Ramai Tagar #SaveRajaAmpat, Publik Desak Pemerintah Hentikan Tambang Nikel yang Rusak Alam

Ramai Tagar #SaveRajaAmpat, Publik Desak Pemerintah Hentikan Tambang Nikel yang Rusak Alam - Nikel - Gambar 1148
Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti.

Manyala.co – Sorotan tajam masyarakat terhadap aktivitas penambangan nikel di Raja Ampat, Papua Barat Daya, kian meluas. Media sosial dipenuhi unggahan warga yang menyuarakan keprihatinan atas rusaknya keindahan alam Raja Ampat, wilayah yang dikenal sebagai surga bahari Indonesia. Tagar #SaveRajaAmpat pun menjadi trending sebagai bentuk protes publik terhadap kerusakan lingkungan yang diakibatkan oleh tambang nikel.

Sejumlah tokoh nasional dan publik figur ikut bersuara. Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, melalui akun X resminya, meminta agar Presiden Prabowo Subianto turun tangan langsung menghentikan aktivitas tambang nikel yang merusak kawasan Raja Ampat. “Presiden harus menghentikan ini,” ujar Susi dalam pernyataannya.

Kritik serupa juga datang dari aktor Darius Sinathrya. Dalam cuitannya di platform X, ia menyampaikan kegeramannya terhadap eksploitasi alam secara masif. “Dikeruk sampai habis, yang tersisa gunungan utang,” tulis Darius.

Tak hanya Darius, aktris dan aktivis lingkungan Nadine Chandrawinata juga menyuarakan kekhawatirannya melalui unggahan foto-foto keindahan Raja Ampat yang pernah ia kunjungi. Ia menuliskan, “Apabila kerusakan dimulai, kerusakan itu perlahan-lahan seluas Papua.” Ungkapan ini menggambarkan betapa besarnya ancaman kerusakan yang bisa terjadi jika eksploitasi tidak dihentikan.

Dukungan terhadap pelestarian Raja Ampat juga datang dari kalangan musisi. Gede Robi Supriyanto, atau lebih dikenal sebagai Robi Navicula, menyayangkan keberadaan tambang di kawasan tersebut. Dalam unggahan di Instagram miliknya, Robi menegaskan bahwa kekayaan bawah laut Raja Ampat seharusnya dijaga, bukan dirusak demi kepentingan industri.

Sampah Jadi Pakan, Pemkot Makassar dan Unhas Bangun Ekosistem Maggot-Ayam Alope

Menariknya, dari internal pemerintahan pun muncul suara yang senada. Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, menyampaikan bahwa aktivitas tambang tidak boleh merusak ekosistem dan situs budaya yang bernilai sejarah. Ia mengingatkan pentingnya perlindungan kawasan seperti Raja Ampat agar tidak kehilangan identitas ekologis dan budayanya.

Organisasi lingkungan seperti Greenpeace juga ikut angkat bicara. Mereka menyatakan bahwa Pulau Gag, yang termasuk wilayah Raja Ampat, memiliki potensi wisata berkelanjutan yang seharusnya dilindungi. Mereka memperingatkan bahwa keberadaan tambang nikel dapat memperparah kerusakan lingkungan dan membawa dampak negatif terhadap kesehatan masyarakat lokal.

Melihat eskalasi protes publik yang semakin meluas dan tuntutan dari berbagai pihak, pemerintah akhirnya mengambil langkah tegas. Operasi tambang nikel milik PT Gag di Raja Ampat dihentikan sementara. Penghentian ini berlaku hingga Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) selesai melakukan proses verifikasi lapangan untuk meninjau kembali dampak yang ditimbulkan oleh aktivitas pertambangan tersebut.

Langkah pemerintah ini dinilai sebagai respons awal terhadap desakan publik yang ingin memastikan bahwa Raja Ampat tetap menjadi kawasan konservasi yang dijaga keberlanjutannya. Namun, masyarakat dan aktivis tetap mengawasi agar penghentian ini tidak bersifat sementara tanpa solusi jangka panjang.

