Enrekang, Manyala.co – Pemerintah Kabupaten Enrekang menambah dua unit armada mobil pemadam kebakaran pada 2025 yang diresmikan Bupati Enrekang H. Muh. Yusuf Ritangnga pada Selasa, sebagai upaya memperkuat layanan penanggulangan kebakaran di daerah.
Peresmian dua unit mobil pemadam kebakaran tersebut dilaksanakan di halaman Kantor Satuan Polisi Pamong Praja, Pemadam Kebakaran, dan Penyelamatan Kabupaten Enrekang, Selasa (16/12/2025). Penambahan armada ini menjadi bagian dari penguatan sarana dan prasarana layanan publik di bidang keselamatan dan kebencanaan.
Pemerintah Kabupaten Enrekang menyatakan pengadaan armada damkar merupakan bentuk realisasi komitmen pemerintahan daerah sebagaimana tertuang dalam misi pembangunan “Enrekang Sejahtera untuk Semua”. Program tersebut dijalankan di bawah kepemimpinan Bupati H. Muh. Yusuf Ritangnga dan Wakil Bupati Andi Tenri Liwang La Tinro.
Bupati Enrekang H. Muh. Yusuf Ritangnga mengatakan dua unit mobil pemadam kebakaran yang diresmikan akan dioperasikan di Kecamatan Baraka dan Kecamatan Alla. Penempatan tersebut ditujukan untuk mempercepat respons penanganan kebakaran di wilayah dengan jangkauan layanan yang sebelumnya masih terbatas.
“Tahun ini, kita hadirkan dua unit Damkar sebagai bentuk komitmen pelayanan cepat pemadaman kebakaran,” kata Yusuf Ritangnga dalam peresmian tersebut.
Menurut Bupati, ketersediaan armada pemadam kebakaran menjadi faktor krusial dalam menekan risiko kerugian akibat kebakaran, terutama di wilayah dengan permukiman padat dan akses geografis yang menantang. Penambahan armada diharapkan dapat memperpendek waktu tanggap petugas saat terjadi kebakaran.
Selain itu, Yusuf Ritangnga menyampaikan bahwa pemerintah daerah berencana melakukan pengadaan armada pemadam kebakaran secara bertahap di seluruh kecamatan di Kabupaten Enrekang. Namun, realisasi rencana tersebut akan disesuaikan dengan kondisi keuangan daerah.
“Perlahan kita lihat perkembangan kondisi keuangan daerah untuk merealisasikan satu unit damkar tiap kecamatan,” ujar Yusuf Ritangnga.
Kabupaten Enrekang memiliki sejumlah kecamatan dengan karakter wilayah perbukitan dan jarak tempuh yang relatif jauh dari pusat kota. Kondisi ini kerap menjadi tantangan dalam penanganan kebakaran, terutama jika armada dan personel harus menempuh waktu lama untuk mencapai lokasi kejadian.
Pemerintah daerah menilai penambahan armada pemadam kebakaran menjadi langkah strategis untuk mengurangi hambatan operasional di lapangan. Dengan distribusi armada yang lebih merata, pemerintah berharap layanan pemadaman kebakaran dapat dilakukan lebih cepat dan efektif.
Hingga peresmian ini, pemerintah daerah belum merinci spesifikasi teknis dua unit mobil pemadam kebakaran yang diadakan maupun besaran anggaran pengadaan. Informasi tersebut belum disampaikan secara resmi hingga Selasa sore.
Penambahan armada damkar juga sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana non-alam, termasuk kebakaran permukiman dan fasilitas umum. Pemerintah menegaskan bahwa keselamatan warga menjadi prioritas utama dalam penyediaan layanan publik.
Belum ada data resmi yang dirilis terkait jumlah kejadian kebakaran di Kabupaten Enrekang sepanjang 2024–2025. Namun, pemerintah daerah menyatakan penambahan armada diharapkan mampu meningkatkan kapasitas penanganan kebakaran dan meminimalkan dampak kerugian di masa mendatang.
































