Rupiah Mendekati Rp17.000, Pemerintah Prediksi Segera Menguat

Rupiah
Rupiah Mendekati Rp17.000, Pemerintah Prediksi Segera Menguat.

Manyala.co – Nilai tukar rupiah hampir menyentuh level Rp17.000 per dolar AS pada penutupan perdagangan Senin, namun pemerintah menyatakan pelemahan bersifat sementara dan didukung fundamental ekonomi domestik yang dinilai tetap solid. (9/1/2026).

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan rupiah berpotensi segera berbalik menguat seiring meningkatnya aliran modal asing ke pasar keuangan domestik. Ia menilai pergerakan nilai tukar sangat dipengaruhi oleh kekuatan fundamental ekonomi, termasuk kinerja pasar saham nasional.

Pada penutupan perdagangan di Jakarta, rupiah melemah 68 poin atau 0,40 persen menjadi Rp16.955 per dolar AS, dibandingkan posisi sebelumnya di Rp16.887 per dolar AS. Level tersebut merupakan salah satu titik terlemah rupiah dalam beberapa waktu terakhir.

Purbaya menyoroti kinerja pasar modal sebagai indikator utama ketahanan ekonomi Indonesia. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Senin sore ditutup mencetak rekor tertinggi sepanjang masa atau all time high di level 9.133,87. Menurutnya, pencapaian tersebut tidak mungkin terjadi tanpa masuknya dana asing secara signifikan.

“IHSG all time high, kan? Kalau indeks naik, pasti ada aliran asing masuk ke situ juga. Nggak mungkin masuk sendiri yang bisa mendorong ke level seperti itu. Jadi, ini tinggal tunggu waktu saja rupiahnya menguat, karena suplai dolar akan bertambah,” kata Purbaya saat ditemui di Kompleks Parlemen, Jakarta.

IKA Teknik Sipil Unhas Gelar Turnamen Domino Road To HBH 2026, Diikuti Alumni dan Perwakilan PORDI Sulsel

Ia menambahkan, bertambahnya suplai dolar dari arus modal masuk akan memperbaiki keseimbangan pasar valuta asing domestik. Pemerintah, kata dia, terus menjaga stabilitas makroekonomi dan mendorong pertumbuhan agar kepercayaan investor tetap terjaga.

Purbaya juga menepis spekulasi bahwa pelemahan rupiah dipicu oleh wacana penunjukan Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia. Isu tersebut sebelumnya memunculkan kekhawatiran sebagian pelaku pasar terkait potensi berkurangnya independensi bank sentral.

“Orang berspekulasi ketika Thomas ke sana, independensi BI hilang. Saya pikir nggak akan begitu,” ujar Purbaya.

Menurutnya, mekanisme dan tata kelola Bank Indonesia tetap menjamin independensi kebijakan moneter, terlepas dari latar belakang pejabat yang mengisi jabatan struktural di bank sentral.

Di sisi eksternal, pelemahan rupiah juga dipengaruhi sentimen global. Pengamat pasar mata uang dan aset digital Ibrahim Assuaibi menilai tekanan terhadap rupiah berasal dari rencana Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengenakan tarif impor sebesar 10 persen terhadap delapan negara Eropa yang menentang rencana Washington untuk mengakuisisi Greenland.

Bupati Enrekang Yusuf Ritangnga Gelar Open House Idul Fitri 1447 H Bersama Masyarakat

Selain itu, ketidakpastian arah kebijakan moneter Amerika Serikat turut membebani mata uang negara berkembang. Investor global masih mencermati apakah Federal Reserve akan melakukan dua kali pemangkasan suku bunga acuan pada tahun ini, sebagaimana sebelumnya diantisipasi pasar.

Pemerintah menyatakan akan terus memantau perkembangan global dan menjaga koordinasi kebijakan fiskal serta moneter. Hingga Senin malam, belum ada pernyataan tambahan dari Bank Indonesia terkait respons kebijakan terhadap pergerakan nilai tukar tersebut.

Berita Terbaru

Berita Terpopuler

01

Khamenei Gugur dalam Serangan Militer AS–Israel di Teheran

02

Buka Puasa Penuh Inovasi! RT 08 Permata Hijau Lestari Resmi Luncurkan Gerakan Wanita Tani 08

03

Bareng Daeng Guard, Story Gym Makassar Bagikan 1.000 Paket Takjil Ramadhan ke Masyarakat

04

KKG PJOK Tallo Jajaki Kolaborasi Program dengan Pemerintah Kecamatan

05

Lantik Pengurus IKATSI Periode 2025-2029, DPP IKATEK Unhas: Regenerasi Kunci Keberlanjutan Organisasi

HUT Kabupaten Enrekang Ke-66
PEMKOT MAKASSAR - MANYALA.CO
Manyala.co

Olahraga

KKG PJOK KEC.TALLO Kolaborasi Dengan Fobi Makassar dan KKG UJUNG TANAH SANGKARANG

KKG PJOK Tallo, Tamalate, Panakkukang Gelar Pelatihan Deep Learning

Erick Thohir Bantah Laporkan FAM ke FIFA

PSSI: Tak Ada Naturalisasi Baru di FIFA Series

Olahraga Saat Puasa Aman dengan Penyesuaian Intensitas

KNPI Makassar Bersama KKG PJOK Tallo Gelar Kompetisi Futsal dan Voli Pelajar

Indonesia Ajukan Diri Tuan Rumah Piala Asia 2031

Indonesia ke Final Piala Asia Futsal Usai Kalahkan Jepang

Indonesia Lolos Perempat Final Piala Asia Futsal 2026

Indonesia Juara Grup A Usai Imbang Lawan Irak

Alwi Farhan Lolos Final Indonesia Masters 2026

Timnas Indonesia Hadapi Bulgaria, Solomon dan Saint Kitts di FIFA Series

Leo/Bagas Lolos Babak Kedua Indonesia Masters 2026

PSM Makassar Tambah Dua Pemain Asing Hadapi Putaran Kedua

Jonatan Christie Runner-up India Open 2026

PSM Makassar Hadirkan Bus Tim dan Rilis Jersey Khusus Suporter

Prabowo Realisasikan Bonus Atlet SEA Games 2025

Mental Juang PSM Makassar Diuji Jelang Laga Kontra Bali United

Malaysia Open 2026: Lima Wakil Indonesia Tampil di Babak 16 Besar

PSM Makassar Uji Pertahanan Hadapi Trisula Borneo FC

Kolom