Manyala – Institut Teknologi Bacharuddin Jusuf Habibie (ITH) Parepare resmi mencatat sejarah baru. Untuk pertama kalinya sejak berdiri sekitar empat tahun yang lalu, ITH berhasil mengirimkan tim mahasiswa ke ajang Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) 2025 melalui inovasi SIPAKARENA (Sistem Pengolahan Gula Aren Kendali Real-time dan Otomatis Berbasis IoT).
Keberhasilan ini sekaligus menegaskan bahwa meskipun ITH merupakan kampus muda, kualitas, kreativitas, dan daya saing mahasiswanya telah mampu bersaing di tingkat nasional.
Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) merupakan kompetisi ilmiah bergengsi dan tertinggi bagi mahasiswa di Indonesia. Ajang ini menjadi puncak dari rangkaian Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, di mana tim-tim terbaik dari berbagai perguruan tinggi berkesempatan menampilkan karya inovatifnya melalui penilaian poster dan presentasi.
PIMNAS tidak hanya menjadi ruang kompetisi, tetapi juga wadah pertukaran ide, kolaborasi, serta pembuktian kualitas riset dan kreativitas mahasiswa Indonesia.
Perjalanan Prestisius di PKM 2025
Tahun ini, kompetisi PKM diikuti oleh 33.039 proposal valid dari seluruh Indonesia. Dari jumlah tersebut, hanya 1.590 proposal yang lolos pendanaan PKM 2025. Selanjutnya melalui proses seleksi PKP2, terpilih 420 tim terbaik yang berhak maju ke PIMNAS.
Tim SIPAKARENA ITH menjadi salah satu tim yang berhasil melewati seluruh tahapan ketat ini dan tampil sebagai finalis PIMNAS 2025, sebuah pencapaian monumental bagi institusi.
Profil Tim SIPAKARENA ITH
Tim ini diketuai oleh Sitti Rahma Yunus (Ilmu Komputer 2022) dengan anggota:
Nur Aini Sri Oktaviani Bahar (Ilmu Komputer 2022)
Khumaedi (Sistem Informasi 2023)
Muhammad Mu’adz Ibda (Ilmu Komputer 2023)
Nur Aisyah Rahmah (Teknologi Pangan 2024)
Dibimbing oleh Muh. Agus, S.Kom., M.Kom, dosen Prodi Ilmu Komputer, tim ini mengusung inovasi yang berangkat dari kepedulian terhadap proses pengolahan gula aren yang masih dilakukan secara manual di berbagai daerah.
Tentang Inovasi SIPAKARENA
SIPAKARENA dirancang sebagai solusi teknologi berbasis Internet of Things (IoT) yang mampu:
mengotomatiskan proses pemasakan nira,
menampilkan data secara real-time,
serta memungkinkan pemantauan melalui aplikasi mobile.
Pengembangan prototipe dilakukan di Parepare, sementara penelitian lapangan berfokus di Maroanging, Kabupaten Enrekang, salah satu sentra penghasil gula aren di Sulawesi Selatan. Melalui observasi langsung, tim mengidentifikasi kebutuhan petani dan merancang sistem yang tepat guna, efisien, dan mudah digunakan.
Perjalanan tim ITH pada PIMNAS 38 berlangsung selama lima hari. Hari pertama diawali dengan proses registrasi peserta serta pemasangan poster dan berbagai perlengkapan presentasi.
Kegiatan dilanjutkan pada hari kedua dengan acara pembukaan PIMNAS sekaligus penilaian poster oleh dewan juri, di mana tim memperkenalkan esensi inovasi SIPAKARENA melalui media poster yang telah dipamerkan.
Memasuki hari ketiga dan keempat, tim memperoleh kesempatan untuk menyampaikan presentasi mendalam mengenai karya yang dikembangkan. Dalam sesi ini, tim memaparkan latar belakang permasalahan, metodologi, proses perancangan, hasil uji coba, serta potensi penerapan sistem pengolahan gula aren berbasis IoT dalam skala industri.
Rangkaian kegiatan akhirnya ditutup pada hari kelima melalui acara penutupan dan malam penganugerahan yang mempertemukan seluruh peserta dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
Makna Besar untuk ITH
Lolosnya SIPAKARENA ke PIMNAS menjadi pencapaian bersejarah bagi ITH. Prestasi ini membuktikan bahwa kampus yang baru berusia empat tahun telah mampu berdiri sejajar dengan institusi besar di Indonesia dalam bidang riset dan inovasi mahasiswa.
Keberhasilan ini diharapkan menjadi pemantik semangat bagi mahasiswa ITH untuk terus berkarya serta memperkuat budaya riset dan inovasi di lingkungan kampus, menghadirkan karya terbaik dan membawa nama ITH semakin dikenal di kancah nasional.
































