Kasus Tragis Bocah Sukabumi Jadi Alarm Layanan Kesehatan, Menkes Budi dan Pemprov Jabar Lakukan Evaluasi

Kasus Tragis Bocah Sukabumi Jadi Alarm Layanan Kesehatan, Menkes Budi dan Pemprov Jabar Lakukan Evaluasi - Kasus - Gambar 47
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi (dok. KOMPAS.com/FIRDA JANATI)

Manyala.co – Tragedi meninggalnya Raya, bocah asal Kabupaten Sukabumi yang tubuhnya ditemukan penuh cacing, memantik perhatian luas publik sekaligus menggugah keprihatinan pemerintah pusat. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menilai kasus ini merupakan tanda serius bahwa layanan kesehatan di Indonesia masih belum merata dan perlu dibenahi.

Dalam keterangannya saat menghadiri kegiatan di Graha Sanusi Universitas Padjadjaran, Bandung, Jumat (22/8), Budi mengungkapkan rasa sedih atas kejadian yang menimpa almarhum. Ia menyebut Presiden Prabowo Subianto telah secara khusus menegaskan kepadanya agar memastikan seluruh masyarakat, dari perkotaan hingga pelosok, memperoleh layanan kesehatan yang setara.

“Pak Presiden menyampaikan langsung, jangan ada perbedaan akses kesehatan antara rakyat yang tinggal di kota besar dengan yang berada di daerah terpencil. Kasus ini menjadi semacam alarm bagi kita semua agar benar-benar memastikan pelayanan kesehatan menjangkau 280 juta rakyat Indonesia,” ujar Budi.

Koordinasi dan Langkah Cepat di Jawa Barat

Sebagai tindak lanjut, Menkes telah berkomunikasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi serta Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan. Tak hanya itu, ia juga membuka komunikasi dengan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi untuk bersama-sama mencari solusi.

Budi menjelaskan langkah awal yang ditempuh adalah mengerahkan dinas kesehatan agar turun langsung ke Puskesmas, khususnya di daerah jauh dari pusat kota. Dengan begitu, monitoring dan audit pelayanan dapat dilakukan secara intensif.

Bukan Menggusur, Wali Kota Munafri Arifuddin Tata Kota dengan Solusi Relokasi PKL

“Kalau ada satu anak saja terindikasi cacingan, itu pertanda lingkungan dan sanitasi di daerah tersebut belum baik. Obatnya ada dan murah, tersedia di Puskesmas. Jadi yang kita butuhkan adalah sistem pelayanan yang lebih aktif menjangkau masyarakat,” terang Budi.

Gubernur Jabar Tekankan Peran Desa dan Posyandu

Di sisi lain, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyebut pemerintah daerah kini tengah melakukan evaluasi serius. Ia menekankan pentingnya keterlibatan aparat desa, kader PKK, hingga Posyandu dalam menjaga kesehatan masyarakat sejak dini.

Menurutnya, kegiatan sederhana seperti penimbangan balita tiap bulan yang dulu menjadi tradisi harus terus digalakkan kembali. “Jika itu dijalankan rutin, deteksi dini bisa dilakukan dan pencegahan lebih mudah. Jangan sampai kita lengah hingga ada kasus tragis baru,” kata Dedi.

Audit dan Peningkatan Kompetensi Tenaga Kesehatan

Kepala Dinas Kesehatan Jawa Barat, Vini Adiani Dewi, turut menambahkan bahwa pihaknya sedang melakukan audit pelayanan kesehatan secara menyeluruh. Audit ini mencakup Puskesmas, Posyandu, hingga perangkat desa yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Sebagai bagian dari perbaikan, Dinkes Jabar berencana memberikan pembekalan tambahan kepada dokter Puskesmas terkait penanganan penyakit cacingan. “Kami akan menggelar pertemuan dengan dokter Puskesmas se-Jawa Barat. Fokusnya adalah peningkatan kompetensi dalam pengobatan cacingan,” jelas Vini.

Komisi V DPR RI, BBWS, dan Pemkot Makassar Tata Kota Sesuai Arahan Presiden Prabowo

Selain itu, pihaknya juga memperketat kebijakan pemberian obat cacing. Kini, setiap distribusi vitamin A di Jawa Barat diwajibkan disertai dengan obat cacing agar pencegahan bisa lebih efektif. “Kami buat kebijakan, setiap anak yang diberi vitamin A, wajib juga diberikan obat cacing. Ini langkah untuk mencegah kasus serupa terulang,” sambungnya.

Kasus yang dialami Raya menegaskan adanya kesenjangan nyata dalam layanan kesehatan antara perkotaan dan pedesaan. Pemerintah pusat hingga daerah kini berjanji memperkuat sistem kesehatan dasar agar tragedi serupa tidak lagi menimpa anak-anak Indonesia.

Peristiwa ini diharapkan menjadi momentum evaluasi menyeluruh, tidak hanya di Jawa Barat, tetapi juga di daerah lain di seluruh Indonesia. Pemerintah pun menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor, mulai dari Puskesmas, Posyandu, perangkat desa, hingga masyarakat, dalam menjaga kesehatan dan sanitasi lingkungan.

Berita Terbaru

Berita Terpopuler

01

Deretan Calon Ketua IKA Teknik Sipil Unhas, 2 Dosen Siap Lanjutkan Tongkat Kepemimpinan

02

Prabowo Luncurkan Program Gentengnisasi Lewat Gerakan Indonesia ASRI

03

Indonesia Dukung Palestina lewat Board of Peace, Israel Tetap Menolak

04

Serangan Bersenjata di Balochistan Tewaskan 48 Orang

05

Tujuh Pangkalan Udara Terbesar Amerika Berdasarkan Populasi

PEMKOT MAKASSAR - MANYALA.CO
manyala-ads
Manyala.co

Olahraga

Indonesia Ajukan Diri Tuan Rumah Piala Asia 2031

Indonesia ke Final Piala Asia Futsal Usai Kalahkan Jepang

Indonesia Lolos Perempat Final Piala Asia Futsal 2026

Indonesia Juara Grup A Usai Imbang Lawan Irak

Alwi Farhan Lolos Final Indonesia Masters 2026

Timnas Indonesia Hadapi Bulgaria, Solomon dan Saint Kitts di FIFA Series

Leo/Bagas Lolos Babak Kedua Indonesia Masters 2026

PSM Makassar Tambah Dua Pemain Asing Hadapi Putaran Kedua

Jonatan Christie Runner-up India Open 2026

PSM Makassar Hadirkan Bus Tim dan Rilis Jersey Khusus Suporter

Prabowo Realisasikan Bonus Atlet SEA Games 2025

Mental Juang PSM Makassar Diuji Jelang Laga Kontra Bali United

Malaysia Open 2026: Lima Wakil Indonesia Tampil di Babak 16 Besar

PSM Makassar Uji Pertahanan Hadapi Trisula Borneo FC

Indonesia Usulkan Australia dan Selandia Baru Ikut SEA Games

Indonesia Juara Piala AFF Futsal U-16

Trucha Optimistis PSM Kejar Lima Besar Meski Tanpa Kemenangan

Indonesia U-16 Melaju ke Final AFF Futsal 2025

Ranking FIFA Terbaru: Indonesia Bertahan di Posisi 122

Futsal Competition 2025, KKG PJOK Tallo Tekankan Kolaborasi

Kolom