Manyala.co – Kementerian Pertahanan Nasional Taiwan melaporkan aktivitas militer terbaru China di sekitar wilayahnya, termasuk sembilan pesawat Angkatan Darat China dan sembilan kapal Angkatan Laut China, yang terdeteksi beroperasi dekat perairan Taiwan pada Minggu.
Dalam pernyataan resminya, Kementerian Pertahanan Nasional Taiwan (MND) menyebutkan sejumlah pesawat militer People’s Liberation Army (PLA) dan kapal People’s Liberation Army Navy (PLAN) terpantau bergerak di sekitar wilayah udara dan perairan Taiwan. Dari sembilan penerbangan yang terdeteksi, tiga di antaranya melintasi garis tengah Selat Taiwan dan memasuki Zona Identifikasi Pertahanan Udara (ADIZ) barat daya Taiwan.
ADIZ merupakan zona penanda wilayah udara yang digunakan untuk identifikasi dini pesawat asing sebelum memasuki wilayah kedaulatan udara suatu negara. Otoritas Taiwan menyatakan terus memantau situasi tersebut dan mengerahkan langkah-langkah pengawasan sesuai prosedur operasional.
Aktivitas militer tersebut terjadi sehari setelah MND Taiwan melaporkan deteksi 26 penerbangan pesawat PLA, delapan kapal angkatan laut China, serta satu kapal resmi China di sekitar perairan Taiwan pada Sabtu. Dari jumlah itu, tujuh pesawat dilaporkan melintasi garis median dan memasuki ADIZ Taiwan di wilayah utara, tengah, dan barat daya.
Pada hari yang sama, Taiwan juga mendeteksi sebuah wahana udara tak berawak (UAV) milik militer China yang memasuki ADIZ barat daya. UAV tersebut dilaporkan meninggalkan area setelah Taiwan mengeluarkan peringatan melalui komunikasi radio.
Rangkaian manuver militer ini dinilai sebagai bagian dari peningkatan tekanan China terhadap Taiwan. Beijing secara konsisten menyatakan bahwa Taiwan merupakan bagian dari wilayah kedaulatan China, meskipun pulau tersebut memiliki pemerintahan sendiri yang beroperasi secara terpisah sejak 1949.
Menanggapi situasi tersebut, Presiden Taiwan Lai Ching-te menyatakan komitmennya untuk melindungi kedaulatan Taiwan. Sebagai panglima tertinggi angkatan bersenjata, ia menegaskan akan menjaga keamanan negara serta keselamatan warga Taiwan dari potensi ancaman eksternal.
Ketegangan antara China dan Taiwan dilaporkan meningkat dalam beberapa bulan terakhir. Pada akhir Desember 2025 hingga awal Januari 2026, Taiwan mencatat pelaksanaan latihan militer skala besar oleh China di sekitar pulau tersebut, yang disebut sebagai latihan terbesar dalam beberapa dekade terakhir.
Pihak berwenang Taiwan juga melaporkan peningkatan intensitas aktivitas udara dan laut China di sekitar wilayahnya selama periode tersebut. Namun, hingga Minggu malam, belum ada pernyataan resmi dari otoritas China terkait laporan terbaru Taiwan.
Dalam konteks global, meningkatnya aktivitas militer China di sekitar Taiwan turut menjadi perhatian internasional. Sebuah draf laporan Pentagon yang dirilis bulan lalu menyebutkan bahwa China kemungkinan telah mengerahkan lebih dari 100 rudal balistik antarbenua di sejumlah lokasi silo baru.
Laporan tersebut juga menyebutkan bahwa persediaan hulu ledak nuklir China diperkirakan berada di kisaran 600 unit pada 2024 dan berpotensi melampaui 1.000 unit pada 2030. Meski demikian, belum ada konfirmasi resmi terbaru dari Beijing terkait data tersebut hingga Minggu malam.
































