Lucy Guo: Miliarder Termuda Dunia yang Sukses Bangun Kekayaan Sendiri, Kalahkan Taylor Swift

Lucy Guo: Miliarder Termuda Dunia yang Sukses Bangun Kekayaan Sendiri, Kalahkan Taylor Swift - Lucy Guo,Miliarder - Gambar 1083
Lucy Guo Image. (dok. Mathrubhumi English)

Manyala.co – Nama Lucy Guo belakangan ini tengah menjadi perbincangan hangat setelah dinobatkan sebagai miliarder perempuan termuda yang meraih kekayaannya secara mandiri, bukan dari warisan keluarga seperti banyak tokoh kaya lainnya.

Lahir di Amerika Serikat pada 14 Oktober 1994, Lucy merupakan anak dari pasangan imigran asal China. Kedua orang tuanya bekerja sebagai insinyur listrik dan membesarkan Lucy di Fremont, California. Masa kecilnya banyak dihabiskan di depan layar komputer kebiasaan yang awalnya membuat orang tuanya khawatir, namun justru menjadi titik awal karier gemilang Lucy di bidang teknologi.

Lucy sempat mengenyam pendidikan di jurusan ilmu komputer di Carnegie Mellon University, namun tak menyelesaikannya. Ia memutuskan keluar kuliah setelah mendapat Beasiswa Thiel, sebuah program yang mendukung anak muda berbakat untuk membangun perusahaan teknologi tanpa harus melalui jalur akademik konvensional.

Pada usia 21 tahun, Lucy ikut mendirikan Scale AI bersama Alexandr Wang. Di perusahaan berbasis kecerdasan buatan tersebut, Wang menjabat sebagai CEO, sementara Lucy mengelola tim desain produk dan operasional. Keberhasilan Scale AI membuat mereka berdua masuk ke dalam daftar bergengsi Forbes 30 Under 30 pada tahun 2018. Namun, kerja sama itu tak bertahan lama di tahun yang sama, Lucy harus meninggalkan Scale AI karena perbedaan visi dengan Wang.

Alih-alih mundur, Lucy justru melesat lebih jauh. Ia mendirikan Backend Capital, sebuah firma modal ventura, serta membangun startup baru bernama Passes sebuah platform digital yang dirancang untuk membantu para kreator dalam memonetisasi karya mereka.

Pemkot Makassar Buka Seleksi Komisioner BAZNAS 2026–2031, Ini Syarat dan Jadwalnya

Dalam sebuah wawancara dengan San Francisco Chronicle, Lucy mengungkap bahwa keterlibatannya di dunia AI berawal dari dorongan orang tuanya yang kesal melihat putri mereka terlalu sering bermain komputer. Namun dari kebiasaan itu, Lucy menemukan minat mendalam pada teknologi dan interaksi manusia-komputer.

Kini, dengan kekayaan yang ditaksir mencapai 1,3 miliar dolar AS atau sekitar Rp 21,87 triliun (kurs Rp 16.825 per dolar AS), Lucy telah melampaui sejumlah nama besar dalam daftar perempuan terkaya di dunia, termasuk penyanyi pop terkenal Taylor Swift. Sebagai perbandingan, total kekayaan Swift dilaporkan berada di angka 1,2 miliar dolar AS, yang didapat dari gabungan royalti, penjualan album, dan tur konser.

Lucy menegaskan bahwa kesuksesannya tidak datang begitu saja. Ia mengaku banyak mengorbankan waktu tidur dan belajar disiplin sejak muda. Salah satu rutinitasnya adalah bangun pagi-pagi untuk mengikuti kelas kebugaran. Meski demikian, ia juga menyadari pentingnya keseimbangan hidup. Kini, Lucy bahkan tengah belajar menjadi seorang DJ sebagai bentuk eksplorasi sisi kreatifnya.

Yang menarik, Lucy mengaku bahwa persaingan antar-perempuan justru menjadi bahan bakar semangatnya untuk terus berkembang. Dalam wawancara dengan Forbes, ia mengatakan bahwa kompetisi bukanlah hambatan, melainkan pemacu untuk membuktikan kemampuan diri.

Kisah Lucy Guo menjadi inspirasi besar bagi generasi muda, terutama perempuan, bahwa usia muda dan latar belakang bukanlah halangan untuk menciptakan perubahan besar di dunia teknologi yang kerap didominasi oleh pria. Di tengah dominasi miliarder pria, Lucy tampil sebagai figur perempuan muda yang membuktikan bahwa kerja keras, inovasi, dan keberanian mengambil risiko bisa membawa seseorang ke puncak dunia.

Pemerintah Pastikan Harga BBM Tidak Naik

Berita Terbaru

Berita Terpopuler

01

PSM Makassar Tumbangkan Persija 2-0 di Parepare, Gol Savio dan Kamara Jadi Penentu

02

Hubner dan James Bersinar di Laga Fortuna Sittard vs Go Ahead Eagles, Skor Berakhir 2-2

03

Wali Kota Munafri Dorong Urban Farming Jadi Gerakan Bersama Warga Makassar

04

Lewat Jalur SNBP 2026, Institut Teknologi BJ Habibie Loloskan 409 Calon Mahasiswa Baru

05

Komdigi Jelaskan Alasan Kuota Internet Hangus Tidak Dapat Diperpanjang

HUT Kabupaten Enrekang Ke-66
PEMKOT MAKASSAR - MANYALA.CO
Manyala.co

Olahraga

KKG PJOK KEC.TALLO Kolaborasi Dengan Fobi Makassar dan KKG UJUNG TANAH SANGKARANG

KKG PJOK Tallo, Tamalate, Panakkukang Gelar Pelatihan Deep Learning

Erick Thohir Bantah Laporkan FAM ke FIFA

PSSI: Tak Ada Naturalisasi Baru di FIFA Series

Olahraga Saat Puasa Aman dengan Penyesuaian Intensitas

KNPI Makassar Bersama KKG PJOK Tallo Gelar Kompetisi Futsal dan Voli Pelajar

Indonesia Ajukan Diri Tuan Rumah Piala Asia 2031

Indonesia ke Final Piala Asia Futsal Usai Kalahkan Jepang

Indonesia Lolos Perempat Final Piala Asia Futsal 2026

Indonesia Juara Grup A Usai Imbang Lawan Irak

Alwi Farhan Lolos Final Indonesia Masters 2026

Timnas Indonesia Hadapi Bulgaria, Solomon dan Saint Kitts di FIFA Series

Leo/Bagas Lolos Babak Kedua Indonesia Masters 2026

PSM Makassar Tambah Dua Pemain Asing Hadapi Putaran Kedua

Jonatan Christie Runner-up India Open 2026

PSM Makassar Hadirkan Bus Tim dan Rilis Jersey Khusus Suporter

Prabowo Realisasikan Bonus Atlet SEA Games 2025

Mental Juang PSM Makassar Diuji Jelang Laga Kontra Bali United

Malaysia Open 2026: Lima Wakil Indonesia Tampil di Babak 16 Besar

PSM Makassar Uji Pertahanan Hadapi Trisula Borneo FC

Kolom