Makassar, Manyala.co – Aktivitas kuliner malam di Kota Makassar tetap bergeliat sepanjang tahun, termasuk pada periode perayaan Imlek hingga menjelang Ramadhan, ditopang oleh keberadaan sejumlah tempat makan yang beroperasi selama 24 jam dan diminati berbagai kalangan.
Sebagai salah satu pusat ekonomi di kawasan Indonesia timur, Makassar dikenal memiliki pola aktivitas masyarakat yang berlangsung hampir tanpa jeda. Kondisi tersebut mendorong berkembangnya layanan kuliner yang beroperasi tanpa batas waktu, melayani pekerja malam, wisatawan, hingga warga lokal yang beraktivitas di luar jam makan konvensional.
Data penelusuran Google Maps menunjukkan sejumlah rumah makan dan warung tradisional di Makassar memperoleh tingkat kunjungan dan ulasan tinggi, terutama pada malam hingga dini hari. Ragam menu yang tersedia mencakup kuliner khas Sulawesi Selatan hingga makanan cepat saji modern, dengan rentang harga yang bervariasi.
Salah satu destinasi yang menonjol adalah Aroma Coto Gagak, yang berlokasi di Jalan Gagak No.27. Warung ini dikenal luas dengan sajian coto Makassar berkuah kental dan potongan daging yang melimpah. Tempat tersebut beroperasi selama 24 jam dan kerap dipadati pengunjung pada malam hari.
Kuliner tradisional lainnya yang ramai dikunjungi adalah Sop Saudara Irian, yang memiliki beberapa cabang di Makassar. Cabang di Jalan Dr. Wahidin Sudirohusodo No.40 serta Jalan A. P. Pettarani No.17 sama-sama beroperasi tanpa henti. Sop saudara, makanan khas Pangkep, disajikan dengan kuah berbumbu rempah, bihun, serta isian daging dan jeroan.
Sementara itu, Songkolo Bagadang Alhamdulillah di kawasan Antang menjadi pilihan utama bagi pencari kuliner malam tradisional. Menu songkolo, berupa nasi ketan hitam atau putih yang disajikan dengan lauk khas, dikenal sebagai makanan pengganjal lapar hingga dini hari. Lokasi ini ramai dikunjungi hingga menjelang subuh.
Selain kuliner tradisional, layanan makanan cepat saji juga turut meramaikan peta kuliner malam Makassar. Almaz Fried Chicken di Jalan A. P. Pettarani Pangerang No.50 menawarkan ayam goreng krispi bersertifikasi halal dan beroperasi 24 jam, menjangkau konsumen yang membutuhkan alternatif praktis di malam hari.
Untuk kategori makanan laut, Rumah Makan 999 di Jalan Somba OPU No.271 menjadi salah satu tujuan utama. Lokasinya berada di kawasan wisata kuliner dan menyajikan berbagai olahan ikan, udang, serta kepiting dengan pilihan bumbu khas. Tempat ini kerap dipadati wisatawan yang berkunjung pada malam hari.
Keberadaan rumah makan 24 jam tersebut mencerminkan karakter ekonomi perkotaan Makassar yang dinamis. Hingga kini, belum tersedia data resmi pemerintah daerah mengenai kontribusi spesifik sektor kuliner malam terhadap perekonomian kota. Namun, geliat usaha ini dinilai berperan dalam mendukung sektor pariwisata dan ekonomi kreatif lokal.
































