Manyala.co – Hasil survei terbaru yang dirilis oleh Indikator Politik Indonesia menunjukkan bahwa Presiden Prabowo Subianto tetap menjadi tokoh dengan tingkat elektabilitas tertinggi di Indonesia. Survei ini menggambarkan peta dukungan publik jika pemilihan presiden digelar saat ini.
Lembaga survei yang dipimpin oleh Burhanuddin Muhtadi itu melaksanakan riset pada 20–27 Oktober 2025 dengan melibatkan 1.220 responden yang memiliki hak pilih. Teknik pengambilan sampel menggunakan multistage random sampling dengan margin of error sekitar 2,8 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.
Dominasi Prabowo dalam Survei Nasional
Dalam hasil yang diumumkan, Prabowo Subianto meraih 46,7 persen suara dari total responden, menempatkannya jauh di atas tokoh-tokoh politik lainnya. Capaian tersebut menegaskan dominasi Prabowo di arena politik nasional pasca kemenangannya dalam pemilu sebelumnya.
Burhanuddin Muhtadi menyatakan bahwa angka ini menunjukkan konsistensi dukungan publik terhadap Presiden. “Ketika survei dilakukan, elektabilitas Prabowo mencapai 46,7 persen,” ujarnya dalam siaran langsung di kanal YouTube Indikator Politik Indonesia.
Posisi kedua ditempati Dedi Mulyadi dengan 18,4 persen, diikuti oleh Anies Baswedan di urutan ketiga dengan 9,0 persen. Sementara Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mencatat dukungan sebesar 4,8 persen, menempati posisi keempat.
Pesaing dan Tokoh Potensial Lainnya
Beberapa nama lain juga muncul dalam survei tersebut, termasuk Agus Harimurti Yudhoyono (3,9 persen), Ganjar Pranowo (3,7 persen), dan Purbaya Yudhi Sadewa (1,5 persen). Sherly Tjoanda memperoleh 1,1 persen, sedangkan Letkol (Inf) Teddy Indrawijaya, yang kini menjabat sebagai Sekretaris Kabinet, mencatat dukungan 0,3 persen.
Meskipun sebagian tokoh belum menunjukkan peningkatan signifikan, hasil ini memperlihatkan keragaman preferensi politik masyarakat. Dedi Mulyadi muncul sebagai pesaing potensial baru yang menarik perhatian publik karena lonjakan dukungannya dalam beberapa bulan terakhir.
Konteks Politik dan Dinamika Elektoral
Dominasi elektabilitas Prabowo menandakan tingkat kepercayaan publik yang masih tinggi terhadap kepemimpinannya. Namun, para pengamat menilai peta elektoral tetap dinamis, seiring munculnya figur-figur baru dan perubahan isu politik menjelang masa pemilihan berikutnya.
Survei Indikator Politik Indonesia kerap dijadikan acuan utama oleh partai politik dan analis kebijakan untuk membaca arah opini publik. Hasil kali ini dianggap merefleksikan stabilitas pemerintahan Prabowo sekaligus menjadi indikator awal potensi persaingan politik di masa mendatang.
Walau demikian, lembaga survei tersebut menekankan bahwa hasil survei hanya menggambarkan situasi pada saat penelitian dilakukan dan dapat berubah mengikuti perkembangan sosial, ekonomi, maupun kebijakan pemerintah ke depan.
Dengan dukungan yang hampir menyentuh 50 persen, Prabowo Subianto tetap menjadi figur dominan di panggung politik Indonesia, sementara tokoh-tokoh lain masih berupaya memperkuat basis dukungan masing-masing.
































