Pemerintah dan DPR Bahas Pembentukan Satgas PHK Bersama Tiga Pimpinan Serikat Buruh

Pemerintah dan DPR Bahas Pembentukan Satgas PHK Bersama Tiga Pimpinan Serikat Buruh -  - Gambar 1995
Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad (tiga kanan), Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi (dua kanan), Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya (kanan), Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea (kiri), Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) dan Presiden Partai Buruh Said Iqbal (dua kiri), dan Ketua Umum Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Pembaruan Jumhur Hidayat (tiga kiri) bersilaturahmi dan berdiskusi membahas satgas PHK di kompleks Istana, Jakarta, Rabu (16/4/2025). (dok.ANTARA/HO-Instagram @sufmi_dasco).

Manyala.co – Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menggelar pertemuan dengan tiga pimpinan konfederasi serikat buruh nasional. Pertemuan ini membahas rencana pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang bertujuan untuk merespons potensi meningkatnya PHK di tengah ketidakpastian ekonomi.

Tiga tokoh buruh yang hadir dalam diskusi tersebut adalah Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) sekaligus Ketua Umum Partai Buruh Said Iqbal, serta Ketua Umum KSPSI Reformasi Jumhur Hidayat.

“Kami berdiskusi di kompleks Istana, membahas pembentukan Satgas PHK sambil menunggu arahan dari Presiden Prabowo Subianto,” ujar Said Iqbal saat dikonfirmasi dari Jakarta, Kamis (17/4).

Selain membicarakan isu PHK, Iqbal menambahkan bahwa pertemuan tersebut juga menyentuh rencana penyelenggaraan peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) pada 1 Mei 2025. Acara tersebut rencananya digelar di kawasan Gelora Bung Karno, Jakarta, dan dihadiri oleh ratusan ribu buruh bersama Presiden Prabowo.


Tujuh Poin Utama yang Dibahas Terkait Satgas PHK

Dalam pernyataan terpisah, Ketua Umum KSPSI Reformasi Jumhur Hidayat menjelaskan bahwa terdapat tujuh poin utama yang menjadi fokus pembahasan antara perwakilan serikat buruh, DPR, dan pemerintah dalam pertemuan tersebut.

Ribuan Warga Padati Lapangan Karebosi, Munafri Arifuddin Ajak Perkuat Persatuan di Hari Raya

Pertama, penting untuk memetakan perusahaan-perusahaan yang berpotensi melakukan PHK agar pemerintah dapat segera mengambil langkah antisipatif.

Kedua, Satgas diharapkan mampu menyusun strategi konkret untuk mencegah PHK massal. Salah satunya melalui skema pengurangan jam kerja sementara sambil menunggu kondisi ekonomi kembali stabil.

Ketiga, para pimpinan serikat buruh mengusulkan agar pemerintah memberikan insentif kepada perusahaan yang memilih tidak melakukan PHK, sebagai bentuk dukungan terhadap kelangsungan usaha dan perlindungan tenaga kerja.

Keempat, pemerintah perlu memastikan bahwa Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) dari BPJS Ketenagakerjaan dapat diberikan secara tepat sasaran dan transparan.

Kelima, pembayaran pesangon bagi pekerja yang terkena PHK harus sesuai dengan ketentuan undang-undang atau perjanjian kerja bersama yang berlaku.

Pemerintah Tetapkan Idul Fitri 2026 Jatuh 21 Maret

Keenam, dibutuhkan pemetaan terhadap potensi pasar kerja baru bagi para korban PHK, misalnya melalui pelatihan keterampilan, peningkatan kompetensi, serta pendampingan untuk masuk kembali ke dunia kerja.

Ketujuh, Satgas PHK perlu dibentuk secara inklusif dengan melibatkan unsur tripartit: pemerintah, serikat pekerja, serta pakar atau akademisi di bidang ketenagakerjaan. BPJS Ketenagakerjaan juga diharapkan menjadi bagian penting dalam struktur tersebut.


Ajang Silaturahmi dan Dialog Terbuka

Sufmi Dasco dalam unggahan di akun media sosial pribadinya menyampaikan bahwa pertemuan ini tidak hanya menjadi forum diskusi formal, tetapi juga ruang silaturahmi antara pemerintah, legislatif, dan kalangan buruh.

Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menyusun langkah mitigasi yang cepat dan tepat terhadap potensi gelombang PHK, demi menjaga stabilitas sosial dan ekonomi nasional, serta menjamin keberlanjutan hubungan industrial yang sehat di masa mendatang.

Sidang Isbat Idul Fitri 2026 Digelar, Peserta Mulai Hadir

Berita Terbaru

Berita Terpopuler

01

Khamenei Gugur dalam Serangan Militer AS–Israel di Teheran

02

Buka Puasa Penuh Inovasi! RT 08 Permata Hijau Lestari Resmi Luncurkan Gerakan Wanita Tani 08

03

Bareng Daeng Guard, Story Gym Makassar Bagikan 1.000 Paket Takjil Ramadhan ke Masyarakat

04

KKG PJOK Tallo Jajaki Kolaborasi Program dengan Pemerintah Kecamatan

05

Libur Lebaran 2026: Cuti Bersama dan Potensi Libur Panjang Hingga Sepekan

HUT Kabupaten Enrekang Ke-66
PEMKOT MAKASSAR - MANYALA.CO
Manyala.co

Olahraga

KKG PJOK KEC.TALLO Kolaborasi Dengan Fobi Makassar dan KKG UJUNG TANAH SANGKARANG

KKG PJOK Tallo, Tamalate, Panakkukang Gelar Pelatihan Deep Learning

Erick Thohir Bantah Laporkan FAM ke FIFA

PSSI: Tak Ada Naturalisasi Baru di FIFA Series

Olahraga Saat Puasa Aman dengan Penyesuaian Intensitas

KNPI Makassar Bersama KKG PJOK Tallo Gelar Kompetisi Futsal dan Voli Pelajar

Indonesia Ajukan Diri Tuan Rumah Piala Asia 2031

Indonesia ke Final Piala Asia Futsal Usai Kalahkan Jepang

Indonesia Lolos Perempat Final Piala Asia Futsal 2026

Indonesia Juara Grup A Usai Imbang Lawan Irak

Alwi Farhan Lolos Final Indonesia Masters 2026

Timnas Indonesia Hadapi Bulgaria, Solomon dan Saint Kitts di FIFA Series

Leo/Bagas Lolos Babak Kedua Indonesia Masters 2026

PSM Makassar Tambah Dua Pemain Asing Hadapi Putaran Kedua

Jonatan Christie Runner-up India Open 2026

PSM Makassar Hadirkan Bus Tim dan Rilis Jersey Khusus Suporter

Prabowo Realisasikan Bonus Atlet SEA Games 2025

Mental Juang PSM Makassar Diuji Jelang Laga Kontra Bali United

Malaysia Open 2026: Lima Wakil Indonesia Tampil di Babak 16 Besar

PSM Makassar Uji Pertahanan Hadapi Trisula Borneo FC

Kolom