Makassar, Manyala.co – Sebuah minimarket di Jalan Andi Tonro, Kecamatan Tamalate, Makassar, Sulawesi Selatan, terbakar pada Kamis (1/1/2026) dini hari, saat pergantian Tahun Baru, dengan api pertama kali terlihat dari lantai dua bangunan sekitar pukul 00.39 Wita.
Kebakaran melanda sebuah gerai Alfamart yang menempati ruko dua lantai, di mana lantai atas difungsikan sebagai gudang penyimpanan. Peristiwa tersebut terjadi ketika aktivitas warga masih tinggi dalam suasana perayaan malam Tahun Baru 2026.
Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Makassar mengerahkan 16 unit armada, termasuk satu unit kendaraan rescue, ke lokasi kejadian. Petugas tiba tidak lama setelah menerima laporan dari warga sekitar yang melihat kepulan asap dan api membesar dari lantai atas bangunan.
Personel pemadam kebakaran memfokuskan penyemprotan air ke sumber api di lantai dua, sementara tim lain melakukan penyisiran di lantai dasar untuk memastikan api tidak merembet ke area penjualan minimarket. Api berhasil dikendalikan setelah beberapa waktu, meski sempat membakar sebagian besar area gudang.
Komandan Kompi 2 Damkarmat Kota Makassar, Hamzah, mengatakan penyebab kebakaran belum dapat dipastikan. “Kami belum mengetahui penyebab pastinya, namun informasi dari karyawan, api berasal dari lantai dua yang merupakan gudang,” ujar Hamzah di sela proses pemadaman.
Proses penanganan kebakaran sempat mengalami kendala akibat kerumunan warga yang memadati ruas Jalan Andi Tonro. Kondisi tersebut menyebabkan kemacetan lalu lintas di sekitar lokasi, sehingga memperlambat pergerakan armada pemadam menuju titik api.
Selain Damkarmat, aparat kepolisian dari Polsek Tamalate serta personel Brigade Mobil (Brimob) Polda Sulawesi Selatan turut diterjunkan untuk mengamankan lokasi. Lokasi kebakaran diketahui berjarak sekitar satu kilometer dari Markas Brimob Batalyon A Pelopor.
Di tengah proses pemadaman, beredar dugaan di kalangan warga bahwa kebakaran dipicu oleh petasan yang digunakan saat terjadi tawuran antarkelompok remaja di sekitar lokasi. Namun, informasi tersebut dibantah oleh Ketua RT setempat, Mangga’ Daeng Gassing (58).
“Tawuran sudah berhenti baru ada kebakaran. Memang tadi saya hampir terkena petasan, tapi itu kejadian sebelumnya,” kata Mangga’. Ia menegaskan tidak melihat hubungan langsung antara petasan dan munculnya api di lantai dua bangunan.
Hingga Kamis siang, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab kebakaran. Aparat juga tengah menghitung total kerugian materiil akibat insiden tersebut. Belum ada keterangan resmi terkait nilai kerusakan yang ditimbulkan.
Tidak ada korban jiwa maupun korban luka yang dilaporkan dalam kejadian ini. Seluruh karyawan dan warga sekitar berhasil menjauh dari lokasi sebelum api membesar.
Secara umum, Damkarmat Kota Makassar mencatat tren penurunan jumlah kebakaran sepanjang 2025. Data menunjukkan terdapat 258 kasus kebakaran selama 2025, menurun dibandingkan 303 kasus pada 2024, atau turun sekitar 14,8 persen. Kebakaran masih didominasi oleh insiden pada rumah tinggal, bangunan usaha seperti hotel, serta lahan kosong.
Pihak berwenang mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi kebakaran, terutama pada periode libur panjang dan perayaan besar yang ditandai dengan peningkatan aktivitas warga dan penggunaan bahan mudah terbakar.
































