Manyala.co – Chief Executive Officer Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, mengumumkan bahwa regulasi yang sebelumnya membatasi warga negara asing menjadi direksi BUMN telah diubah. Kebijakan ini, menurutnya, bertujuan membawa praktik manajemen berstandar internasional ke dalam tubuh perusahaan negara.
Rosan mencontohkan langkah terbaru dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Garuda Indonesia Tbk. Maskapai penerbangan milik negara tersebut menunjuk dua ekspatriat, Balagopal Kunduvara dan Neil Raymond Nills, masing-masing sebagai Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko serta Direktur Transformasi.
Menurut Rosan, keterlibatan tenaga asing di BUMN bukan sekadar formalitas, melainkan bagian dari strategi transfer teknologi dan pengetahuan. “Kami memastikan ekspatriat yang dibawa benar-benar mampu membawa BUMN kita ke standar internasional. Mereka datang dengan pengalaman panjang dan kompetensi global,” kata Rosan di Jakarta, Kamis (16/10).
Ia menambahkan, kehadiran profesional asing diharapkan memperkuat sistem tata kelola dan transparansi di lingkungan BUMN. Pemerintah, kata Rosan, berupaya menghapus praktik-praktik yang menghambat efisiensi, termasuk potensi penyimpangan keuangan. “Kami ingin mengurangi hal-hal yang selama ini menjadi masalah klasik di BUMN, seperti korupsi. Ini langkah pembenahan total,” ujarnya.
Sementara itu, Chief Investment Officer Danantara Indonesia, Pandu Sjahrir, menjelaskan alasan penunjukan dua WNA di jajaran direksi Garuda Indonesia. Menurutnya, Danantara ingin memperkenalkan paradigma baru agar BUMN mampu bersaing secara global. Pandu menyebut contoh beberapa maskapai asing seperti Emirates dan Air New Zealand yang berhasil mengembangkan kinerja bisnis berkat komposisi manajemen internasional.
“Air New Zealand itu, misalnya, banyak direksinya bukan orang New Zealand. Tapi keuntungan bersihnya dua kali lipat Garuda. Artinya, profesionalisme dan kapasitas menjadi kunci utama, bukan asal kewarganegaraan,” kata Pandu.
Kebijakan pembukaan peluang bagi WNA di BUMN ini juga sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto. Dalam dialog bersama Chairman Forbes, Steve Forbes, di Jakarta pada Rabu (15/10), Presiden menegaskan pentingnya modernisasi manajemen BUMN dengan standar global.
“Saya sudah mengubah regulasinya. Sekarang ekspatriat, non-Indonesia, bisa memimpin BUMN kita. Saya sangat bersemangat untuk hal ini,” ujar Prabowo.
Langkah ini menandai perubahan signifikan dalam tata kelola korporasi negara yang selama ini didominasi oleh warga lokal. Pemerintah berharap kehadiran profesional asing dapat mempercepat transfer pengetahuan, meningkatkan efisiensi operasional, serta memperkuat daya saing BUMN di pasar internasional.
Kendati demikian, kebijakan ini juga diharapkan tetap memperhatikan kepentingan nasional, termasuk alih teknologi, pembinaan SDM lokal, dan pengawasan ketat agar tidak menimbulkan ketimpangan dalam pengambilan keputusan strategis. Hingga Jumat malam, belum ada pernyataan resmi terkait BUMN lain yang akan mengikuti langkah Garuda Indonesia dalam merekrut ekspatriat sebagai direksi.
































