Nikita Mirzani Divonis Empat Tahun Penjara atas Kasus ITE

Nikita
Nikita Mirzani usai sidang kasus dugaan pemerasan dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Kamis (28/8/2025).

Manyala.co – Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menjatuhkan hukuman empat tahun penjara dan denda sebesar Rp1 miliar kepada artis Nikita Mirzani, setelah dinyatakan bersalah dalam kasus penyebaran informasi elektronik yang mengandung unsur ancaman dan pemerasan.

Vonis yang dibacakan pada Selasa (28/10/2025) ini lebih ringan dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) yang sebelumnya meminta hukuman sebelas tahun penjara. Hakim menyatakan Nikita terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

“Menjatuhkan pidana kepada terdakwa dengan penjara selama empat tahun dan pidana denda sejumlah satu miliar rupiah, dengan ketentuan apabila pidana denda tersebut tidak dibayar, diganti dengan pidana kurungan selama tiga bulan,” kata Hakim Ketua Kairul Soleh saat membacakan amar putusan.

Dalam persidangan, majelis hakim menilai bahwa perbuatan terdakwa memenuhi unsur pasal yang didakwakan terkait penyebaran informasi elektronik yang mengandung ancaman dan pemerasan. Namun, Nikita dibebaskan dari dakwaan kedua mengenai tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Hakim menyatakan tidak ditemukan bukti yang cukup untuk menyimpulkan bahwa artis berusia 39 tahun itu melakukan pencucian uang sebagaimana tuduhan JPU. “Terdakwa tidak terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana pencucian uang,” ujar hakim.

Terpilih Jadi Ketua IKATSI Unhas, Andi Subhan Mustari Raih Mayoritas Suara Angkatan Alumni

Dalam menjatuhkan putusan, majelis mempertimbangkan sejumlah faktor yang memperberat dan meringankan hukuman. Faktor yang memberatkan adalah sikap Nikita yang dinilai tidak kooperatif selama proses hukum.

“Terdakwa tidak mengakui terus terang perbuatannya dan terdakwa sudah pernah dihukum,” ujar Kairul Saleh.

Sementara itu, faktor yang meringankan adalah status Nikita sebagai ibu tunggal yang menanggung kehidupan tiga anak. “Keadaan yang meringankan, terdakwa memiliki tanggungan keluarga,” tambah hakim.

Nikita yang telah ditahan sebelumnya akan menjalani sisa masa hukumannya setelah dikurangi masa penangkapan dan penahanan yang sudah dijalani. Hakim juga memutuskan bahwa barang bukti dalam perkara ini dikembalikan kepada penuntut umum untuk digunakan dalam perkara terpisah yang menjerat asistennya, Ismail Marzuki.

Kasus ini bermula dari laporan dugaan ancaman dan pemerasan yang dilakukan Nikita Mirzani melalui media elektronik. Proses penyidikan dilakukan oleh kepolisian dan dilanjutkan ke tahap penuntutan oleh kejaksaan pada pertengahan 2025.

Bukan Menggusur, Wali Kota Munafri Arifuddin Tata Kota dengan Solusi Relokasi PKL

Perkara ini menjadi perhatian publik mengingat Nikita dikenal sebagai figur kontroversial di dunia hiburan Indonesia, dengan sejumlah kasus hukum sebelumnya. Namun hingga vonis dijatuhkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak kuasa hukum Nikita Mirzani mengenai langkah banding.

Keputusan ini menambah daftar panjang kasus pelanggaran Undang-Undang ITE yang melibatkan figur publik. Beberapa tahun terakhir, pasal-pasal dalam UU tersebut menuai sorotan karena dinilai sering digunakan untuk menjerat tokoh masyarakat dan selebritas dalam sengketa pribadi di ruang digital.

Belum ada konfirmasi dari pihak kejaksaan apakah akan mengajukan banding terhadap putusan ini. Hingga Selasa malam, pihak Nikita Mirzani juga belum menyampaikan pernyataan resmi terkait langkah hukum selanjutnya.

Berita Terbaru

Berita Terpopuler

01

Deretan Calon Ketua IKA Teknik Sipil Unhas, 2 Dosen Siap Lanjutkan Tongkat Kepemimpinan

02

Prabowo Luncurkan Program Gentengnisasi Lewat Gerakan Indonesia ASRI

03

Indonesia Dukung Palestina lewat Board of Peace, Israel Tetap Menolak

04

Serangan Bersenjata di Balochistan Tewaskan 48 Orang

05

Tujuh Pangkalan Udara Terbesar Amerika Berdasarkan Populasi

PEMKOT MAKASSAR - MANYALA.CO
manyala-ads
Manyala.co

Olahraga

Indonesia Ajukan Diri Tuan Rumah Piala Asia 2031

Indonesia ke Final Piala Asia Futsal Usai Kalahkan Jepang

Indonesia Lolos Perempat Final Piala Asia Futsal 2026

Indonesia Juara Grup A Usai Imbang Lawan Irak

Alwi Farhan Lolos Final Indonesia Masters 2026

Timnas Indonesia Hadapi Bulgaria, Solomon dan Saint Kitts di FIFA Series

Leo/Bagas Lolos Babak Kedua Indonesia Masters 2026

PSM Makassar Tambah Dua Pemain Asing Hadapi Putaran Kedua

Jonatan Christie Runner-up India Open 2026

PSM Makassar Hadirkan Bus Tim dan Rilis Jersey Khusus Suporter

Prabowo Realisasikan Bonus Atlet SEA Games 2025

Mental Juang PSM Makassar Diuji Jelang Laga Kontra Bali United

Malaysia Open 2026: Lima Wakil Indonesia Tampil di Babak 16 Besar

PSM Makassar Uji Pertahanan Hadapi Trisula Borneo FC

Indonesia Usulkan Australia dan Selandia Baru Ikut SEA Games

Indonesia Juara Piala AFF Futsal U-16

Trucha Optimistis PSM Kejar Lima Besar Meski Tanpa Kemenangan

Indonesia U-16 Melaju ke Final AFF Futsal 2025

Ranking FIFA Terbaru: Indonesia Bertahan di Posisi 122

Futsal Competition 2025, KKG PJOK Tallo Tekankan Kolaborasi

Kolom