Menkeu Purbaya Peringatkan Risiko Krisis Ekonomi Pasca Gejolak 2025

Purbaya
Menkeu Purbaya Peringatkan Risiko Krisis Ekonomi Pasca Gejolak 2025

Manyala.co – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan peringatan keras mengenai kondisi perekonomian Indonesia yang dinilainya sempat berada pada fase sangat rentan setelah gejolak nasional pada Agustus 2025. Pernyataan itu disampaikan dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (4/2/2026).

Dalam rapat tersebut, Purbaya tampak menunjukkan ketegangan saat menanggapi tudingan sejumlah pihak yang mempertanyakan kinerjanya sebagai Menteri Keuangan. Ia menegaskan bahwa tekanan ekonomi pada periode tersebut berpotensi berkembang menjadi krisis yang lebih luas jika tidak segera ditangani melalui langkah korektif kebijakan.

Purbaya menjelaskan bahwa situasi ekonomi nasional pada saat itu berada dalam kondisi yang sangat sulit. Ia menilai, tanpa intervensi dan perbaikan kebijakan, Indonesia dapat menghadapi tekanan ekonomi yang lebih parah, termasuk risiko memasuki fase krisis yang membutuhkan pendekatan kebijakan berbeda.

“Kalau enggak kita perbaiki, maka kita bisa mengalami tekanan ekonomi yang lebih parah, dan mungkin sekarang kita duduknya di sini sudah beda, sudah kondisi-kondisi krisis,” kata Purbaya di hadapan anggota dewan.

Ia menambahkan bahwa kondisi krisis akan memaksa seluruh pemangku kebijakan untuk mengambil langkah-langkah yang lebih ekstrem, dengan tingkat ketegangan yang jauh lebih tinggi dibandingkan situasi normal. Menurutnya, konteks tersebut sering kali dilupakan oleh pihak-pihak yang menilai situasi ekonomi saat ini sudah stabil.

Instruksi Wali Kota Makassar: Mulai 1 Agustus, TPA Tamangapa Tak Lagi Terima Sampah Campur

Purbaya kemudian menyinggung gelombang demonstrasi yang meluas di berbagai daerah pada Agustus 2025. Ia menyebut, pada periode tersebut, aktivitas ekonomi terganggu secara signifikan dan kepercayaan publik terhadap stabilitas nasional berada pada titik rendah.

“Di luar banyak yang bilang, ‘itu Menteri Keuangan kerjanya apa? Enggak ada apa-apanya sampai sekarang’. Mereka lupa, kita waktu itu betul-betul jatuh, demo di mana-mana di seluruh Indonesia,” ujarnya sambil menepuk meja.

Ia juga mengungkapkan bahwa situasi keamanan saat itu tergolong sangat genting. Purbaya menyebut rumah Menteri Keuangan sebelumnya, Sri Mulyani Indrawati, sempat menjadi sasaran massa dalam rangkaian aksi demonstrasi yang terjadi.

Menurut Purbaya, perbaikan kondisi ekonomi yang terjadi setelah periode tersebut merupakan hasil koordinasi lintas lembaga antara pemerintah, DPR, dan pemangku kebijakan lainnya. Ia menekankan bahwa stabilisasi ekonomi tidak terjadi secara otomatis, melainkan melalui upaya kolektif untuk mencegah tekanan berkelanjutan.

“Nah ketika sudah balik ke arah sana mereka bilang, ‘wah ini keadaan normal’. Ini adalah hasil kerja dari koordinasi DPR, pemerintah, dengan semua pemangku kebijakan,” kata Purbaya.

Pemkot Makassar Tuntaskan BAST Renovasi, DPRD Segera Tempati Gedung Sementara di Pettarani

Lebih lanjut, Purbaya mengingatkan bahwa kesalahan kebijakan ekonomi dan komunikasi publik yang tidak tepat dapat membawa Indonesia kembali ke situasi krisis berat seperti yang dialami pada 1998. Ia menyebut risiko tersebut bersifat nyata jika tidak dicegah secara dini.

“Kalau kita enggak cegah, kita bisa kemarin tuh ke 1998, dan itu riil, karena kebijakannya salah semua pada waktu itu. Atau ada salah komunikasi,” ujarnya.

Hingga Rabu malam, tidak terdapat pernyataan resmi tambahan dari DPR terkait respons terhadap pernyataan Purbaya. Pemerintah belum merinci indikator kuantitatif terbaru mengenai tingkat tekanan ekonomi pasca gejolak Agustus 2025.

Berita Terbaru

Berita Terpopuler

01

Final Ideal Piala Dunia 2026! Spanyol vs Argentina Jadi Duel Penentu Rekor Rivalitas Bersejarah

02

Gelar Penelitian di Pesisir Singkawang, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Brawijaya Dorong Kolaborasi Blue Economy

03

Ancaman Perang Baru di Timur Tengah, Houthi Ultimatum Arab Saudi dan Siap Tutup Selat Bab al-Mandeb

04

Jadwal Semifinal Piala Dunia 2026 Resmi: Prancis vs Spanyol dan Inggris vs Argentina, Catat Jam Tayangnya

05

Resmi! Spanyol Juara Piala Dunia 2026 Usai Bungkam Argentina, Ferran Torres Cetak Gol Bersejarah

Website Resmi Pemerintah Kota Makassar
HUT Kabupaten Enrekang Ke-66
Manyala.co

Olahraga

Resmi! Spanyol Juara Piala Dunia 2026 Usai Bungkam Argentina, Ferran Torres Cetak Gol Bersejarah

Dramatis! Inggris Hancurkan Prancis 6-4, Bukayo Saka Hattrick dan The Three Lions Rebut Peringkat 3 Piala Dunia 2026

Final Ideal Piala Dunia 2026! Spanyol vs Argentina Jadi Duel Penentu Rekor Rivalitas Bersejarah

Argentina Bungkam Inggris 2-1, Tantang Spanyol di Final Piala Dunia 2026

Perang Nike vs Adidas di Semifinal Piala Dunia 2026: Adu Prestise Dua Raksasa Apparel Dunia

Spanyol Hajar Prancis 2-0, La Roja Lolos ke Final untuk Kedua Kalinya dalam Sejarah

Jadwal Semifinal Piala Dunia 2026 Resmi: Prancis vs Spanyol dan Inggris vs Argentina, Catat Jam Tayangnya

Argentina Menggila di Extra Time, Singkirkan Swiss 3-1 dan Tantang Inggris di Semifinal

Bellingham Bawa Inggris Unggul 2-1 atas Norwegia di Perempat Final Piala Dunia 2026

Atlet Bulutangkis Putri Kecamatan Tallo Raih Juara I O2SN Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan

KKG PJOK Tallo Gelar Pelatihan Ekstrakurikuler Olahraga di Tingkat SD

KKG PJOK KEC.TALLO Kolaborasi Dengan Fobi Makassar dan KKG UJUNG TANAH SANGKARANG

KKG PJOK Tallo, Tamalate, Panakkukang Gelar Pelatihan Deep Learning

Erick Thohir Bantah Laporkan FAM ke FIFA

PSSI: Tak Ada Naturalisasi Baru di FIFA Series

Olahraga Saat Puasa Aman dengan Penyesuaian Intensitas

KNPI Makassar Bersama KKG PJOK Tallo Gelar Kompetisi Futsal dan Voli Pelajar

Indonesia Ajukan Diri Tuan Rumah Piala Asia 2031

Indonesia ke Final Piala Asia Futsal Usai Kalahkan Jepang

Indonesia Lolos Perempat Final Piala Asia Futsal 2026

Kolom

× Advertisement
× Advertisement