Makassar, Manyala.co – Upaya menjaga keamanan di Makassar kembali menjadi perhatian serius aparat gabungan. Pada Rabu (24/9/2025), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) bersama unsur TNI dan Polri resmi mendirikan sebuah Posko Pengamanan di kawasan Kecamatan Tallo, tepatnya di wilayah Tinumbu hingga perbatasan Kandea Lembo. Kehadiran posko ini tidak lepas dari maraknya aksi tawuran antar kelompok yang dalam beberapa waktu terakhir menimbulkan keresahan warga.
Posko tersebut didesain bukan hanya sebagai pusat pemantauan, tetapi juga menjadi titik koordinasi seluruh aparat keamanan di lapangan. Melalui langkah ini, pemerintah kota berharap dapat mengantisipasi gangguan ketertiban umum yang sewaktu-waktu bisa terjadi. “Posko pengamanan ini hadir sebagai langkah cepat untuk merespons potensi konflik antar kelompok yang berujung pada kerugian materil maupun korban jiwa,” ungkap aparat terkait dalam keterangannya.
Selain mengerahkan personel untuk berjaga, keberadaan posko gabungan itu juga berfungsi sebagai wadah komunikasi dengan masyarakat sekitar. Aparat tak hanya fokus pada pencegahan tawuran, tetapi juga mengedepankan pendekatan persuasif. Warga, tokoh masyarakat, hingga pemuda setempat akan diajak berdialog demi menciptakan suasana kondusif.
Langkah ini dipandang penting karena tawuran bukan hanya soal benturan fisik, melainkan juga dapat merusak stabilitas sosial. Kehadiran aparat TNI, Polri, dan Satpol PP secara langsung di tengah masyarakat diharapkan mampu memberi rasa aman, sekaligus menekan potensi konflik yang biasanya muncul mendadak.
Tak berhenti di situ, posko juga dijadikan pusat edukasi bagi masyarakat tentang pentingnya menjaga ketenteraman lingkungan. Aparat gabungan terus memberikan himbauan agar warga lebih waspada, berani melapor bila ada indikasi keributan, dan tidak mudah terpancing provokasi.
Dengan adanya koordinasi lintas institusi ini, pemerintah daerah optimistis suasana di Kecamatan Tallo bisa lebih terkendali. Harapannya, masyarakat tidak lagi dibayang-bayangi kekhawatiran akan terulangnya aksi tawuran, melainkan dapat kembali beraktivitas dengan tenang dan aman.
































