Wamendagri Bima Arya: Dana Parpol dari APBN Harus Jelas, Jangan Sampai Dimanfaatkan Elite

Wamendagri Bima Arya: Dana Parpol dari APBN Harus Jelas, Jangan Sampai Dimanfaatkan Elite - Bima - Gambar 1365
Wamendagri bima arya sugiantoro usai dengar pendapat bersma komisi ii DPR RI di kompleks parlemen.(dok.Antara/melalusa)

Manyala.co – Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya, menanggapi wacana penambahan anggaran dari APBN untuk mendukung kegiatan partai politik. Menurutnya, persoalan pendanaan partai tidak bisa dilihat secara parsial dan perlu ditelaah secara menyeluruh, termasuk dengan membandingkan praktik di negara lain.

“Persoalan pembiayaan politik ini tidak bisa dipandang sepenggal. Harus dilihat secara utuh dan dikaji mendalam, termasuk lewat studi di berbagai negara,” ujar Bima saat menghadiri kegiatan di Kantor DPP Partai Demokrat, Jakarta, Senin (19/5).

Ia mencontohkan sistem di Amerika Serikat, di mana sumbangan politik dari pihak swasta sangat terbuka dan nilainya besar. Namun, sistem itu juga melahirkan kecenderungan pengaruh kuat dari pemilik modal terhadap arah politik. Sebaliknya, beberapa negara Eropa memilih skema pembiayaan partai oleh negara demi menjaga independensi dan fungsi demokratis partai.

Harus Transparan dan Terarah

Bima menegaskan bahwa jika Indonesia ingin menerapkan model pembiayaan dari APBN, maka prinsip transparansi harus menjadi syarat mutlak. Ia menilai penting agar setiap dana yang diberikan kepada partai politik memiliki peruntukan yang jelas dan bisa dipertanggungjawabkan.

RAT ke-40 Koperasi Wanita Maiwa Tekankan Peran Kesejahteraan Anggota

“Jika negara ingin berkontribusi dalam pembiayaan partai, maka harus ada aturan tegas tentang bagaimana dana itu digunakan. Tidak boleh abu-abu, harus jelas besarannya, untuk apa saja, dan seperti apa sistem pertanggungjawabannya,” katanya.

Bukan untuk Elite Partai

Lebih lanjut, Bima mengingatkan agar bantuan negara kepada partai politik tidak dimanfaatkan untuk kepentingan internal elit atau pengurus partai. Menurutnya, dana tersebut semestinya digunakan demi kepentingan publik, terutama untuk pendidikan politik dan kegiatan lain yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

“Jangan sampai uang negara ini hanya dinikmati oleh elite partai. Dana bantuan itu harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas, bukan untuk kepentingan segelintir orang di dalam partai,” tutupnya.

Bima menilai, jika dijalankan dengan prinsip akuntabilitas dan transparansi, sistem pendanaan negara untuk partai politik bisa menjadi langkah strategis untuk memperkuat demokrasi dan memperbaiki kualitas partai politik di Indonesia.

Kanwil Kemenkum Sumsel Ikuti Sosialisasi Tata Kelola Kebijakan Publik

Berita Terbaru

Berita Terpopuler

01

Deretan Calon Ketua IKA Teknik Sipil Unhas, 2 Dosen Siap Lanjutkan Tongkat Kepemimpinan

02

Indonesia Dukung Palestina lewat Board of Peace, Israel Tetap Menolak

03

Prabowo Luncurkan Program Gentengnisasi Lewat Gerakan Indonesia ASRI

04

Serangan Bersenjata di Balochistan Tewaskan 48 Orang

05

Tujuh Pangkalan Udara Terbesar Amerika Berdasarkan Populasi

PEMKOT MAKASSAR - MANYALA.CO
manyala-ads
Manyala.co

Olahraga

Indonesia Ajukan Diri Tuan Rumah Piala Asia 2031

Indonesia ke Final Piala Asia Futsal Usai Kalahkan Jepang

Indonesia Lolos Perempat Final Piala Asia Futsal 2026

Indonesia Juara Grup A Usai Imbang Lawan Irak

Alwi Farhan Lolos Final Indonesia Masters 2026

Timnas Indonesia Hadapi Bulgaria, Solomon dan Saint Kitts di FIFA Series

Leo/Bagas Lolos Babak Kedua Indonesia Masters 2026

PSM Makassar Tambah Dua Pemain Asing Hadapi Putaran Kedua

Jonatan Christie Runner-up India Open 2026

PSM Makassar Hadirkan Bus Tim dan Rilis Jersey Khusus Suporter

Prabowo Realisasikan Bonus Atlet SEA Games 2025

Mental Juang PSM Makassar Diuji Jelang Laga Kontra Bali United

Malaysia Open 2026: Lima Wakil Indonesia Tampil di Babak 16 Besar

PSM Makassar Uji Pertahanan Hadapi Trisula Borneo FC

Indonesia Usulkan Australia dan Selandia Baru Ikut SEA Games

Indonesia Juara Piala AFF Futsal U-16

Trucha Optimistis PSM Kejar Lima Besar Meski Tanpa Kemenangan

Indonesia U-16 Melaju ke Final AFF Futsal 2025

Ranking FIFA Terbaru: Indonesia Bertahan di Posisi 122

Futsal Competition 2025, KKG PJOK Tallo Tekankan Kolaborasi

Kolom