Manyala.co – Kualifikasi Piala Dunia 2026 baru memasuki fase awal, tetapi sejumlah tim besar Eropa sudah menunjukkan kualitasnya. Dari Jerman yang berusaha bangkit setelah start buruk, Inggris yang tampil solid berkat dominasi pemain Arsenal, Perancis yang masih mengandalkan ketajaman Kylian Mbappe, hingga Spanyol yang melibas Turki dengan skor mencolok, sinyal bahaya sudah dikirimkan kepada calon lawan.
Meski turnamen utama di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko masih lama, laga-laga awal selalu menjadi cermin penting. Gol-gol indah, strategi baru, dan kelemahan yang masih tampak memberi gambaran jelas tentang arah persiapan masing-masing tim.
Jerman – Bangkit Setelah Awal Buruk
Jerman, misalnya, berhasil menghentikan tren negatif setelah sebelumnya dipermalukan Slowakia. Bertanding di RheinEnergie Stadion, Koeln, tim asuhan Julian Nagelsmann sempat tampil mengecewakan sepanjang satu jam pertama melawan Irlandia Utara. Skor imbang 1-1 membuat publik mulai khawatir kekalahan kembali terulang. Namun perubahan taktik di menit ke-60 mengubah segalanya. Nagelsmann memasukkan Maximilian Beier dan Nadiem Amiri, yang langsung memberi dampak nyata. Beier, penyerang muda Borussia Dortmund, menghadirkan ancaman konstan dengan pergerakan tanpa bola, sementara Amiri mencetak gol penting untuk membalikkan keadaan. Florian Wirtz kemudian menutup kemenangan 3-1 lewat tendangan bebas. Tambahan tiga poin menempatkan Der Panzer di posisi ketiga Grup A, tertinggal dari Irlandia Utara dan Slowakia.
Inggris – Arsenal Jadi Tulang Punggung
Sementara itu, Inggris juga memetik hasil positif di Grup K. Bermain di Villa Park, Birmingham, tim asuhan Thomas Tuchel menang 2-0 atas Andorra. Uniknya, kemenangan ini sangat dipengaruhi oleh dominasi pemain Arsenal. Empat pilar klub London itu Declan Rice, Eberechi Eze, Myles Lewis-Skelly, dan Noni Madueke diturunkan sebagai starter. Tidak ada klub lain yang menyumbang pemain sebanyak itu dalam daftar utama. Eze mencatatkan tembakan tepat sasaran terbanyak, sedangkan Madueke menciptakan peluang paling banyak. Tuchel menyebut pertandingan ini sebagai pemanasan jelang laga berat melawan Serbia. Dominasi pemain dari klub yang sama diyakini bisa mempercepat kekompakan tim, strategi yang dulu pernah sukses dipakai Spanyol ketika diperkuat oleh mayoritas pemain Barcelona dan Real Madrid.
Perancis – Mbappe Jadi Pemimpin Generasi Baru
Dari Grup D, Perancis memperlihatkan ketergantungan besar pada Kylian Mbappe. Melawan Ukraina di Stadion Miejski, Polandia, Les Bleus menang 2-0. Gol pembuka lahir lewat Michael Olise, tetapi prosesnya tidak lepas dari peran Mbappe yang menyita perhatian tiga bek lawan sehingga membuka ruang tembak. Di penghujung laga, Mbappe menambah gol lewat serangan balik cepat. Gol ke-51 untuk tim nasional itu membuatnya menyamai rekor Thierry Henry sebagai pencetak gol terbanyak kedua sepanjang sejarah Perancis. Dengan pensiunnya Olivier Giroud dan Antoine Griezmann, Mbappe kini memikul peran lebih besar, bukan hanya sebagai mesin gol, tetapi juga pemimpin generasi baru Les Bleus.
Spanyol – Pesta Gol di Konya
Pesta terbesar justru datang dari Spanyol. Bertandang ke Konya, Turki, La Roja menang telak 6-0. Mikel Merino mencatat hattrick, Pedri menambah dua gol, dan Ferran Torres melengkapi kemenangan. Oyarzabal menjadi kreator utama dengan tiga asis, didukung oleh peran aktif Nico Williams dan Lamine Yamal di sisi sayap. Permainan kolektif yang diperlihatkan Spanyol menegaskan mereka tidak bergantung pada satu bintang saja. Dua kemenangan awal dengan sembilan gol tanpa kebobolan membuat Spanyol kokoh di puncak Grup E sekaligus menunjukkan status mereka sebagai salah satu kandidat kuat juara Piala Dunia 2026.
Rangkaian hasil ini memperlihatkan bahwa para raksasa Eropa tidak hanya mengejar tiket lolos, tetapi juga membangun momentum sejak dini. Meski masih ada catatan perbaikan dari konsistensi Jerman, efisiensi Inggris, hingga ketergantungan Perancis pada Mbappe kekuatan besar mereka tetap sulit diabaikan. Sinyal dominasi telah dikirimkan, dan pesaing lain harus bersiap menghadapi tantangan berat di jalan menuju Piala Dunia.






























