Raksasa Eropa Tunjukkan Taring di Awal Kualifikasi Piala Dunia 2026

Piala Dunia
Piala Dunia 2026 Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat. Piala Dunia edisi ke-23. (dok. FIFA/CoverBothSide.com)

Manyala.co – Kualifikasi Piala Dunia 2026 baru memasuki fase awal, tetapi sejumlah tim besar Eropa sudah menunjukkan kualitasnya. Dari Jerman yang berusaha bangkit setelah start buruk, Inggris yang tampil solid berkat dominasi pemain Arsenal, Perancis yang masih mengandalkan ketajaman Kylian Mbappe, hingga Spanyol yang melibas Turki dengan skor mencolok, sinyal bahaya sudah dikirimkan kepada calon lawan.

Meski turnamen utama di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko masih lama, laga-laga awal selalu menjadi cermin penting. Gol-gol indah, strategi baru, dan kelemahan yang masih tampak memberi gambaran jelas tentang arah persiapan masing-masing tim.

Jerman – Bangkit Setelah Awal Buruk

Jerman, misalnya, berhasil menghentikan tren negatif setelah sebelumnya dipermalukan Slowakia. Bertanding di RheinEnergie Stadion, Koeln, tim asuhan Julian Nagelsmann sempat tampil mengecewakan sepanjang satu jam pertama melawan Irlandia Utara. Skor imbang 1-1 membuat publik mulai khawatir kekalahan kembali terulang. Namun perubahan taktik di menit ke-60 mengubah segalanya. Nagelsmann memasukkan Maximilian Beier dan Nadiem Amiri, yang langsung memberi dampak nyata. Beier, penyerang muda Borussia Dortmund, menghadirkan ancaman konstan dengan pergerakan tanpa bola, sementara Amiri mencetak gol penting untuk membalikkan keadaan. Florian Wirtz kemudian menutup kemenangan 3-1 lewat tendangan bebas. Tambahan tiga poin menempatkan Der Panzer di posisi ketiga Grup A, tertinggal dari Irlandia Utara dan Slowakia.

Inggris – Arsenal Jadi Tulang Punggung

Sementara itu, Inggris juga memetik hasil positif di Grup K. Bermain di Villa Park, Birmingham, tim asuhan Thomas Tuchel menang 2-0 atas Andorra. Uniknya, kemenangan ini sangat dipengaruhi oleh dominasi pemain Arsenal. Empat pilar klub London itu Declan Rice, Eberechi Eze, Myles Lewis-Skelly, dan Noni Madueke diturunkan sebagai starter. Tidak ada klub lain yang menyumbang pemain sebanyak itu dalam daftar utama. Eze mencatatkan tembakan tepat sasaran terbanyak, sedangkan Madueke menciptakan peluang paling banyak. Tuchel menyebut pertandingan ini sebagai pemanasan jelang laga berat melawan Serbia. Dominasi pemain dari klub yang sama diyakini bisa mempercepat kekompakan tim, strategi yang dulu pernah sukses dipakai Spanyol ketika diperkuat oleh mayoritas pemain Barcelona dan Real Madrid.

Perancis – Mbappe Jadi Pemimpin Generasi Baru

Dari Grup D, Perancis memperlihatkan ketergantungan besar pada Kylian Mbappe. Melawan Ukraina di Stadion Miejski, Polandia, Les Bleus menang 2-0. Gol pembuka lahir lewat Michael Olise, tetapi prosesnya tidak lepas dari peran Mbappe yang menyita perhatian tiga bek lawan sehingga membuka ruang tembak. Di penghujung laga, Mbappe menambah gol lewat serangan balik cepat. Gol ke-51 untuk tim nasional itu membuatnya menyamai rekor Thierry Henry sebagai pencetak gol terbanyak kedua sepanjang sejarah Perancis. Dengan pensiunnya Olivier Giroud dan Antoine Griezmann, Mbappe kini memikul peran lebih besar, bukan hanya sebagai mesin gol, tetapi juga pemimpin generasi baru Les Bleus.

