Manyala.co — Pertemuan klasik antara PSM Makassar dan Persija Jakarta akan kembali menghiasi pekan keenam BRI Super League 2025/26. Laga yang berlangsung di Stadion Gelora B.J. Habibie, Parepare, Minggu (21/9/2025) malam pukul 19.00 WIB ini akan disiarkan langsung Indosiar dan dapat diakses melalui live streaming Vidio.
Meski kedua tim berada di situasi berbeda, pertemuan ini dipastikan berlangsung ketat. PSM Makassar datang dengan kondisi kurang menguntungkan karena masih terdampar di posisi juru kunci klasemen sementara. Juku Eja bahkan menjadi satu-satunya tim yang belum meraih kemenangan hingga pekan kelima. Sebaliknya, Persija Jakarta justru sedang berada di jalur positif. Macan Kemayoran nyaman di posisi runner-up dan belum sekalipun merasakan kekalahan musim ini.
Namun, catatan apik Persija bukan jaminan laga akan mudah. PSM memiliki faktor non-teknis yang bisa menjadi pembeda, yakni keangkeran Stadion Gelora B.J. Habibie. Dalam sepuluh laga kandang terakhir di kompetisi domestik, Juku Eja hanya kalah dua kali. Bahkan, terakhir kali PSM takluk di Parepare sudah terjadi 149 hari lalu. Selain itu, dari sepuluh pertandingan tersebut, lima berakhir dengan kemenangan dan tiga lainnya imbang, mempertegas betapa sulitnya mencuri poin dari markas mereka.
Pelatih Bernardo Tavares menekankan bahwa timnya harus segera bangkit. Seusai kalah dari Persita Tangerang pekan lalu, ia menyoroti aspek psikologis skuad asuhannya. “Kami banyak membuang-buang waktu di lapangan tengah, padahal di latihan tidak seperti ini,” ujarnya. Ia juga menambahkan, “Kami tidak mengontrol emosi. Kami sudah membahas ini sebelum pertandingan.”
Motivasi tambahan jelas ada di kubu PSM. Mereka membawa misi wajib menang, tidak hanya demi keluar dari dasar klasemen, tetapi juga untuk meraih kemenangan perdana musim ini. Dukungan penuh suporter di Parepare pun diyakini bakal menjadi energi tambahan.
Dari sisi susunan pemain, Bernardo Tavares kemungkinan besar akan menurunkan Hilmansya di bawah mistar. Di lini belakang ada Syahrul Lasinari, Yuran Fernandes, Aloisio Neto, dan Victor Luiz. Akbar Tanjung bersama Savio Roberto diproyeksikan menjaga keseimbangan di lini tengah, sementara Victor Dethan, Gledson, dan Medina Themopole mengisi sektor gelandang serang. Di lini depan, Abu Razard Kamara menjadi andalan utama.
Sementara itu, Persija Jakarta yang dilatih Thomas Doll akan tampil dengan komposisi yang solid. Carlos Eduardo dipercaya mengawal gawang, dengan empat bek terdiri dari Alan Cardoso, Jordi Amat, Rizky Ridho, dan Nico Alfriyato. Lini tengah diperkuat Fabio Silva, Basty Sousa, serta Hanif Sjahbandi, sementara di sektor depan ada trio berbahaya Allano Lima, Bruno Tubarao, dan Maxwell Souza.
Jika menilik catatan pertemuan kedua tim, laga ini memang cukup berimbang. Pada lima duel terakhir, Persija dan PSM sama-sama pernah saling mengalahkan. Pada 23 Februari 2025 lalu, PSM sukses menundukkan Persija dengan skor tipis 1-0. Namun pada 3 November 2023, giliran Macan Kemayoran yang menang 3-2 di Makassar. Tiga duel lainnya berakhir dengan dua hasil imbang (1-1) dan satu kemenangan besar Persija 4-2 pada Januari 2023.
Kondisi terkini kedua tim juga menarik disorot. Dalam lima laga terakhir, PSM hanya meraih sekali kemenangan saat membantai Persipare Parepare 5-0 pada awal Agustus 2025. Empat laga sisanya berakhir dengan tiga hasil imbang (vs Persijap Jepara, Bhayangkara, Semen Padang) dan satu kekalahan dari Persita. Persija justru tampil lebih konsisten, mencatat tiga kemenangan meyakinkan (atas Persita 4-0, Persis Solo 2-0, dan Dewa United 3-1), serta dua hasil imbang menghadapi Malut United dan Bali United.
Secara statistik, Macan Kemayoran lebih unggul, tetapi faktor tuan rumah membuat laga ini diprediksi akan berlangsung ketat. Penguasaan bola kemungkinan lebih dikuasai Persija, tetapi PSM diyakini akan mengandalkan pertahanan rapat dan serangan balik cepat. Semangat juang tinggi ditambah atmosfer fanatik suporter bisa saja menjadi senjata utama Juku Eja untuk menjegal rekor tak terkalahkan Persija.
Prediksi skor yang banyak muncul adalah kemenangan tipis 1-0 untuk PSM Makassar. Hal ini didasari pada rekor kandang yang impresif serta motivasi besar tim tuan rumah untuk keluar dari krisis. Faktor “tuah Gelora B.J. Habibie” bisa kembali terbukti menjadi pembeda dalam laga besar ini.































