Manyala.co – Kalurahan Sumbersari di Kapanewon Moyudan mulai mempersiapkan diri sebagai tuan rumah pelaksanaan upacara peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia. Rangkaian persiapan dilakukan menyambut momen nasional yang akan dipusatkan di Lapangan Sumbersari pada 17 Agustus 2025 mendatang.
Sebagai bentuk kesiapan awal, Pemerintah Kalurahan menggelar kerja bakti besar-besaran pada Minggu, 27 Juli 2025. Kegiatan tersebut melibatkan beragam elemen masyarakat, di antaranya para pamong kalurahan, personel Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas), hingga anggota Karang Taruna “Bakti Sari”. Seluruh peserta bahu-membahu membersihkan lapangan, menata area sekitar, dan menyiapkan lokasi agar representatif untuk menggelar upacara tingkat kapanewon yang bersifat formal dan sakral.
Lurah Sumbersari, Sukadi, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada seluruh warga dan unsur masyarakat yang telah turut serta dalam proses persiapan ini. Ia menilai antusiasme warga menunjukkan semangat gotong royong yang luar biasa. “Kami sangat mengapresiasi keterlibatan semua pihak. Tahun ini adalah momen istimewa bagi Sumbersari karena dipercaya menjadi lokasi upacara tingkat kapanewon. Tentu ini menjadi tanggung jawab bersama,” ujar Sukadi.
Tak hanya soal teknis upacara, Sukadi juga mendorong partisipasi masyarakat dalam menyemarakkan suasana bulan kemerdekaan. Ia mengimbau seluruh warga untuk memasang bendera Merah Putih di depan rumah masing-masing, mengibarkan umbul-umbul, dan menghias lingkungan agar nuansa peringatan kemerdekaan semakin terasa. Selain itu, masyarakat diimbau untuk mengadakan malam tirakatan dan doa bersama di masing-masing padukuhan sebagai bentuk refleksi dan rasa syukur atas nikmat kemerdekaan yang telah diraih.
“Kita tidak boleh lupa bahwa kemerdekaan ini diperjuangkan dengan darah dan air mata. Sudah selayaknya kita, sebagai generasi penerus, menunjukkan rasa syukur dengan memberikan yang terbaik untuk bangsa ini. Salah satunya adalah menjaga dan merawat kebersamaan serta semangat nasionalisme,” tambahnya.
Namun, di tengah semangat kebersamaan itu, kerja bakti juga menemukan beberapa persoalan yang menjadi catatan penting. Salah satunya adalah keberadaan tumpukan material bangunan bekas yang dibuang secara sembarangan di tengah lapangan. Kondisi ini mendapat perhatian khusus dari jajaran pemerintah kalurahan.
Carik Sumbersari, Junaidi, dengan tegas mengingatkan warga agar tidak menjadikan lapangan sebagai tempat pembuangan sampah, baik sampah rumah tangga maupun sisa bangunan. Ia menekankan bahwa lapangan tersebut adalah fasilitas umum yang digunakan oleh semua warga, dan karenanya harus dijaga bersama.
“Kami sangat menyayangkan adanya perilaku tidak bertanggung jawab seperti ini. Lapangan adalah aset publik yang digunakan untuk kegiatan bersama, termasuk olahraga, upacara, dan kegiatan sosial lainnya. Kami minta kesadaran masyarakat agar tidak membuang barang bekas bangunan atau sampah jenis apa pun di sini,” tegas Junaidi.
Ia juga menambahkan bahwa Pemerintah Kalurahan tidak akan segan-segan menindak jika ada pelanggaran serupa yang terulang. Warga diminta segera melapor jika melihat aktivitas pembuangan sampah di lapangan agar dapat ditindaklanjuti dengan cepat.
Dengan waktu yang tinggal beberapa minggu menjelang 17 Agustus, persiapan terus dikebut oleh semua pihak. Selain penataan lapangan, agenda gladi upacara dan koordinasi antar instansi akan terus dilakukan demi memastikan peringatan HUT RI ke-80 di Kapanewon Moyudan berjalan khidmat, tertib, dan membangkitkan semangat nasionalisme bagi seluruh masyarakat.
