Okayama Connection Salurkan 100 Relief Bag untuk Warga Terdampak Gempa Kumamoto, Jepang

Berita Terbaru

Berita Terpopuler

01

La Tinro Soroti Konflik Lahan BUMN dan Masyarakat dalam RDPU Baleg DPR RI

02

Pendidikan Gratis dan Guru Jadi Sorotan, La Tinro Minta Pemerintah Jangan Salah Prioritas

03

La Tinro Soroti Pemerataan Perpustakaan Daerah dan Kesejahteraan Relawan Literasi

04

Tingkatkan Keterampilan Pemain Usia Dini, UNM Gelar Pengabdian “Bentuk Latihan Teknik Dasar Sepakbola bagi Siswa SSB Persigowa”

05

Pasangan Suami Istri Di Temukan Meninggal Di Jalan Jogja – Magelang

06

Pemadaman Listrik Makassar, Wali Kota Appi Desak PLN Segera Normal 5 September

07

Tim Indonesia Resmi Dikukuhkan Hadapi Asian Games Aichi-Nagoya 2026

Website Resmi Pemerintah Kota Makassar
HUT Kabupaten Enrekang Ke-66
Manyala.co

Olahraga

Rahmat Erwin Abdullah Ukir Sejarah di Asian Games 2026, Emas dan 2 Rekor Dunia

Pelatihan Deep Learning Digelar 2 Hari, Guru PJOK Tallo Siap Mulia­kan Pendidikan dan Cetak Atlet dari SD

Beasiswa Madinah: Bosowa Peduli Dukung Pendidikan 4 Mahasiswa Makassar di Arab Saudi

Tim Indonesia Resmi Dikukuhkan Hadapi Asian Games Aichi-Nagoya 2026

Tingkatkan Keterampilan Pemain Usia Dini, UNM Gelar Pengabdian “Bentuk Latihan Teknik Dasar Sepakbola bagi Siswa SSB Persigowa”

Resmi! Spanyol Juara Piala Dunia 2026 Usai Bungkam Argentina, Ferran Torres Cetak Gol Bersejarah

Dramatis! Inggris Hancurkan Prancis 6-4, Bukayo Saka Hattrick dan The Three Lions Rebut Peringkat 3 Piala Dunia 2026

Final Ideal Piala Dunia 2026! Spanyol vs Argentina Jadi Duel Penentu Rekor Rivalitas Bersejarah

Argentina Bungkam Inggris 2-1, Tantang Spanyol di Final Piala Dunia 2026

Perang Nike vs Adidas di Semifinal Piala Dunia 2026: Adu Prestise Dua Raksasa Apparel Dunia

Spanyol Hajar Prancis 2-0, La Roja Lolos ke Final untuk Kedua Kalinya dalam Sejarah

Jadwal Semifinal Piala Dunia 2026 Resmi: Prancis vs Spanyol dan Inggris vs Argentina, Catat Jam Tayangnya

Argentina Menggila di Extra Time, Singkirkan Swiss 3-1 dan Tantang Inggris di Semifinal

Bellingham Bawa Inggris Unggul 2-1 atas Norwegia di Perempat Final Piala Dunia 2026

Atlet Bulutangkis Putri Kecamatan Tallo Raih Juara I O2SN Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan

KKG PJOK Tallo Gelar Pelatihan Ekstrakurikuler Olahraga di Tingkat SD

KKG PJOK KEC.TALLO Kolaborasi Dengan Fobi Makassar dan KKG UJUNG TANAH SANGKARANG

KKG PJOK Tallo, Tamalate, Panakkukang Gelar Pelatihan Deep Learning

Erick Thohir Bantah Laporkan FAM ke FIFA

PSSI: Tak Ada Naturalisasi Baru di FIFA Series

Kolom

× Advertisement
× Advertisement