Manyala.co – Timnas Indonesia resmi memulai pemusatan latihan di Pulau Dewata pada Senin (26/5/2025), sebagai bagian dari persiapan menghadapi dua laga penting kontra China dan Jepang dalam lanjutan kualifikasi Piala Dunia 2026. Sesi latihan perdana yang digelar di Bali United Training Center disambut antusias oleh para pemain, termasuk sosok senior Stefano Lilipaly yang mengaku senang bisa kembali ke tanah yang ia anggap rumah kedua.
Meski selama ini memang tinggal di Bali bersama keluarganya, kehadiran Lilipaly dalam skuad Garuda kali ini terasa istimewa. Pasalnya, ini menjadi kali pertama ia menginjakkan kaki di fasilitas latihan baru milik Bali United, yang belum rampung saat dirinya meninggalkan klub pada 2022 untuk bergabung dengan Borneo FC.
“Bali selalu punya tempat di hati saya. Saya punya banyak kenangan di sini, terutama saat bermain untuk Bali United. Suasananya nyaman, dan rasanya seperti pulang,” ujar pemain berdarah Belanda tersebut.
Kembali Perkuat Timnas Setelah Lama Absen
Kehadiran Lilipaly dalam skuad Timnas Indonesia kali ini terasa spesial. Selain kembali mengenakan seragam merah putih, ia juga menjadi pemain tertua dalam daftar nama yang dipanggil pelatih kepala Patrick Kluivert. Di usia 35 tahun, ia bahkan lebih senior dibanding Jordi Amat yang selama ini dikenal sebagai pemain berpengalaman di lini belakang Timnas.
Meskipun sadar bahwa kompetisi di dalam tim kini semakin kompetitif, Lilipaly justru mengapresiasi kemajuan Timnas Indonesia. Ia melihat banyak perubahan positif, baik dari sisi kualitas permainan maupun kedalaman skuad.
“Saya melihat sekarang Timnas punya banyak pemain berbakat, bahkan banyak yang berasal dari Eropa. Level permainan juga jauh meningkat. Tim ini punya kans besar untuk lolos ke Piala Dunia,” ungkapnya penuh semangat.
Pertemuan Pertama dengan Pelatih Baru
Menariknya, selama proses pemanggilan hingga bergabung dalam latihan, Lilipaly belum sempat bertemu langsung dengan pelatih Patrick Kluivert. Saat Borneo FC — klubnya saat ini — berhadapan dengan Malut United di kompetisi BRI Liga 1 musim ini, ia hanya sempat berbincang dengan dua asisten pelatih Timnas, yakni Alex Pastoor dan Denny Landzaat. Sayangnya saat itu, Lilipaly sedang mengalami cedera sehingga tak bisa bermain maksimal.
“Baru bertemu Coach Pastoor dan Coach Denny waktu Borneo lawan Malut. Tapi dengan Coach Patrick belum sempat bicara langsung waktu itu,” jelasnya.
Fokus Hadapi Laga Berat Lawan China
Kini fokus utama Lilipaly bersama rekan-rekannya adalah memastikan kemenangan saat menghadapi China di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta. Laga tersebut menjadi sangat krusial karena akan menentukan peluang Indonesia untuk melangkah ke babak selanjutnya dalam kualifikasi Piala Dunia.
“Bermain di GBK di hadapan suporter sendiri selalu jadi tantangan. Kami harus fokus total, karena ini tentang harapan besar menuju Piala Dunia. Menang melawan China jadi langkah awal yang sangat penting,” ucapnya penuh tekad.
Dengan komposisi pemain yang semakin solid dan dukungan dari publik Tanah Air, Lilipaly berharap Timnas mampu menunjukkan performa terbaik dan menjaga asa tampil di panggung sepak bola terbesar dunia. Kembali ke Bali bukan sekadar nostalgia baginya, tetapi juga momentum untuk mengukir sejarah baru bersama Garuda.































