Sanksi Berat Yuran Fernandes: Kritik Disikat Setahun, Cekik Wasit Cuma Setengah Tahun?

Sanksi Berat Yuran Fernandes: Kritik Disikat Setahun, Cekik Wasit Cuma Setengah Tahun? - Yuran Fernandes - Gambar 1495
Yuran Fernandes dilarang berpartisipasi dalam segala aktivitas sepak bola di Indonesia selama setahun. Istimewa.

Manyala.co – Ketimpangan hukuman di dunia sepak bola Indonesia kembali jadi sorotan. Kali ini, kapten PSM Makassar, Yuran Fernandes, harus menerima kenyataan pahit: dihukum larangan beraktivitas selama 12 bulan oleh Komite Disiplin (Komdis) PSSI hanya karena mengkritik keras wasit dan kondisi liga. Ironisnya, hukuman ini bahkan lebih berat dari pemain lain yang melakukan kekerasan fisik terhadap wasit.

Awal Mula: Emosi Pasca Kekalahan

Segalanya bermula dari laga antara PSM Makassar dan PSS Sleman di lanjutan BRI Liga 1 awal Mei 2025. Dalam pertandingan tersebut, PSM kalah 1-3, dan Yuran sempat mencetak gol yang kemudian dianulir setelah wasit Nendi Rohaendi mengecek VAR. Keputusan kontroversial lain juga terjadi ketika wasit tetap mengesahkan gol PSS meskipun ada dugaan pelanggaran sebelumnya.

Kekecewaan Yuran tak terbendung. Di sesi jumpa pers, ia secara gamblang menyebut wasit berpihak kepada lawan. Bahkan ia menilai wasit tersebut tak layak memimpin pertandingan di Liga 1.

Namun yang benar-benar membuat heboh adalah unggahannya di Instagram keesokan harinya. Ia menuding sepak bola Indonesia penuh lelucon dan korupsi, menyarankan bahwa mereka yang ingin uang datang ke sini, tetapi yang ingin sepak bola serius sebaiknya menjauh.

PSSI Tak Terima, Erick Thohir Bereaksi

Pernyataan Yuran itu menyulut reaksi keras dari Ketua Umum PSSI, Erick Thohir. Ia menganggap kritik Yuran sebagai bentuk ketidakprofesionalan, apalagi datang dari pemain asing. Erick bahkan menyarankan Yuran untuk angkat kaki dari Indonesia jika sudah tidak betah bermain di sini.

KKG PJOK KEC.TALLO Kolaborasi Dengan Fobi Makassar dan KKG UJUNG TANAH SANGKARANG

Komdis pun turun tangan. Berdasarkan pasal 59 ayat 2 jo pasal 141 Kode Disiplin PSSI 2023, Yuran dijatuhi sanksi berat: dilarang terlibat dalam aktivitas sepak bola Indonesia selama satu tahun dan didenda Rp25 juta.

Bandingkan: Cekik Wasit Hanya 6 Bulan?

Yang membuat keputusan ini disorot bukan hanya karena panjangnya hukuman, tapi juga ketimpangan dengan kasus lain. Pada Februari 2025, pemain Persiraja Banda Aceh, Rizky Yusuf Nasution, hanya dijatuhi hukuman 6 bulan dan denda yang sama, meskipun ia terbukti mendorong, menanduk, bahkan mencekik wasit dalam pertandingan melawan PSPS Pekanbaru.

Perbandingan ini membuat publik mempertanyakan prioritas dan konsistensi PSSI. Apakah menyampaikan kritik lebih berbahaya daripada kekerasan terhadap perangkat pertandingan?

Yuran Klarifikasi, Tapi Tetap Dihukum Berat

Menanggapi reaksi yang menggelegar, Yuran akhirnya buka suara. Ia menyampaikan permintaan maaf dan menegaskan bahwa semua komentarnya ditujukan untuk aspek sepak bolanya saja, bukan untuk menghina negara Indonesia. Ia menyebut pernyataan itu muncul karena emosi setelah pertandingan penuh tekanan dan berharap PSSI bisa memperbaiki kualitas kompetisi.

Namun permintaan maaf itu tak mengubah keputusan. Komdis tetap pada hukuman awal.

KKG PJOK Tallo, Tamalate, Panakkukang Gelar Pelatihan Deep Learning

Wasit di Pusaran Isu Pungli

Pernyataan Yuran soal korupsi di sepak bola Indonesia sebenarnya bukan hal baru. Sejumlah laporan menunjukkan dugaan pungli dalam proses seleksi wasit. Pada pertengahan 2023, bahkan muncul rekaman suara yang mengungkapkan adanya pungutan liar kepada peserta seleksi wasit di Jawa Tengah. Nilainya bervariasi, dari Rp500 ribu untuk bocoran soal hingga Rp1 juta untuk “paket kelulusan”.

