Makassar, Manyala.co – Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) pada Minggu (18/1/2026) memastikan telah menemukan pesawat ATR 42-500 yang sebelumnya dilaporkan hilang kontak. Lokasi penemuan berada di Puncak Bukit Bulusaraung, wilayah pegunungan yang termasuk kawasan Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.
Deputi Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas, Edy Prakoso, menyampaikan bahwa badan pesawat ditemukan oleh tim SAR darat setelah adanya laporan awal dari unsur pencarian udara. Tim patroli udara sebelumnya mendeteksi serpihan yang diduga berasal dari pesawat tersebut saat melakukan penyisiran di kawasan Bukit Bulusaraung.
Berdasarkan laporan Kantor SAR Makassar, indikasi awal keberadaan pesawat terdeteksi sekitar pukul 07.17 WITA. Pada waktu tersebut, pesawat patroli udara melaporkan temuan serpihan berwarna putih di sekitar area pegunungan. Temuan itu kemudian dikonfirmasi kembali melalui pengamatan helikopter SAR yang dikerahkan ke lokasi.
Selanjutnya, pada pukul 08.02 WITA, tim SAR darat berhasil mencapai titik yang dicurigai dan menemukan serpihan pesawat berukuran besar di sisi utara puncak bukit. Sekitar tujuh menit kemudian, pada pukul 08.09 WITA, tim memastikan keberadaan badan utama pesawat ATR 42-500 tersebut.
Basarnas menyatakan bahwa proses identifikasi terhadap badan pesawat dan area sekitarnya masih berlangsung. Fokus utama tim saat ini adalah memastikan kondisi lokasi serta menyiapkan langkah-langkah lanjutan yang diperlukan sebelum proses evakuasi dapat dilakukan secara aman.
Edy Prakoso menjelaskan bahwa proses evakuasi menghadapi tantangan kondisi alam. Kecepatan angin yang relatif tinggi, kabut tebal, serta karakter medan pegunungan menjadi faktor utama yang mempengaruhi pergerakan tim dan penggunaan helikopter di area tersebut.
Helikopter SAR terus melakukan pemantauan untuk mencari titik pendaratan yang aman guna menurunkan personel sedekat mungkin dengan lokasi badan pesawat. Sementara itu, tim darat tetap bersiaga di jalur-jalur pendakian untuk mendukung operasi lanjutan.
Pesawat ATR 42-500 merupakan pesawat turboprop jarak pendek yang umum digunakan untuk penerbangan regional, terutama di wilayah dengan bandara perintis dan medan geografis yang menantang. Hingga saat ini, Basarnas belum menyampaikan informasi resmi terkait jumlah awak atau penumpang, serta kondisi korban dalam insiden tersebut.
Pihak berwenang menyatakan bahwa informasi lebih lanjut akan disampaikan setelah proses identifikasi dan evakuasi dapat dilakukan secara menyeluruh. Hingga Minggu siang, belum ada keterangan resmi tambahan mengenai penyebab hilangnya kontak pesawat maupun status penumpang dan awak.
































