Pemkot Makassar Perketat Pengawasan, Lahan Kosong di Tanjung Bunga Disulap Jadi TPA Liar Picu Keluhan Warga

Pemkot Makassar Perketat Pengawasan, Lahan Kosong di Tanjung Bunga Disulap Jadi TPA Liar Picu Keluhan Warga - TPA - Gambar 144
Lahan kosong di kawasan permukiman di Jalan Metro Tanjung Bunga Makassar dijadikan tempat pembuangan sampah (TPA) liar. (dok. Adhe Junaedi/detikSulsel)

Makassar, Manyala.co – Fenomena munculnya Tempat Pembuangan Akhir (TPA) liar kembali menyita perhatian publik di Kota Makassar. Kali ini, lahan kosong di kawasan Metro Tanjung Bunga, Kecamatan Mariso, didapati dimanfaatkan warga sebagai lokasi penampungan sekaligus pemilahan sampah. Keberadaan TPA tidak resmi tersebut bukan hanya menimbulkan tumpukan limbah, tetapi juga memicu masalah baru berupa pembakaran sampah yang mengganggu kualitas udara.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar, Helmy Budiman, menegaskan pihaknya tidak akan tinggal diam. Ia mengancam akan menjatuhkan sanksi kepada masyarakat atau pihak mana pun yang kedapatan membuang maupun membakar sampah secara sembarangan. “Iye, bisa saja akan ada sanksi kalau pada saat pemantauan ditemukan pelanggaran,” tegas Helmy, Minggu (17/8/2025).

Menurut Helmy, DLH telah membentuk tim khusus untuk memantau aktivitas pembuangan dan pembakaran sampah di sejumlah titik rawan. Langkah ini dilakukan agar kasus serupa tidak semakin meluas, mengingat lahan kosong kerap dimanfaatkan sebagai lokasi pembuangan alternatif. Ia menambahkan bahwa koordinasi dengan DPRD Kota Makassar pun telah dilakukan untuk memperkuat pengawasan. “Sudah ada tim pemantauan yang kami bentuk. Insyaallah ini juga sudah di-notice semua, termasuk tadi DPRD,” ungkapnya.

Selain menyoroti praktik pembuangan, Helmy juga mengingatkan dampak berbahaya dari kebiasaan membakar sampah. Asap yang dihasilkan tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga bisa menimbulkan gangguan kesehatan dan mengganggu aktivitas masyarakat di sekitar lokasi. “Kami mengimbau masyarakat agar tidak boleh sama sekali melakukan pembakaran sampah,” tambahnya.

Pantauan langsung di lapangan pada Minggu siang, sekitar pukul 12.55 WITA, menunjukkan adanya aktivitas pemilahan sampah oleh sejumlah warga di lokasi TPA liar tersebut. Terlihat tiga orang sedang beristirahat setelah memilah limbah, dan mereka mengaku sudah bekerja di tempat itu selama satu tahun terakhir. Lahan yang dipakai diketahui memiliki luas sekitar dua hektare. Dahulu kawasan tersebut merupakan empang, sebelum ditimbun sekitar delapan tahun lalu dan akhirnya dijadikan lokasi penumpukan sampah serta bongkaran proyek konstruksi di sekitar Tanjung Bunga.

Alumni Teknik Unhas Angkatan 2006 Sukses Gelar 2 Dekade

Seorang warga bernama Ilu, yang ditemui di lokasi, menjelaskan bahwa TPA liar tersebut awalnya bukan ditujukan untuk menampung sampah rumah tangga. Menurutnya, sejak delapan tahun lalu lahan tersebut dipakai untuk membuang bongkaran bangunan dari proyek sekitar. Dari situlah kemudian muncul aktivitas pemilahan, di mana sampah dikumpulkan lalu dipilih mana yang masih memiliki nilai jual. “Bukan TPA resmi di sini, ini sudah delapan tahun jadi tempat pembuangan bongkaran bangunan. Sampah dikumpul di sini baru dipilah mana yang bisa dipakai lagi atau dijual,” katanya.

Meski begitu, Ilu juga mengaku terganggu dengan asap yang kerap muncul akibat pembakaran plastik dan limbah lain. Warga sekitar, termasuk dirinya, pernah mendapat teguran dari satpam sebuah hotel yang lokasinya tidak jauh dari TPA liar. “Pernah satpam datang bilang jangan bakar sampah. Tapi kita bilang tidak ada yang bakar di sini. Sampah plastik dari warga sekitar itu yang terbakar,” ujarnya.

Keberadaan TPA liar di Tanjung Bunga ini menambah daftar persoalan sampah di Makassar. Bukan hanya menimbulkan ketidaknyamanan bagi masyarakat sekitar, tetapi juga memperlihatkan tantangan pemerintah dalam mengelola limbah di tengah pesatnya pembangunan kota. Warga berharap langkah pengawasan yang dijanjikan DLH benar-benar diterapkan, agar permasalahan lingkungan tidak semakin meluas.

Berita Terbaru

Berita Terpopuler

01

Khamenei Gugur dalam Serangan Militer AS–Israel di Teheran

02

Pererat Silaturahmi Alumni, IKA Teknik Sipil Unhas Gelar Halal Bi Halal 2026

03

Buka Puasa Penuh Inovasi! RT 08 Permata Hijau Lestari Resmi Luncurkan Gerakan Wanita Tani 08

04

Bareng Daeng Guard, Story Gym Makassar Bagikan 1.000 Paket Takjil Ramadhan ke Masyarakat

05

KKG PJOK Tallo Jajaki Kolaborasi Program dengan Pemerintah Kecamatan

HUT Kabupaten Enrekang Ke-66
PEMKOT MAKASSAR - MANYALA.CO
Manyala.co

Olahraga

KKG PJOK KEC.TALLO Kolaborasi Dengan Fobi Makassar dan KKG UJUNG TANAH SANGKARANG

KKG PJOK Tallo, Tamalate, Panakkukang Gelar Pelatihan Deep Learning

Erick Thohir Bantah Laporkan FAM ke FIFA

PSSI: Tak Ada Naturalisasi Baru di FIFA Series

Olahraga Saat Puasa Aman dengan Penyesuaian Intensitas

KNPI Makassar Bersama KKG PJOK Tallo Gelar Kompetisi Futsal dan Voli Pelajar

Indonesia Ajukan Diri Tuan Rumah Piala Asia 2031

Indonesia ke Final Piala Asia Futsal Usai Kalahkan Jepang

Indonesia Lolos Perempat Final Piala Asia Futsal 2026

Indonesia Juara Grup A Usai Imbang Lawan Irak

Alwi Farhan Lolos Final Indonesia Masters 2026

Timnas Indonesia Hadapi Bulgaria, Solomon dan Saint Kitts di FIFA Series

Leo/Bagas Lolos Babak Kedua Indonesia Masters 2026

PSM Makassar Tambah Dua Pemain Asing Hadapi Putaran Kedua

Jonatan Christie Runner-up India Open 2026

PSM Makassar Hadirkan Bus Tim dan Rilis Jersey Khusus Suporter

Prabowo Realisasikan Bonus Atlet SEA Games 2025

Mental Juang PSM Makassar Diuji Jelang Laga Kontra Bali United

Malaysia Open 2026: Lima Wakil Indonesia Tampil di Babak 16 Besar

PSM Makassar Uji Pertahanan Hadapi Trisula Borneo FC

Kolom