Akmal Marhali dari Save Our Soccer ikut mengangkat isu ini. Bahkan Bareskrim Polri sempat memanggil pihak PSSI untuk dimintai keterangan terkait dugaan pungli tersebut.

Kualitas Liga Masih Jauh dari Harapan

Meski Timnas Indonesia menunjukkan progres signifikan, kualitas liga domestik justru dinilai stagnan. Shin Tae-yong, eks pelatih Timnas, sudah lama menyerukan agar Liga Indonesia diperkuat demi mendukung performa tim nasional.

Faktanya, peringkat liga kita menurut AFC musim 2023/2024 hanya berada di posisi ke-28 hanya sedikit lebih baik dari Liga Korea Utara.

Erick Thohir sempat menyatakan akan “bersih-bersih” Liga 1 mulai pertengahan 2024. Tapi satu tahun hampir berlalu, belum ada perubahan signifikan yang benar-benar terasa di lapangan.

Erick Thohir Bantah Laporkan FAM ke FIFA

Akar Masalahnya: Ketegasan yang Selektif?

Kasus Yuran Fernandes membuka kembali pertanyaan lama: apakah PSSI tegas, atau justru pilih-pilih dalam menegakkan aturan? Jika kritik dianggap mencoreng nama baik sepak bola, lalu bagaimana dengan tindakan kekerasan yang nyata?

Publik, suporter, bahkan pelatih seperti Bernardo Tavares menuntut evaluasi menyeluruh terutama terhadap perangkat pertandingan. Bernardo bahkan meminta kepolisian untuk menyelidiki wasit Nendi Rohaendi.

Kini, mata publik tertuju pada PSSI dan Komdis. Apakah mereka benar-benar ingin membenahi sepak bola Indonesia, atau hanya sibuk menjaga citra dengan membungkam kritik?

Berita Terbaru

Berita Terpopuler

01

Khamenei Gugur dalam Serangan Militer AS–Israel di Teheran

02

Pererat Silaturahmi Alumni, IKA Teknik Sipil Unhas Gelar Halal Bi Halal 2026

03

Buka Puasa Penuh Inovasi! RT 08 Permata Hijau Lestari Resmi Luncurkan Gerakan Wanita Tani 08

04

Bareng Daeng Guard, Story Gym Makassar Bagikan 1.000 Paket Takjil Ramadhan ke Masyarakat

05

KKG PJOK Tallo Jajaki Kolaborasi Program dengan Pemerintah Kecamatan

HUT Kabupaten Enrekang Ke-66
PEMKOT MAKASSAR - MANYALA.CO
Manyala.co

Olahraga

KKG PJOK KEC.TALLO Kolaborasi Dengan Fobi Makassar dan KKG UJUNG TANAH SANGKARANG

KKG PJOK Tallo, Tamalate, Panakkukang Gelar Pelatihan Deep Learning

Erick Thohir Bantah Laporkan FAM ke FIFA

PSSI: Tak Ada Naturalisasi Baru di FIFA Series

Olahraga Saat Puasa Aman dengan Penyesuaian Intensitas

KNPI Makassar Bersama KKG PJOK Tallo Gelar Kompetisi Futsal dan Voli Pelajar

Indonesia Ajukan Diri Tuan Rumah Piala Asia 2031

Indonesia ke Final Piala Asia Futsal Usai Kalahkan Jepang

Indonesia Lolos Perempat Final Piala Asia Futsal 2026

Indonesia Juara Grup A Usai Imbang Lawan Irak

Alwi Farhan Lolos Final Indonesia Masters 2026

Timnas Indonesia Hadapi Bulgaria, Solomon dan Saint Kitts di FIFA Series

Leo/Bagas Lolos Babak Kedua Indonesia Masters 2026

PSM Makassar Tambah Dua Pemain Asing Hadapi Putaran Kedua

Jonatan Christie Runner-up India Open 2026

PSM Makassar Hadirkan Bus Tim dan Rilis Jersey Khusus Suporter

Prabowo Realisasikan Bonus Atlet SEA Games 2025

Mental Juang PSM Makassar Diuji Jelang Laga Kontra Bali United

Malaysia Open 2026: Lima Wakil Indonesia Tampil di Babak 16 Besar

PSM Makassar Uji Pertahanan Hadapi Trisula Borneo FC

Kolom