Papua Tolak Makanan Bergizi Gratis, Lebih Pilih Pendidikan Gratis

Papua Tolak Makanan Bergizi Gratis, Lebih Pilih Pendidikan Gratis -  - Gambar 3003

Penolakan program makan siang gratis datang dari para murid sekolah di Kabupaten Yahukimo, Provinsi Papua Pegunungan, dan Kabupaten Intan Jaya, Provinsi Papua Tengah.

Di Papua, program MBG ini dijalankan oleh TNI. Itu juga menjadi satu alasan untuk menolak makan siang gratis ini. Ketidakpercayaan (distrust) kepada militer Indonesia demikian tinggi. Jangankan makan siang, ketika riset lapangan, saya mendengar orang tidak mau berobat ke rumah sakit karena takut “disuntik mati.”

Terlepas dari alasan itu, tuntutan murid-murid dari dua kabupaten di Papua ini masuk akal. Pendidikan gratis lebih masuk akal ketimbang makan gratis. Tapi bukankah selama ini pendidikan sudah gratis? Secara teoritik, iya. Namun masih banyak pungutan ini dan itu sehingga sekolah menjadi mahal juga.

Pemerintahan yang sekarang berkuasa memang sedang menerapkan pengetatan ikat pinggang secara besar-besaran (austerity measures). Mereka butuh penerimaan lebih besar dan penghematan.

Dari sisi penerimaan, PPN 12% memang ditunda. Namun, saya mendengar kalangan bisnis diam-diam tetap menerapkannya karena ketidakpastian aturan. Kalau tidak dipungut, ya kalau nanti beneran dicabut. Kalau nggak? Kita harus bayar plus dendanya. Itu yang dikatakan kepada saya.

Kanwil Kemenkum Babel Pantau Sidang Pelanggaran Notaris

Di sisi lain, pengeluaran dihemat. Dalam hal ini, subsidi dipotong. Beras bansos tidak akan dibagikan lagi. Gas elpiji 3 kg (gas melon) diperketat subsidinya. Alasannya, banyak orang kaya memanfaatkannya.

Berita buruk untuk pegawai negeri. Gaji ke 13 tidak akan diberikan. THR pun tidak dibayar penuh. Untuk para dosen, tukin juga tidak akan diberikan. Dan, kementrian-kementrian dituntut melakukan penghematan. Sementara jumlah kementriannya bertambah dan menjadi gendut sehingga pengeluarannya membengkak.

Namun, ditengah-tengah austerity measures ini ada yang mendapat tambahan. Itu adalah militer.

Kasad sudah mengumumkan bahwa pada tahun ini akan ada 5 Kodam baru dibentuk. Jika ada 5 Kodam baru, setiap Kodam punya paling tidak 2 Korem; setiap Korem membawahi paling tidak 10 Kodim; setiap Kodim paling tidak membawahi 12 Koramil. Nah, hitung sendiri dan, ini pengeluaran yang abadi (perennial) karena prajurit dan keluarganya harus dikasih makan dan ditanggung kesejahteraannya hingga dia pensiun.

Mengapa harus menambah jumlah tentara ketika rakyat banyak justru harus mengetatkan ikat pinggang? Ini adalah soal kebijakan.

Menkeu Bantah Indonesia Menuju Resesi Ekonomi

Sebagai warga, saya kira, Anda sekalian boleh menilai apakah ini kebijakan yang tepat? Apakah kita memerlukan ini? Mana yang harus diprioritaskan? Makan siang atau pendidikan gratis? Subsidi untuk rakyat atau memperbesar jumlah militer untuk pertahanan negara? Kalau untuk pertahanan, apakah kita memiliki ancaman yang serius?

Sumber : SuaraPapua.com, Antaranews.com

Berita Terbaru

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terpopuler

01

Khamenei Gugur dalam Serangan Militer AS–Israel di Teheran

02

Pererat Silaturahmi Alumni, IKA Teknik Sipil Unhas Gelar Halal Bi Halal 2026

03

Buka Puasa Penuh Inovasi! RT 08 Permata Hijau Lestari Resmi Luncurkan Gerakan Wanita Tani 08

04

Bareng Daeng Guard, Story Gym Makassar Bagikan 1.000 Paket Takjil Ramadhan ke Masyarakat

05

KKG PJOK Tallo Jajaki Kolaborasi Program dengan Pemerintah Kecamatan

HUT Kabupaten Enrekang Ke-66
PEMKOT MAKASSAR - MANYALA.CO
Manyala.co

Olahraga

KKG PJOK KEC.TALLO Kolaborasi Dengan Fobi Makassar dan KKG UJUNG TANAH SANGKARANG

KKG PJOK Tallo, Tamalate, Panakkukang Gelar Pelatihan Deep Learning

Erick Thohir Bantah Laporkan FAM ke FIFA

PSSI: Tak Ada Naturalisasi Baru di FIFA Series

Olahraga Saat Puasa Aman dengan Penyesuaian Intensitas

KNPI Makassar Bersama KKG PJOK Tallo Gelar Kompetisi Futsal dan Voli Pelajar

Indonesia Ajukan Diri Tuan Rumah Piala Asia 2031

Indonesia ke Final Piala Asia Futsal Usai Kalahkan Jepang

Indonesia Lolos Perempat Final Piala Asia Futsal 2026

Indonesia Juara Grup A Usai Imbang Lawan Irak

Alwi Farhan Lolos Final Indonesia Masters 2026

Timnas Indonesia Hadapi Bulgaria, Solomon dan Saint Kitts di FIFA Series

Leo/Bagas Lolos Babak Kedua Indonesia Masters 2026

PSM Makassar Tambah Dua Pemain Asing Hadapi Putaran Kedua

Jonatan Christie Runner-up India Open 2026

PSM Makassar Hadirkan Bus Tim dan Rilis Jersey Khusus Suporter

Prabowo Realisasikan Bonus Atlet SEA Games 2025

Mental Juang PSM Makassar Diuji Jelang Laga Kontra Bali United

Malaysia Open 2026: Lima Wakil Indonesia Tampil di Babak 16 Besar

PSM Makassar Uji Pertahanan Hadapi Trisula Borneo FC

Kolom