Manyala.co – Kabar duka datang dari dunia hiburan tanah air. Komedian sekaligus presenter ternama, Mpok Alpa, meninggal dunia pada Jumat, 15 Agustus 2025. Informasi ini dikonfirmasi oleh sejumlah rekan sesama artis, termasuk Raffi Ahmad, yang mengungkapkan bahwa almarhumah wafat setelah berjuang melawan penyakit kanker.
Menurut penuturan Raffi Ahmad saat ditemui di acara FYP Trans7 di Jakarta Selatan, Mpok Alpa telah menjalani pengobatan kanker sejak ia hamil anak kembar. Meski begitu, belum ada keterangan resmi dari pihak keluarga atau tenaga medis terkait jenis kanker yang diderita. Raffi menyebut, selama beberapa bulan terakhir Mpok Alpa kerap mengeluhkan sakit akibat penyakit yang diidapnya.
Riwayat penyakit kanker yang menimpa Mpok Alpa menjadi perhatian banyak pihak, terutama karena ia tetap aktif berkarya di dunia hiburan meski sedang berjuang melawan penyakit serius. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, sahabat, dan para penggemar yang mengenalnya sebagai sosok ceria dan menghibur.
Kanker sendiri, sebagaimana dijelaskan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), merupakan penyakit yang dapat muncul di hampir semua organ atau jaringan tubuh. Penyakit ini terjadi ketika sel-sel abnormal tumbuh tanpa kendali, melampaui batas normal, menyerang jaringan di sekitarnya, dan berpotensi menyebar ke organ lainya proses yang disebut metastasis. Metastasis inilah yang menjadi penyebab utama kematian pada penderita kanker.
Dalam dunia medis, kanker juga dikenal dengan istilah neoplasma atau tumor ganas. WHO mencatat bahwa kanker adalah penyebab kematian kedua terbanyak di dunia. Pada tahun 2018 saja, diperkirakan sekitar 9,6 juta orang meninggal akibat penyakit ini, atau setara dengan 1 dari 6 kematian secara global.
Jenis kanker yang paling sering menyerang pria adalah kanker paru-paru, prostat, kolorektal, lambung, dan hati. Sementara pada wanita, kanker payudara menempati posisi teratas, disusul kanker kolorektal, paru-paru, serviks, dan tiroid.
Penyebab kanker bersifat kompleks dan melibatkan kelainan genetik, meskipun bukan berarti selalu diwariskan dari orang tua. Penyakit ini terjadi ketika gen yang mengatur aktivitas sel mengalami mutasi, memicu pertumbuhan sel-sel abnormal yang membelah dengan cepat dan mengganggu fungsi tubuh. Sel-sel abnormal tersebut membentuk massa kanker atau tumor, dan dalam banyak kasus dapat melepaskan diri untuk menyebar ke bagian tubuh lain melalui aliran darah atau sistem limfatik.
Contohnya, tumor di payudara dapat bermigrasi ke paru-paru sehingga memicu gangguan pernapasan. Pada kanker darah, mutasi membuat sumsum tulang memproduksi sel darah abnormal yang tak terkendali, menggantikan sel darah normal, dan mengakibatkan fungsi tubuh terganggu secara serius.
Kisah perjuangan Mpok Alpa melawan kanker menjadi pengingat bahwa penyakit ini bisa menyerang siapa saja, tanpa memandang usia atau profesi. Meski tengah menjalani pengobatan, ia tetap menunjukkan semangat dan dedikasi pada pekerjaannya. Kini, kepergiannya menjadi kehilangan besar bagi dunia hiburan Indonesia.
Rencananya, jenazah Mpok Alpa akan dimakamkan di kampung halamannya. Para sahabat dan rekan sesama artis menyampaikan doa serta penghormatan terakhir, seraya berharap karya dan kenangan manis yang ditinggalkan almarhumah dapat menjadi inspirasi bagi banyak orang.

