Inggris Bahas Keamanan Pasokan Minyak dengan Arab Saudi

Spanyol – Pesta Gol di Konya

Pesta terbesar justru datang dari Spanyol. Bertandang ke Konya, Turki, La Roja menang telak 6-0. Mikel Merino mencatat hattrick, Pedri menambah dua gol, dan Ferran Torres melengkapi kemenangan. Oyarzabal menjadi kreator utama dengan tiga asis, didukung oleh peran aktif Nico Williams dan Lamine Yamal di sisi sayap. Permainan kolektif yang diperlihatkan Spanyol menegaskan mereka tidak bergantung pada satu bintang saja. Dua kemenangan awal dengan sembilan gol tanpa kebobolan membuat Spanyol kokoh di puncak Grup E sekaligus menunjukkan status mereka sebagai salah satu kandidat kuat juara Piala Dunia 2026.

Rangkaian hasil ini memperlihatkan bahwa para raksasa Eropa tidak hanya mengejar tiket lolos, tetapi juga membangun momentum sejak dini. Meski masih ada catatan perbaikan dari konsistensi Jerman, efisiensi Inggris, hingga ketergantungan Perancis pada Mbappe kekuatan besar mereka tetap sulit diabaikan. Sinyal dominasi telah dikirimkan, dan pesaing lain harus bersiap menghadapi tantangan berat di jalan menuju Piala Dunia.

Berita Terbaru

Berita Terpopuler

01

Khamenei Gugur dalam Serangan Militer AS–Israel di Teheran

02

Pererat Silaturahmi Alumni, IKA Teknik Sipil Unhas Gelar Halal Bi Halal 2026

03

Buka Puasa Penuh Inovasi! RT 08 Permata Hijau Lestari Resmi Luncurkan Gerakan Wanita Tani 08

04

Bareng Daeng Guard, Story Gym Makassar Bagikan 1.000 Paket Takjil Ramadhan ke Masyarakat

05

Lantik Pengurus IKATSI Periode 2025-2029, DPP IKATEK Unhas: Regenerasi Kunci Keberlanjutan Organisasi

HUT Kabupaten Enrekang Ke-66
PEMKOT MAKASSAR - MANYALA.CO
Manyala.co

Olahraga

KKG PJOK KEC.TALLO Kolaborasi Dengan Fobi Makassar dan KKG UJUNG TANAH SANGKARANG

KKG PJOK Tallo, Tamalate, Panakkukang Gelar Pelatihan Deep Learning

Erick Thohir Bantah Laporkan FAM ke FIFA

PSSI: Tak Ada Naturalisasi Baru di FIFA Series

Olahraga Saat Puasa Aman dengan Penyesuaian Intensitas

KNPI Makassar Bersama KKG PJOK Tallo Gelar Kompetisi Futsal dan Voli Pelajar

Indonesia Ajukan Diri Tuan Rumah Piala Asia 2031

Indonesia ke Final Piala Asia Futsal Usai Kalahkan Jepang

Indonesia Lolos Perempat Final Piala Asia Futsal 2026

Indonesia Juara Grup A Usai Imbang Lawan Irak

Alwi Farhan Lolos Final Indonesia Masters 2026

Timnas Indonesia Hadapi Bulgaria, Solomon dan Saint Kitts di FIFA Series

Leo/Bagas Lolos Babak Kedua Indonesia Masters 2026

PSM Makassar Tambah Dua Pemain Asing Hadapi Putaran Kedua

Jonatan Christie Runner-up India Open 2026

PSM Makassar Hadirkan Bus Tim dan Rilis Jersey Khusus Suporter

Prabowo Realisasikan Bonus Atlet SEA Games 2025

Mental Juang PSM Makassar Diuji Jelang Laga Kontra Bali United

Malaysia Open 2026: Lima Wakil Indonesia Tampil di Babak 16 Besar

PSM Makassar Uji Pertahanan Hadapi Trisula Borneo FC

Kolom