Manyala.co – Presiden Prabowo Subianto menargetkan jumlah penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG) mencapai 82,3 juta orang sebelum akhir 2026, seiring perluasan cakupan program nasional peningkatan gizi yang saat ini telah menjangkau sekitar 60 juta penerima.
Prabowo menyampaikan target tersebut saat menghadiri Mujahadah Kubro Satu Abad Nahdlatul Ulama di Malang, Jawa Timur, Minggu (8/2). Ia menyebut capaian penerima MBG telah berkembang signifikan dalam kurun waktu kurang dari satu setengah tahun sejak program dijalankan.
“Dalam waktu kurang dari 1,5 tahun kita sudah bisa memberi makan kepada 60 juta anak-anak, ibu-ibu, dan orang-orang tua,” ujar Prabowo dalam sambutannya pada kegiatan tersebut.
Program MBG merupakan salah satu kebijakan prioritas pemerintah yang difokuskan pada pemenuhan kebutuhan gizi kelompok rentan, khususnya anak-anak dan ibu hamil. Pemerintah menyatakan program ini dirancang untuk mendukung perbaikan kualitas sumber daya manusia serta menekan angka malnutrisi dan stunting.
Selain anak-anak dan ibu hamil, pemerintah juga mempertimbangkan perluasan penerima manfaat MBG kepada kelompok lanjut usia. Pernyataan Prabowo yang menyinggung “orang-orang tua” sebagai bagian dari penerima program mengindikasikan arah kebijakan tersebut.
Badan Gizi Nasional (BGN) mengonfirmasi adanya rencana integrasi program MBG dengan bantuan sosial bagi lansia yang selama ini dikelola oleh Kementerian Sosial. Integrasi tersebut ditujukan untuk meningkatkan efektivitas penyaluran bantuan dan mencegah tumpang tindih program.
Kepala BGN Dadan Hindayana mengatakan mekanisme integrasi masih dalam tahap perumusan. Ia menyebut sebagian lansia, terutama yang berusia lanjut dan hidup sendiri, telah menerima bantuan pemenuhan kebutuhan makan melalui program Kementerian Sosial.
“Ya ini sebetulnya kan lansia ini sudah biasa (dapat). Terutama lansia yang sebatang kara, di atas 75 (tahun) yang pertama, yang sudah biasa diberikan makan dua kali sehari oleh Kementerian Sosial,” kata Dadan saat ditemui di Masjid Istiqlal, Jakarta, Sabtu (7/2).
Menurut Dadan, integrasi program diharapkan dapat memperkuat jangkauan layanan tanpa menambah beban administratif bagi penerima. Namun, hingga Minggu siang, belum ada keterangan resmi mengenai waktu implementasi kebijakan tersebut maupun jumlah lansia yang akan masuk dalam skema MBG.
Data resmi pemerintah menyebutkan jumlah penerima MBG saat ini berada di kisaran 60 juta orang. Target peningkatan menjadi 82,3 juta berarti diperlukan penambahan sekitar 22,3 juta penerima dalam waktu kurang dari satu tahun.
Pemerintah belum merinci tambahan anggaran yang dibutuhkan untuk mencapai target tersebut. Informasi mengenai skema pembiayaan, kapasitas dapur MBG, serta kesiapan distribusi masih menunggu penjelasan lanjutan dari kementerian dan lembaga terkait.
Program MBG menjadi salah satu kebijakan sosial terbesar dalam sejarah Indonesia dari sisi cakupan penerima. Pemerintah menyatakan akan terus mengevaluasi pelaksanaan program untuk memastikan ketepatan sasaran dan keberlanjutan fiskal.
Hingga Minggu malam, belum ada pengumuman resmi terkait perubahan regulasi atau penerbitan kebijakan baru yang mengatur perluasan penerima MBG, termasuk untuk kelompok lanjut usia.
































