Manyala.co – Dalam ajang otomotif bergengsi Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2025 yang tengah berlangsung, PT Pertamina (Persero) kembali mempertegas komitmennya dalam transisi energi dan keberlanjutan melalui peluncuran produk-produk inovatif. Dengan mengusung tema besar “Energizing the Acceleration”, kehadiran Pertamina di pameran ini tidak sekadar memamerkan produk, melainkan juga sebagai langkah nyata dalam mendukung otomotif masa depan yang lebih hijau dan hemat energi.
Melalui anak usahanya, PT Pertamina Lubricants (PTPL), Pertamina memperkenalkan dua varian pelumas terbaru yang ramah lingkungan, yakni Fastron Eco Green dan Fastron Diesel 5W-30. Kedua pelumas ini dikembangkan hasil riset mendalam di Lubricants Technology Center milik PTPL, yang telah lama menjadi pusat inovasi pelumas nasional.
Direktur Utama PTPL, Werry Prayogi, dalam keterangan persnya, menyatakan bahwa momen GIIAS tahun ini menjadi penting sebagai panggung untuk menampilkan kemampuan industri pelumas dalam negeri dalam menciptakan produk yang tak hanya unggul secara performa, tetapi juga mendukung tujuan global dalam penurunan emisi gas rumah kaca.
“Pelumas yang kami hadirkan merupakan simbol keseriusan kami dalam mendorong efisiensi energi dan pelestarian lingkungan. Tidak hanya untuk pasar dalam negeri, pelumas kami telah memenuhi standar internasional yang ketat,” ujar Werry, Sabtu (26/7/2025).
Fastron Eco Green, salah satu pelumas yang diperkenalkan di ajang tersebut, dikembangkan sebagai pelumas full-synthetic dengan karakteristik mampu meningkatkan efisiensi bahan bakar sekaligus menurunkan jejak karbon kendaraan. Produk ini dirancang menyasar segmen kendaraan modern yang membutuhkan performa tinggi namun dengan tanggung jawab lingkungan.
Sementara itu, Fastron Diesel 5W-30 ditujukan untuk kendaraan diesel penumpang seperti SUV dan MPV, yang kini semakin banyak digunakan di perkotaan. Pelumas ini memiliki viskositas rendah dan telah sesuai dengan standar ketat Eropa (ACEA A5/B5), menjadikannya solusi efisien yang tidak hanya melindungi mesin tetapi juga membantu menurunkan konsumsi bahan bakar secara signifikan.
Kehadiran pelumas ini mendapat dukungan penuh dari manajemen Pertamina. Vice President Corporate Communication Pertamina, Fadjar Djoko Santoso, menekankan bahwa pengembangan produk-produk seperti ini merupakan respons terhadap perubahan iklim sekaligus bentuk kesiapan Pertamina dalam menjawab tuntutan global atas produk energi yang lebih berkelanjutan.
“Pameran ini menjadi momentum tepat bagi kami untuk memperlihatkan bahwa Pertamina tidak hanya fokus pada aspek energi konvensional, tetapi juga siap menghadapi masa depan otomotif yang lebih hijau,” kata Fadjar.
Menurutnya, peluncuran pelumas inovatif ini juga menunjukkan bagaimana Pertamina menjadikan aspek sustainability sebagai bagian integral dari pengembangan bisnis. Dengan tren elektrifikasi kendaraan dan meningkatnya kesadaran akan emisi karbon, pasar pelumas juga dituntut untuk ikut beradaptasi. Fastron Eco Green dan Fastron Diesel 5W-30 adalah bentuk nyata dari adaptasi tersebut.
Lebih dari sekadar produk, pelumas ini merupakan hasil dari proses riset panjang dan pengujian kualitas yang ketat. PTPL mengklaim bahwa pelumas-pelumas ini telah menjalani uji ketahanan mesin dan efisiensi konsumsi bahan bakar, serta diuji pada berbagai tipe kendaraan sebelum resmi diperkenalkan ke publik.
Keterlibatan Pertamina di GIIAS 2025 juga menjadi cerminan dari kontribusi BUMN dalam mendorong agenda transisi energi nasional yang inklusif dan berbasis teknologi. Selain pelumas, Pertamina juga memamerkan berbagai solusi energi yang terintegrasi, sejalan dengan arah kebijakan energi pemerintah yang mengedepankan keberlanjutan.
Melalui partisipasinya kali ini, Pertamina berupaya tidak hanya memenuhi kebutuhan otomotif saat ini, tetapi juga mempersiapkan fondasi untuk ekosistem kendaraan masa depan, termasuk kendaraan listrik dan hybrid, yang membutuhkan pelumas dan cairan khusus dengan spesifikasi teknis tinggi.
Dengan berbagai inisiatif yang ditampilkan di GIIAS, Pertamina memperkuat posisinya sebagai pelaku utama dalam industri energi yang siap menjadi mitra dalam transformasi industri otomotif nasional menuju era rendah emisi dan efisiensi tinggi.
































