang fondasi,” jelasnya.

Meskipun kini berstatus sebagai pemain profesional, Jonatan Christie memastikan bahwa semangatnya untuk membela Indonesia tidak akan berkurang sedikit pun.

“Saya besar di PBSI, dan semangat pelatnas itu akan selalu saya bawa. Saya tetap berkomitmen penuh untuk Indonesia. Ini bukan perpisahan, tapi bentuk adaptasi agar saya bisa terus berkembang,” tegasnya.

Berita Terbaru

Berita Terpopuler

01

Deretan Calon Ketua IKA Teknik Sipil Unhas, 2 Dosen Siap Lanjutkan Tongkat Kepemimpinan

02

Prabowo Luncurkan Program Gentengnisasi Lewat Gerakan Indonesia ASRI

03

Indonesia Dukung Palestina lewat Board of Peace, Israel Tetap Menolak

04

Serangan Bersenjata di Balochistan Tewaskan 48 Orang

05

Tujuh Pangkalan Udara Terbesar Amerika Berdasarkan Populasi

PEMKOT MAKASSAR - MANYALA.CO
manyala-ads
Manyala.co

Olahraga

Indonesia Ajukan Diri Tuan Rumah Piala Asia 2031

Indonesia ke Final Piala Asia Futsal Usai Kalahkan Jepang

Indonesia Lolos Perempat Final Piala Asia Futsal 2026

Indonesia Juara Grup A Usai Imbang Lawan Irak

Alwi Farhan Lolos Final Indonesia Masters 2026

Timnas Indonesia Hadapi Bulgaria, Solomon dan Saint Kitts di FIFA Series

Leo/Bagas Lolos Babak Kedua Indonesia Masters 2026

PSM Makassar Tambah Dua Pemain Asing Hadapi Putaran Kedua

Jonatan Christie Runner-up India Open 2026

PSM Makassar Hadirkan Bus Tim dan Rilis Jersey Khusus Suporter

Prabowo Realisasikan Bonus Atlet SEA Games 2025

Mental Juang PSM Makassar Diuji Jelang Laga Kontra Bali United

Malaysia Open 2026: Lima Wakil Indonesia Tampil di Babak 16 Besar

PSM Makassar Uji Pertahanan Hadapi Trisula Borneo FC

Indonesia Usulkan Australia dan Selandia Baru Ikut SEA Games

Indonesia Juara Piala AFF Futsal U-16

Trucha Optimistis PSM Kejar Lima Besar Meski Tanpa Kemenangan

Indonesia U-16 Melaju ke Final AFF Futsal 2025

Ranking FIFA Terbaru: Indonesia Bertahan di Posisi 122

Futsal Competition 2025, KKG PJOK Tallo Tekankan Kolaborasi

Kolom