Makassar, Manyala.co – Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDT) RI, Yandri Susanto, bersama Wakil Menteri Koperasi dan UKM RI, Farida Farichah, melaksanakan kunjungan kerja ke Desa Bonto Matene, Kecamatan Mandai, Kabupaten Maros, pada Selasa (2/12/2025). Kunjungan tersebut menjadi penanda dimulainya pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes) di wilayah tersebut.
Peletakan batu pertama dilakukan langsung oleh Yandri dan Farida di atas lahan hibah dari kawasan perumahan yang telah resmi diserahkan untuk pembangunan fasilitas koperasi. Rombongan Wamen Koperasi tiba lebih dulu sekitar pukul 10.00 Wita, disusul kedatangan Yandri pada pukul 10.28 Wita menggunakan mobil dinas RI 27, didampingi Bupati Maros, Chaidir Syam, dan disambut Wakil Bupati Muetazim Mansyur.
Yandri menjelaskan bahwa pemanfaatan lahan hibah tersebut dinilai strategis karena berada di lokasi yang dekat dengan aktivitas warga, sehingga dapat memperkuat pelayanan ekonomi desa.
“Lahan ini diserahkan untuk pembangunan Kopdes agar dapat menjadi pusat layanan kebutuhan pokok masyarakat,” jelasnya.
Ia menambahkan, Kopdes Merah Putih akan berfungsi mendekatkan masyarakat terhadap layanan ekonomi, sekaligus meningkatkan pemasaran produk desa melalui sistem koperasi. Hasil produksi warga dapat diserap oleh koperasi untuk kemudian dipasarkan kembali, membentuk rantai ekonomi yang lebih terstruktur. Pemerintah menargetkan pembangunan 20 ribu Kopdes hingga akhir tahun sebagai bagian dari upaya memperkuat kemandirian ekonomi desa.
Wamen Koperasi Farida Farichah menekankan bahwa pembangunan dan pengelolaan Kopdes harus melibatkan masyarakat setempat agar koperasi berjalan efektif.
“Kopdes harus menjadi milik warga. Pengelolaannya harus melibatkan masyarakat dan membuka peluang kerja baru,” ujarnya.
Farida menjelaskan bahwa Kopdes Bonto Matene akan dilengkapi enam gerai layanan serta satu unit gudang. Fasilitas yang direncanakan mencakup penyediaan kebutuhan pokok, klinik, apotek, logistik, layanan simpan pinjam, serta area pemasaran produk lokal. Ia juga menyoroti potensi pertanian gabah di wilayah tersebut, di mana koperasi dapat berfungsi sebagai penyerap hasil panen (off-taker) untuk kemudian mengolah dan menjual kembali beras dengan harga lebih terjangkau.
Sementara itu, Bupati Maros Chaidir Syam menyebutkan bahwa terdapat 10 Kopdes Merah Putih yang saat ini tengah dibangun di berbagai desa dan kelurahan. Sisanya masih dalam proses penyelesaian administrasi lahan guna memastikan kejelasan aset sebelum pembangunan dilakukan. Lokasi pembangunan Kopdes tersebut tersebar di Desa Bonto Matinggi, Baruga, Benteng Gajah, Pucak, Kelurahan Adatongeng, Desa Laiya, Kelurahan Cempaniga, Desa Moncongloe Bulu, Mattampapole, dan Bontomattinggi.
Chaidir mengungkapkan bahwa setiap unit Kopdes membutuhkan anggaran sekitar Rp1,2 miliar, dan pihaknya menargetkan seluruh proyek dapat diselesaikan dalam tahun berjalan. Setelah pembangunan rampung, pemerintah daerah membuka peluang kerja sama dengan BUMN seperti Pertani dan Pertamina.
































