Ray Dalio Nilai Emas Aset Teraman Hadapi Perang Modal

Emas
Ray Dalio Nilai Emas Aset Teraman Hadapi Perang Modal.

Manyala.co – Pendiri Bridgewater Associates, Ray Dalio, memperingatkan meningkatnya risiko perang modal global seiring memburuknya ketegangan geopolitik dan penggunaan instrumen keuangan sebagai alat tekanan ekonomi antarnegara. Dalam situasi tersebut, Dalio menyebut emas sebagai pilihan utama untuk menjaga nilai kekayaan.

Dalio menjelaskan bahwa uang kini tidak lagi sekadar alat transaksi, tetapi telah menjadi instrumen politik dan ekonomi. Praktik seperti embargo perdagangan, pembatasan akses ke pasar keuangan, hingga pemanfaatan kepemilikan utang negara lain dinilai semakin sering digunakan untuk mencapai kepentingan strategis.

Menurut Dalio, kondisi ini menciptakan kerentanan serius bagi aset keuangan konvensional. Ia menilai emas memiliki posisi unik karena tidak bergantung pada sistem keuangan suatu negara maupun kebijakan pemerintah tertentu, sehingga relatif lebih tahan terhadap tekanan politik dan ekonomi global.

Meski demikian, Dalio mengakui bahwa harga emas sempat mengalami tekanan dalam jangka pendek akibat aksi jual besar-besaran di pasar. Namun, menurutnya, fluktuasi harga tersebut tidak mengubah peran fundamental emas sebagai aset lindung nilai dalam jangka panjang.

Data yang dipaparkan Dalio menunjukkan kinerja emas tetap solid. Logam mulia tersebut mencatat kenaikan sekitar 65 persen secara tahunan (year on year), meski sempat turun sekitar 16 persen dari level tertingginya. Saat ini, harga emas kembali menguat di kisaran US$5.000 per ons troy.

China Perkuat Ketahanan Energi Hadapi Krisis Minyak Global

“Kesalahan yang sering terjadi adalah orang hanya bertanya, apakah harganya akan naik atau turun, dan apakah ini saat yang tepat untuk membeli,” ujar Dalio, dikutip dari CNBC Internasional, Rabu. Ia menekankan bahwa fokus berlebihan pada market timing kerap mengaburkan fungsi strategis emas dalam portofolio.

Alih-alih mengejar momentum harga, Dalio mendorong investor besar seperti bank sentral, pemerintah, dan sovereign wealth fund untuk menjadikan emas sebagai komponen permanen dalam strategi investasi. Ia menilai emas merupakan alat diversifikasi yang efektif, terutama ketika aset lain berada di bawah tekanan.

“Itu (emas) adalah diversifikasi yang sangat efektif untuk bagian portofolio lain yang kurang menguntungkan,” kata Dalio. Menurutnya, emas cenderung menunjukkan perilaku yang berbeda dibandingkan aset berisiko seperti saham atau obligasi saat terjadi krisis.

Dalio menambahkan bahwa kekuatan utama emas terletak pada kemampuannya menjaga nilai ketika kondisi ekonomi global memburuk. Dalam periode ketidakpastian, emas kerap mencatat kinerja yang relatif stabil dibandingkan aset lain yang lebih sensitif terhadap gejolak pasar.

“Karena emas adalah diversifikator, ketika masa-masa sulit datang, emas bekerja dengan sangat baik secara unik,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa saat ekonomi global berada dalam kondisi ekspansif, kinerja emas mungkin tertinggal dari aset berisiko, tetapi tetap berfungsi sebagai penyeimbang portofolio.

Israel Tutup Masjid Al-Aqsa Saat Idul Fitri 2026

Dalio menegaskan pesan utamanya kepada investor global bukanlah memilih satu aset unggulan, melainkan membangun portofolio yang mampu bertahan dalam berbagai skenario risiko. “Saya kira hal yang paling penting adalah memiliki portofolio yang terdiversifikasi dengan baik,” pungkasnya. Hingga Rabu, belum ada pernyataan resmi dari bank sentral utama terkait rekomendasi tersebut.

Berita Terbaru

Berita Terpopuler

01

Khamenei Gugur dalam Serangan Militer AS–Israel di Teheran

02

Pererat Silaturahmi Alumni, IKA Teknik Sipil Unhas Gelar Halal Bi Halal 2026

03

Buka Puasa Penuh Inovasi! RT 08 Permata Hijau Lestari Resmi Luncurkan Gerakan Wanita Tani 08

04

Bareng Daeng Guard, Story Gym Makassar Bagikan 1.000 Paket Takjil Ramadhan ke Masyarakat

05

Lantik Pengurus IKATSI Periode 2025-2029, DPP IKATEK Unhas: Regenerasi Kunci Keberlanjutan Organisasi

HUT Kabupaten Enrekang Ke-66
PEMKOT MAKASSAR - MANYALA.CO
Manyala.co

Olahraga

KKG PJOK KEC.TALLO Kolaborasi Dengan Fobi Makassar dan KKG UJUNG TANAH SANGKARANG

KKG PJOK Tallo, Tamalate, Panakkukang Gelar Pelatihan Deep Learning

Erick Thohir Bantah Laporkan FAM ke FIFA

PSSI: Tak Ada Naturalisasi Baru di FIFA Series

Olahraga Saat Puasa Aman dengan Penyesuaian Intensitas

KNPI Makassar Bersama KKG PJOK Tallo Gelar Kompetisi Futsal dan Voli Pelajar

Indonesia Ajukan Diri Tuan Rumah Piala Asia 2031

Indonesia ke Final Piala Asia Futsal Usai Kalahkan Jepang

Indonesia Lolos Perempat Final Piala Asia Futsal 2026

Indonesia Juara Grup A Usai Imbang Lawan Irak

Alwi Farhan Lolos Final Indonesia Masters 2026

Timnas Indonesia Hadapi Bulgaria, Solomon dan Saint Kitts di FIFA Series

Leo/Bagas Lolos Babak Kedua Indonesia Masters 2026

PSM Makassar Tambah Dua Pemain Asing Hadapi Putaran Kedua

Jonatan Christie Runner-up India Open 2026

PSM Makassar Hadirkan Bus Tim dan Rilis Jersey Khusus Suporter

Prabowo Realisasikan Bonus Atlet SEA Games 2025

Mental Juang PSM Makassar Diuji Jelang Laga Kontra Bali United

Malaysia Open 2026: Lima Wakil Indonesia Tampil di Babak 16 Besar

PSM Makassar Uji Pertahanan Hadapi Trisula Borneo FC

Kolom