Makassar, Manyala.co – Rombongan pengantar jenazah menyebabkan gangguan arus lalu lintas di Jalan Poros Makassar–Maros, Sulawesi Selatan, Senin malam, setelah aksi berkendara ugal-ugalan terekam dan menyebar luas di media sosial, menurut keterangan kepolisian.
Peristiwa tersebut terjadi di sekitar Simpang Lima, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, pada Senin (15/12) malam. Video yang beredar memperlihatkan sekelompok pengendara sepeda motor berhenti di tengah jalan dan menguasai badan jalan, sehingga lalu lintas di jalur utama Makassar–Maros sempat terganggu.
Kanit Reskrim Polsek Biringkanaya AKP Muhammad Jafar mengatakan rombongan tersebut merupakan pengantar jenazah yang hendak menuju wilayah Tana Toraja. Namun, iring-iringan itu hanya sampai di perbatasan Makassar dan Maros sebelum akhirnya kembali ke tujuan masing-masing.
“Infonya pengantar jenazah, melepaskan jenazahnya ke Toraja,” ujar Muhammad Jafar kepada wartawan, Selasa (16/12/2025).
Ia menjelaskan rombongan bergerak secara bersama-sama dari wilayah Kota Makassar hingga perbatasan administratif dengan Kabupaten Maros. Setelah melewati batas wilayah tersebut, para pengendara tidak lagi melanjutkan perjalanan secara beriringan.
“Jadi mereka berombongan sampai di perbatasan Maros-Makassar,” kata Jafar. “Pengantar jenazah orang Tator (Tana Toraja). Setelah lewat perbatasan mereka langsung pulang masing-masing ke tujuannya,” tambahnya.
Polisi menyatakan hingga Selasa malam belum menerima laporan terkait dugaan tindak pidana dalam peristiwa tersebut. Aparat memastikan tidak ada korban jiwa maupun kerusakan yang dilaporkan akibat kejadian itu.
“Alhamdulillah, tidak ada tindak peristiwa atau laporan pidananya. Yang terjadi hanya memang ada gangguan lalu lintas,” ujar Jafar.
Dalam rekaman video yang beredar di media sosial, sejumlah pengendara terlihat menggeber-geber sepeda motor saat berhenti di tengah jalan. Beberapa orang juga tampak turun dari kendaraan, sementara sebagian lainnya tidak mengenakan helm pengaman.
Aksi tersebut memicu reaksi warganet karena dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan lain. Jalan Poros Makassar–Maros merupakan salah satu jalur utama yang menghubungkan Kota Makassar dengan wilayah utara Sulawesi Selatan dan kerap padat, terutama pada malam hari.
Hingga kini, kepolisian belum mengumumkan langkah penindakan khusus terkait kejadian tersebut. Jafar menyebut pihaknya tetap mengimbau masyarakat untuk menjaga ketertiban berlalu lintas, termasuk dalam kegiatan adat atau sosial seperti pengantaran jenazah.
Secara umum, iring-iringan pengantar jenazah di Sulawesi Selatan, khususnya yang berkaitan dengan tradisi pemakaman di Tana Toraja, kerap melibatkan perjalanan jarak jauh dan rombongan besar. Namun, kepolisian menegaskan bahwa seluruh aktivitas di jalan raya tetap harus mematuhi aturan lalu lintas demi keselamatan bersama.
Belum ada konfirmasi resmi dari pihak keluarga jenazah maupun penyelenggara iring-iringan terkait video yang beredar hingga Selasa malam. Aparat menyatakan akan melakukan evaluasi apabila ditemukan pelanggaran lalu lintas yang berpotensi membahayakan pengguna jalan lain
































