Makassar, Manyala.co — Ketua Umum Ormas Semut Hitam Indonesia, Syaripuddin atau Puput, angkat bicara terkait polemik yang berkembang di masyarakat Sulawesi Selatan mengenai isu pengadaan bibit nanas. Ia merasa perlu memberikan klarifikasi agar informasi yang beredar tidak berkembang menjadi fitnah dan menyasar pihak yang tidak berkaitan.
Dalam keterangan persnya pada Sabtu, 22/11/2025, Puput menegaskan bahwa upaya mengaitkan isu tersebut dengan mantan Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, adalah keliru dan tidak didukung data yang valid.
Bukan di Masa Andi Sudirman
Puput menjelaskan secara rinci bahwa pengadaan bibit nanas tersebut tidak terjadi pada masa kepemimpinan Andi Sudirman Sulaiman. Ia meminta masyarakat lebih cermat dalam melihat jejak administrasi pemerintahan.
“Perlu kami tegaskan dan luruskan kepada publik. Masalah pengadaan bibit nanas itu bukan di zaman Gubernur Andi Sudirman Sulaiman. Program itu berjalan di masa kepemimpinan Pj Gubernur Bahtiar Baharuddin,” tegas Puput.
Ia menilai, penggiringan opini yang seolah menimpakan tanggung jawab proyek tersebut kepada Andi Sudirman merupakan tindakan tidak fair dan tidak sesuai fakta lapangan. Ormas Semut Hitam Indonesia berkomitmen mengawal kebenaran agar masyarakat tidak termakan isu hoaks maupun politisasi birokrasi.
Apresiasi untuk Kejati Sulsel
Selain meluruskan isu, Puput juga menyampaikan apresiasi terhadap kinerja Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan (Kejati Sulsel). Menurutnya, Kejati Sulsel telah menunjukkan kinerja profesional, transparan, dan akuntabel dalam menangani berbagai kasus hukum, termasuk laporan-laporan yang masuk.
“Kami dari Semut Hitam Indonesia sangat mengapresiasi kinerja Kejati Sulsel. Langkah-langkah penegakan hukum yang mereka ambil sudah on the track. Kami mendukung penuh Kejati untuk terus bekerja profesional tanpa intervensi dari pihak manapun,” tambah Puput.
Ajak Publik Tetap Bijak
Menutup pernyataannya, Puput mengimbau seluruh elemen masyarakat dan pengamat politik di Sulawesi Selatan untuk lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi. Ia berharap suasana kondusif di Sulsel tetap terjaga, khususnya agar tidak ada tuduhan salah alamat terkait isu bibit nanas yang diarahkan kepada Andi Sudirman Sulaiman.
“Mari kita bicara berdasarkan fakta dan data, bukan asumsi. Semut Hitam akan terus hadir untuk meluruskan yang bengkok dan membela kebenaran,” tutupnya.
































