Manyala.co – Tim SAR gabungan menemukan sejumlah barang yang diduga milik korban kecelakaan pesawat ATR dalam operasi pencarian di jalur ekstrem Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, pada Senin. (19/1/2026).
Temuan tersebut diperoleh dari hasil penyisiran intensif tim darat di jalur antara puncak Gunung Bulusaraung dan Pos 9 jalur pendakian, yang dikenal memiliki medan curam dan berisiko tinggi. Barang-barang yang ditemukan meliputi dokumen pribadi, dompet, buku catatan, serta perangkat elektronik.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar selaku SAR Mission Coordinator (SMC), Muhammad Arif Anwar, mengatakan seluruh barang yang ditemukan telah diamankan dan didata sesuai prosedur operasi standar. Setiap temuan juga ditandai dengan titik koordinat guna mendukung analisis lanjutan di lapangan.
“Tim SAR gabungan menemukan berbagai barang yang diduga milik korban. Mulai dari dokumen pribadi, dompet, buku catatan, hingga barang elektronik,” kata Arif kepada wartawan di Pangkep.
Selain barang pribadi, tim SAR juga menemukan sejumlah bagian pesawat di sekitar area pencarian. Arif menyebutkan bagian yang ditemukan antara lain pelampung dan perangkat sinyal kebakaran (fire signal), yang berada di sekitar bagian kepala pesawat.
“Selain itu, juga ditemukan beberapa bagian dari pesawat seperti pelampung dan fire signal, di sekitar bagian kepala pesawat,” ujarnya.
Menurut Arif, temuan tersebut menjadi petunjuk penting dalam mempersempit area pencarian dan menentukan langkah lanjutan dalam proses evakuasi. Namun, kondisi geografis Gunung Bulusaraung menjadi tantangan utama dalam operasi pencarian dan pertolongan.
Gunung Bulusaraung dikenal memiliki jalur terjal dengan kemiringan ekstrem, vegetasi rapat, serta akses terbatas bagi personel dan peralatan. Oleh karena itu, pencarian dilakukan dengan teknik khusus, termasuk penggunaan metode repling dan pembukaan jalur secara manual.
“Medan di lokasi kejadian sangat curam dan berisiko tinggi. Proses pencarian dilakukan dengan teknik khusus, termasuk repling dan pembukaan jalur, sehingga membutuhkan waktu, ketelitian, dan koordinasi yang kuat antarunsur,” kata Arif.
Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur SAR gabungan yang terlibat dalam operasi tersebut. Ia menilai penemuan barang-barang korban dan bagian pesawat menunjukkan kemajuan signifikan dalam pencarian.
“Penemuan barang-barang milik korban dan bagian dari pesawat menunjukkan bahwa tim SAR gabungan sudah berada sangat dekat dengan titik-titik krusial,” kata Syafii.
Syafii menambahkan bahwa operasi SAR masih menghadapi tantangan besar akibat kondisi cuaca dan alam. Kabut tebal, medan terjal, serta perubahan cuaca yang cepat kerap menghambat pergerakan tim, baik dari udara maupun darat.
Meski demikian, Basarnas memastikan operasi pencarian dan evakuasi akan terus dilanjutkan secara profesional dengan mengutamakan keselamatan personel. Setiap perkembangan akan disampaikan secara resmi kepada publik.
Basarnas juga mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi terkait proses pencarian dan mempercayakan sepenuhnya operasi tersebut kepada tim SAR gabungan. Hingga Senin malam, belum ada keterangan resmi mengenai penemuan korban di lokasi kejadian.
































