Manyala.co – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menyiapkan dana sebesar Rp93 miliar untuk memulihkan UMKM yang terdampak banjir dan bencana alam di beberapa provinsi Sumatera. Dana ini diambil dari pagu anggaran awal 2026 sebesar Rp546 miliar, yang dikonsolidasikan menjadi Rp453 miliar untuk mendukung berbagai program strategis kementerian.
Menteri UMKM Maman Abdurrahman menyampaikan, anggaran kementerian dibagi ke enam pos utama, antara lain belanja pegawai Rp116 miliar, operasional dan pemeliharaan sarana prasarana Rp85 miliar, pos nonoperasional Rp216 miliar, dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Lembaga Layanan Pengembangan UMKM atau Smesco Rp35 miliar. Dari pos nonoperasional, Rp166 miliar dialokasikan untuk program nasional dan Rp50 miliar untuk kegiatan strategis kementerian.
Program strategis mencakup delapan inisiatif, yaitu Sapa UMKM, Kartu Usaha, Holding UMKM, keterlibatan UMKM dalam program Makan Bergizi Gratis, kemitraan dan hilirisasi, perluasan akses pembiayaan, Entrepreneur Hub, serta transformasi usaha. Maman menekankan program ini juga mendukung pemulihan ekonomi pasca-bencana melalui Klinik UMKM Bangkit yang dibuka di provinsi terdampak.
Di Aceh, klinik didirikan di lima kabupaten: Banda Aceh, Pidie, Pidie Jaya, Aceh Utara, dan Aceh Tamiang. Sumatera Utara memiliki dua lokasi di Tapanuli Tengah dan Kota Medan, sementara Sumatera Barat hanya satu lokasi di Kota Padang. Pemilihan lokasi disesuaikan dengan tingkat kerusakan akibat bencana, dengan Aceh menjadi fokus utama karena dampak paling parah.
Klinik UMKM Bangkit menyediakan tiga layanan utama: pembiayaan berupa relaksasi pinjaman dan dukungan modal, akses pasar melalui belanja produk lokal, serta layanan produksi untuk memberikan solusi bagi UMKM yang tidak dapat melanjutkan kegiatan usaha. Maman menyatakan pemulihan ekonomi pasca-bencana tidak bersifat instan, melainkan memerlukan waktu satu hingga dua tahun untuk mengembalikan daya tahan UMKM.
Program ini diharapkan membantu mendorong keberlangsungan UMKM di daerah terdampak sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi lokal. Kementerian UMKM menekankan bahwa dukungan pemerintah akan terus berlangsung hingga pemulihan UMKM tercapai, sesuai strategi penguatan sektor usaha mikro dan kecil di tingkat nasional.
































