Makassar, Manyala.co – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan kembali bergulir serentak mulai 8 Januari 2026 dan menjangkau lebih dari 55 juta penerima manfaat nasional, termasuk 1,47 juta penerima di Sulawesi Selatan.
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana mengatakan, pelaksanaan MBG pada awal 2026 menuntut kesiapan menyeluruh dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Persiapan tersebut mencakup kesiapan dapur, distribusi, sumber daya manusia, serta penguatan standar keamanan pangan pada periode 2 hingga 7 Januari 2026.
“Mulai 8 Januari 2026, MBG langsung melayani lebih dari 55 juta penerima manfaat,” kata Dadan di Jakarta, Kamis (1/1/2026).
Di Sulawesi Selatan, hingga akhir 2025 telah terbentuk dan beroperasi 588 SPPG yang tersebar di 24 kabupaten dan kota. Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Sulawesi Selatan, Supendi, menyebut jumlah penerima manfaat MBG di provinsi tersebut mencapai 1.477.131 jiwa.
“Total SPPG yang beroperasi mencapai 588 unit, dengan jumlah penerima manfaat sebesar 1,47 juta jiwa,” ujar Supendi.
Berdasarkan data Dapodik Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Tahun Ajaran 2024/2025, jumlah peserta didik di Sulawesi Selatan tercatat sebanyak 3.014.672 siswa. Rinciannya meliputi 536.214 siswa PAUD, 1.421.892 siswa SD, 683.457 siswa SMP, 214.386 siswa SMA, dan 158.723 siswa SMK.
Dengan jumlah penerima manfaat MBG mencapai 1,47 juta jiwa, sekitar 48,9 persen siswa di Sulawesi Selatan telah merasakan program tersebut. Selain peserta didik, MBG juga menyasar ibu hamil serta bayi di bawah usia dua tahun sebagai bagian dari upaya pencegahan stunting dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Pelaksanaan MBG di Sulawesi Selatan juga berdampak pada perekonomian daerah. Supendi menyatakan, sebanyak 1.525 penyuplai terlibat dalam rantai pasok program, mulai dari penyedia bahan pangan hingga mitra pendukung lainnya.
“Keterlibatan penyuplai lokal ini mendorong perputaran ekonomi daerah dan memperkuat pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah,” jelasnya.
Dari sisi ketenagakerjaan, hingga Desember 2025 tercatat 24.891 tenaga kerja terlibat langsung dalam operasional SPPG di seluruh Sulawesi Selatan. Menurut Supendi, data tersebut menunjukkan bahwa program MBG tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga berperan sebagai penggerak ekonomi dan pencipta lapangan kerja.
Secara nasional, MBG merupakan program unggulan Presiden Prabowo Subianto yang diluncurkan pertama kali pada 6 Januari 2025. Pada tahap awal, program ini hanya memiliki 190 SPPG dan menjangkau sekitar 570 ribu penerima manfaat.
Hingga akhir 2025, jumlah SPPG secara nasional meningkat menjadi 19.188 unit yang siap beroperasi serentak untuk melayani sekitar 55,1 juta penerima manfaat. Dadan menyebut tahun 2025 digunakan untuk membangun fondasi pelaksanaan program secara terukur.
“Tahun 2025 kami gunakan untuk membangun fondasi yang kuat. Dari 190 SPPG di awal tahun hingga 19.188 SPPG di akhir tahun,” ujarnya.
Wakil Kepala BGN Nanik S. Deyang mengimbau seluruh SPPG mematuhi sejumlah ketentuan pada 2026. Ia menegaskan mitra SPPG dilarang mengambil keuntungan dari bahan baku karena pemerintah telah memberikan insentif Rp6 juta per hari. Selain itu, SPPG wajib memenuhi standar dapur, memiliki Surat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), serta sertifikat halal guna menjamin keamanan dan kualitas pangan.
































