10 Negara Tolak Resolusi PBB Soal Palestina, Ada Tetangga Indonesia

PBB
Hasil voting Majelis Umum PBB pada Jumat (12/9)-(dok. AFP/ANGELA WEISS)

Manyala.co – Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) kembali menjadi sorotan setelah mengesahkan sebuah resolusi penting mengenai solusi dua negara untuk menyelesaikan konflik Israel-Palestina. Resolusi yang dikenal dengan nama resmi “Deklarasi New York tentang Penyelesaian Damai Masalah Palestina dan Implementasi Solusi Dua Negara” itu didukung oleh mayoritas besar anggota, yakni 142 negara. Namun, sebanyak 10 negara menolak dan 12 negara lainnya memilih abstain.

Deklarasi New York sendiri merupakan hasil konferensi internasional tingkat tinggi yang digelar pada Juli lalu di Markas Besar PBB, New York. Konferensi ini digagas bersama oleh Prancis dan Arab Saudi dengan tujuan menyusun peta jalan menuju perdamaian abadi di Timur Tengah.

Duta Besar Prancis untuk PBB, Jérôme Bonnafont, dalam sambutannya sebelum pemungutan suara menekankan pentingnya deklarasi ini. Ia menyebut bahwa dokumen tersebut tidak hanya mengupayakan solusi dua negara, tetapi juga menuntut gencatan senjata segera di Gaza, pembebasan sandera, serta pembentukan negara Palestina yang merdeka dan berdaulat. “Deklarasi ini menyusun satu peta jalan untuk mewujudkan solusi dua negara,” ungkap Bonnafont.

Isi deklarasi turut memuat beberapa poin krusial. Di antaranya adalah seruan untuk melucuti senjata Hamas serta memastikan kelompok itu tidak terlibat dalam pemerintahan Gaza. Dokumen ini juga menggariskan pentingnya normalisasi hubungan Israel dengan negara-negara Arab, sekaligus menjamin keamanan kolektif bagi kawasan.

Namun, tidak semua negara sepakat. Israel yang menjadi pihak langsung dalam konflik, melalui Duta Besarnya di PBB, Danny Danon, menolak keras resolusi ini. Menurut Danon, “Deklarasi sepihak itu tidak akan dikenang sebagai langkah menuju perdamaian. Hamas adalah pemenang terbesar dari setiap dukungan yang diberikan hari ini.”

Prabowo Siapkan Lahan 4.000 Meter untuk Kantor Badan Islam

Penolakan juga datang dari beberapa negara lain. Total ada 10 negara yang menolak, yakni Argentina, Hungaria, Mikronesia, Nauru, Palau, Papua Nugini, Paraguay, Tonga, Amerika Serikat, serta Israel sendiri. Kehadiran Papua Nugini sebagai salah satu penolak membuat perhatian publik di Indonesia meningkat, mengingat negara tersebut adalah tetangga dekat RI di kawasan Pasifik.

Di sisi lain, 12 negara lebih memilih bersikap abstain. Negara-negara itu antara lain Albania, Ceko, Kamerun, Ekuador, Ethiopia, Fiji, Samoa, Guatemala, Makedonia Utara, Moldova, Sudan Selatan, serta Kongo. Sikap abstain dianggap sebagai bentuk kehati-hatian politik, mengingat sensitivitas isu Palestina yang kerap memicu kontroversi di dunia internasional.

Sekretaris Jenderal PBB António Guterres menekankan bahwa inti dari perdamaian di Timur Tengah terletak pada solusi dua negara. “Pertanyaan sentral bagi perdamaian Timur Tengah adalah implementasi solusi dua negara, di mana dua negara yang merdeka, berdaulat, dan demokratis Israel dan Palestina hidup berdampingan dalam damai dan aman,” ujar Guterres dalam pidatonya saat pembukaan konferensi pada Juli lalu.

Resolusi ini mendapatkan dukungan luas dari berbagai negara besar maupun kecil. Beberapa di antaranya adalah Jerman, Prancis, Inggris, Finlandia, Rusia, Ukraina, Jepang, serta sejumlah negara Asia Tenggara seperti Indonesia dan Malaysia. Dukungan luas ini menunjukkan bahwa komunitas internasional semakin mendesak lahirnya sebuah negara Palestina yang diakui penuh di kancah global.

Meski mayoritas mendukung, perbedaan sikap antarnegara tetap menegaskan betapa peliknya persoalan Palestina-Israel di mata dunia. Voting yang menghasilkan mayoritas besar memang menjadi kemenangan diplomasi bagi pihak yang mendorong solusi dua negara, namun penolakan dari negara-negara penting, termasuk Amerika Serikat, menandakan jalan menuju perdamaian masih jauh dari kata selesai.

Gerindra di Usia 18 Tahun Tegaskan Perjuangan Belum Usai

Berita Terbaru

Berita Terpopuler

01

Deretan Calon Ketua IKA Teknik Sipil Unhas, 2 Dosen Siap Lanjutkan Tongkat Kepemimpinan

02

Prabowo Luncurkan Program Gentengnisasi Lewat Gerakan Indonesia ASRI

03

Indonesia Dukung Palestina lewat Board of Peace, Israel Tetap Menolak

04

Serangan Bersenjata di Balochistan Tewaskan 48 Orang

05

Tujuh Pangkalan Udara Terbesar Amerika Berdasarkan Populasi

PEMKOT MAKASSAR - MANYALA.CO
manyala-ads
Manyala.co

Olahraga

Indonesia Ajukan Diri Tuan Rumah Piala Asia 2031

Indonesia Lolos Perempat Final Piala Asia Futsal 2026

Indonesia Juara Grup A Usai Imbang Lawan Irak

Alwi Farhan Lolos Final Indonesia Masters 2026

Timnas Indonesia Hadapi Bulgaria, Solomon dan Saint Kitts di FIFA Series

Leo/Bagas Lolos Babak Kedua Indonesia Masters 2026

PSM Makassar Tambah Dua Pemain Asing Hadapi Putaran Kedua

Jonatan Christie Runner-up India Open 2026

PSM Makassar Hadirkan Bus Tim dan Rilis Jersey Khusus Suporter

Prabowo Realisasikan Bonus Atlet SEA Games 2025

Mental Juang PSM Makassar Diuji Jelang Laga Kontra Bali United

Malaysia Open 2026: Lima Wakil Indonesia Tampil di Babak 16 Besar

PSM Makassar Uji Pertahanan Hadapi Trisula Borneo FC

Indonesia Usulkan Australia dan Selandia Baru Ikut SEA Games

Indonesia Juara Piala AFF Futsal U-16

Trucha Optimistis PSM Kejar Lima Besar Meski Tanpa Kemenangan

Indonesia U-16 Melaju ke Final AFF Futsal 2025

Ranking FIFA Terbaru: Indonesia Bertahan di Posisi 122

Futsal Competition 2025, KKG PJOK Tallo Tekankan Kolaborasi

Indonesia Melaju ke Final Voli Putra SEA Games 2025

Kolom