Manyala.co – Suasana berbeda terlihat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Daya Makassar, Sulawesi Selatan, pada Jumat (15/8/2025). Beberapa pegawai rumah sakit menggelar perlombaan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia. Kegiatan itu berlangsung di area lobi dan sempat ramai diperbincangkan publik setelah videonya beredar di media sosial.
Dalam rekaman yang menyebar luas, tampak sejumlah staf RSUD Daya antusias mengikuti perlombaan khas 17 Agustus, salah satunya lomba menggunakan balon. Tidak sedikit pula keluarga pasien yang kebetulan berada di sekitar lobi ikut menyaksikan jalannya kegiatan, bahkan ada yang duduk di tangga rumah sakit sambil menonton.
Meski menimbulkan beragam komentar, pihak manajemen rumah sakit memastikan kegiatan tersebut tidak sampai mengganggu aktivitas pelayanan maupun kondisi pasien. Humas RSUD Daya, Wisnu, menjelaskan bahwa perlombaan hanya digelar selama satu hari, tepat setelah ibadah salat Jumat, dan selesai sebelum masuk waktu Asar.
“Lomba itu cuma sehari, kemarin setelah salat Jumat sampai sebelum Asar. Jadi tidak sampai mengganggu pelayanan pasien karena saat itu poli sudah tutup,” ujar Wisnu kepada wartawan, Sabtu (16/8/2025).
Dilaksanakan Setelah Jam Poli Tutup
Menurut Wisnu, alasan utama memilih lobi sebagai lokasi lomba karena pihak rumah sakit tidak memiliki aula besar atau ruangan representatif yang bisa menampung banyak orang. Meskipun demikian, ia menekankan bahwa kegiatan itu dilaksanakan ketika pelayanan pasien rawat jalan sudah berakhir, sehingga tidak ada lagi antrean pendaftaran.
“Kalau di lobi itu memang pagi ada pelayanan, tapi setelah salat Jumat kan sudah tidak ada lagi pasien yang mendaftar. Jadi tidak ada aktivitas layanan yang terganggu,” jelasnya.
Meski begitu, ia tidak menampik bahwa lobi juga berfungsi sebagai akses keluar masuk menuju ruang perawatan. Karena itu, beberapa keluarga pasien yang hendak naik ke lantai atas sempat melewati area lomba.
Klarifikasi Isu Pasien Meninggal
Ramainya perbincangan publik juga dipicu isu adanya pasien yang meninggal dunia saat lomba berlangsung. Menanggapi hal itu, Wisnu memberikan klarifikasi. Ia menegaskan bahwa benar ada pasien meninggal, tetapi kejadian tersebut berada di ruang ICU yang letaknya di lantai dua dan berbeda gedung dengan area lobi tempat perlombaan digelar.
“Jadi kalau ada yang bilang pasien meninggal karena lomba itu tidak benar. Pasien memang meninggal, tapi di ICU lantai dua. Sedangkan lomba ada di lantai satu di lobi, dan posisinya di gedung berbeda,” tegasnya.
Tradisi Tahunan Meski Terbatas Ruang
Wisnu menambahkan, perlombaan semacam ini sebenarnya bukan pertama kali dilakukan di RSUD Daya. Setiap tahun, pihak manajemen bersama pegawai rutin mengadakan kegiatan sederhana untuk memeriahkan HUT RI. Karena tidak ada fasilitas aula yang memadai, maka lobi dipilih sebagai alternatif tempat yang dianggap paling memungkinkan.
“Sudah beberapa tahun kami adakan di lobi. Pertimbangannya sederhana, selain karena tidak ada aula besar, lokasinya juga tidak berdekatan langsung dengan ruang perawatan pasien,” tambahnya.
Respon Publik dan Harapan
Meski pihak rumah sakit sudah memberikan penjelasan, rekaman lomba tersebut tetap menuai pro-kontra di kalangan warganet. Sebagian menganggap kegiatan itu bisa menjadi hiburan dan ajang mempererat kebersamaan pegawai rumah sakit. Namun, ada pula yang menilai pemilihan lokasi kurang tepat karena berada di area fasilitas kesehatan.
Pihak RSUD Daya sendiri berharap klarifikasi yang mereka sampaikan bisa meluruskan kesalahpahaman. Manajemen juga menegaskan bahwa pelayanan pasien tetap menjadi prioritas utama meskipun rumah sakit berusaha ikut serta memeriahkan peringatan kemerdekaan.
“Intinya kegiatan itu tidak ada maksud mengganggu pasien. Kami hanya ingin ikut memperingati HUT RI bersama-sama, tapi pelayanan tetap nomor satu,” tutup Wisnu.
































