Manyala.co – Suasana haru menyelimuti kedatangan Presiden Prabowo Subianto di Denpasar, Bali, pada Sabtu (13/8/2025). Di sela-sela kunjungannya, Prabowo menyempatkan diri duduk bersama warga terdampak banjir untuk mendengar langsung kisah mereka.
Salah satu momen yang menyentuh terjadi ketika seorang ibu-ibu menceritakan pengalamannya saat banjir besar menerjang. Ia mengaku semua harta bendanya lenyap dibawa derasnya arus. Meski begitu, ia tetap bersyukur bisa selamat dari bencana tersebut. “Apa pun nggak ada, satu pun nggak ada, sudah habis semua, koper pun nggak ada, dilarikan air. Biarin dah nggak apa-apa, yang penting saya selamat,” ucapnya dengan penuh keikhlasan di hadapan Presiden.
Prabowo yang mendengar curahan hati itu langsung menenangkan. Ia menegaskan pemerintah tidak tinggal diam dan akan menyalurkan bantuan bagi para korban. “Iya nanti kita bantu ya,” jawabnya sembari menatap penuh perhatian.
Kunjungan Presiden ke Bali kali ini dilakukan tak lama setelah ia kembali dari lawatan kerja di Timur Tengah, tepatnya ke Qatar dan Uni Emirat Arab (UEA). Setibanya di Tanah Air, ia memilih langsung terbang ke Bali untuk memastikan kondisi masyarakat yang rumahnya terendam banjir.
Dalam peninjauannya, Prabowo tampak berjalan menyusuri lorong-lorong pemukiman warga yang terdampak. Ia berhenti di beberapa titik untuk menyapa masyarakat sekaligus meninjau rumah-rumah yang masih dalam kondisi rusak akibat terjangan air.
Warga yang melihat kehadiran orang nomor satu di Indonesia itu tampak antusias. Banyak di antara mereka yang berusaha mendekat untuk menyalami Presiden, bahkan tak sedikit yang mengabadikan momen tersebut dengan ponsel mereka.
Kehadiran Prabowo bukan sekadar agenda formal, melainkan memperlihatkan kepeduliannya pada masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan. Duduk bersahaja di depan rumah sederhana sembari mendengar keluhan korban banjir menjadi bukti bahwa pemerintah ingin hadir lebih dekat dengan rakyat.
Setelah berbincang dengan warga, Prabowo melanjutkan peninjauan ke sejumlah lokasi lain yang juga terdampak banjir. Langkahnya diikuti masyarakat yang ingin terus menyertainya, menandakan harapan besar akan adanya uluran tangan pemerintah di tengah musibah yang melanda.
































